August
23
2021
     18:51

Membangun Kepercayaan melalui Dukungan Mitra Pengemudi : Dedikasi Grab dalam Membina Tumbuhnya Komunitas Baru

Membangun Kepercayaan melalui Dukungan Mitra Pengemudi : Dedikasi Grab dalam Membina Tumbuhnya Komunitas Baru

Moda transportasi di Indonesia telah berubah secara drastis setelah layanan transportasi on-demand hadir menjadi bagian penting di setiap rutinitas masyarakat. Dibalik pertumbuhan pesatnya dan besarnya jumlah pengguna layanan ini, Grab memiliki komunitas mitra pengemudi yang mendedikasikan diri untuk meningkatkan pengalaman penumpang dan kenyamanan perjalanan.

Lohardi Hasundutan Harahap adalah salah satu dari mitra pengemudi loyal dari Grab yang telah meniti perjalanannya dengan Grab sejak 2015, ketika Grab masih merintis layanan transportasi online di Indonesia. Lohardi sebelumnya bekerja sebagai ojek pangkalan di Jakarta Pusat selama bertahun-tahun.

Ia bergabung bersama Grab di usianya yang menginjak 50-an dan meskipun usianya sudah lanjut, Lohardi tetap optimis untuk bergabung dengan platform digital dan memandang ini sebagai kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru dan meningkatkan kualitas hidupnya. Ia adalah salah satu pengemudi pertama Grab yang juga terlibat dalam peluncuran Grab Indonesia pada tahun 2015. Pengalaman ini memberinya kesempatan untuk bertemu langsung dengan pendiri Grab, Anthony Tan.

Beralih ke Platform Digital dengan Lingkungan yang Suportif, Meraih Mata Pencaharian yang Lebih Stabil

Ketika memutuskan untuk beralih dari pengemudi ojek konvensional menjadi seorang mitra pengemudi online, Lohardi (55) mempelajari banyak hal baru yang menantang untuknya, termasuk cara mengoperasikan aplikasi. Ia mendapatkan banyak bantuan dari rekan-rekan mitra pengemudi yang lebih muda, yang secara sukarela membimbingnya mempelajari cara menggunakan aplikasi, memilih pesanan, serta berinteraksi dengan penumpang.

Seiring dengan berbagai pengalaman bersama, solidaritas antar mitra pengemudi pun tumbuh semakin kuat. Hal ini semakin terlihat dalam momen-momen ketika rekan-rekan mitra pengemudi mengalami hal-hal yang tidak terduga di jalan, seperti kecelakaan, dan para anggota komunitas pun menunjukkan inisiatif untuk saling membantu. Pengalaman ini yang perlahan terus membangun sense of belonging di komunitas mitra pengemudi.

Setelah enam tahun bekerja sebagai mitra pengemudi, Lohardi mengalami banyak suka duka ketika menghadapi berbagai jenis kebutuhan penumpang. Terlepas dari itu, Ia selalu mampu menangani bermacam-macam masalah dengan bijaksana dan cara pandang yang positif. Lohardi menceritakan satu pengalaman ketika ia harus menghadapi karyawan muda yang panik karena terlambat berangkat kerja.

Lohardi menuturkan, “Saya selalu memprioritaskan keselamatan penumpang. Meskipun mereka meminta saya untuk ngebut supaya sampai lebih cepat, saya hanya akan menghibur mereka dengan candaan dan mencoba menenangkan dengan menyampaikan, saya akan berusaha untuk membuat mereka sampai tepat waktu dengan aman. Pengalaman-pengalaman seperti itu sudah menjadi cerita sehari-hari bagi saya.”

Kerja keras Lohardi akhirnya menuntunnya untuk memasuki lembaran baru di hidupnya, membawa kehidupan yang lebih mapan dan membuka akses ke pendapatan yang lebih stabil. Sebelumnya ia sempat terlilit hutang cukup besar di warung dekat rumahnya untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah empat anaknya.

Setelah tiga bulan bekerja sebagai mitra pengemudi, Lohardi akhirnya bisa melunasi semua hutangnya, bahkan mampu membawa pemasukan tambahan untuk membelikan kebutuhan sekolah anak-anaknya. Beberapa tahun setelah momen itu, Lohardi juga dengan bangga menyaksikan tiga anaknya lulus dari SMK dan dia sangat bersyukur bahwa Grab telah membantunya mendapatkan penghidupan yang lebih baik dan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan suportif.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved