March
01
2021
     10:20

Maybank Bukukan Laba Bersih FY20 Sebesar RM 6,48 Miliar

Maybank Bukukan Laba Bersih FY20 Sebesar RM 6,48 Miliar

Maybank, bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset, hari ini mengumumkan menutup tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2020 dengan laba bersih sebesar RM6,48 miliar dibandingkan RM8,20 miliar pada tahun sebelumnya, sehubungan Grup harus membukukan secara signifikan net impairment loss yang lebih tinggi disebabkan dampak lanjutan dari pandemi COVID-19, meskipun demikian, hal ini sebagian telah diimbangi oleh pendapatan operasional bersih yang lebih tinggi dan pengurangan biaya overhead. Laba sebelum pajak (PBT) untuk tahun ini turun menjadi RM8,66 miliar dari RM11,01 miliar pada tahun sebelumnya.

Terlepas dari tahun yang penuh tantangan, Grup mencatat pendapatan operasional bersih (net operating income) yang stabil atau lebih tinggi 0,1% menjadi RM24,76 miliar dari tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh peningkatan sebesar 12,3% secara tahunan (YoY) pada total pendapatan berbasis biaya bersih menjadi RM8,11 miliar, terutama berasal dari pendapatan asuransi dan investasi bersih yang lebih tinggi karena Grup mampu mendapatkan keuntungan dari return yang lebih baik.

Kenaikan pada pendapatan berbasis biaya bersih (net fee based income) sebagian juga tergerus oleh penurunan 4,9% pada total pendapatan berbasis dana bersih menjadi RM16,65 miliar yang disebabkan penurunan margin bunga bersih sebesar 17 basis poin (bps) secara tahunan karena penurunan pinjaman dan security yields, serta dampak dari adanya empat kali pemotongan Overnight Policy Rate sebesar 125 bps serta timbulnya kerugian atas modifikasi suku bunga tetap pinjaman oleh sebab diterapkannya blanket moratorium berjangka waktu enam bulan yang diberikan kepada nasabah.

Grup tetap menerapkan manajemen biaya secara disiplin serta membantu mengurangi dampak dari kondisi operasional Grup yang melemah, yang menyebabkan terkelolanya tren penurunan pada biaya overhead menjadi RM11,25 miliar atau 2,7% lebih rendah dari RM11,56 miliar pada FY19. Hal ini berdampak pada rasio biaya-terhadap-pendapatan Grup yang membaik menjadi 45,4% dari 46,7% di tahun sebelumnya.

Oleh karena pendapatan operasional yang lebih tinggi dan biaya overhead yang semakin rendah, laba operasional sebelum provisi (PPOP) mengalami kenaikan 2,6% atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang merupakan sebuah rekor menjadi RM13,52 miliar. Meskipun demikian, Grup terus mengambil sikap konservatif dan melakukan pencadangan secara proaktif karena penurunan peringkat pada portofolio tertentu serta meningkatkannya manajemen overlay khusus untuk bisnis tertentu dan debitur korporasi yang menunjukkan perlambatan di pasar dan pada beberapa portofolio ritel.

Kondisi ini menyebabkan net impairment loss meningkat menjadi RM5,07 miliar pada FY20 dibandingkan dengan RM2,32 miliar tahun lalu, yang mempengaruhi laba bersih secara keseluruhan untuk tahun tersebut.

Kredit dan simpanan

Operasional Grup di Malaysia mencatat ekspansi gross loans yang stabil sebesar 4,0% untuk FY20, melampaui pertumbuhan industri sebesar 3,4%. Hal ini didukung peningkatan yang sehat sebesar 6,8% di segmen Community Financial Services yang didorong permintaan konsumen serta Perbankan Bisnis dan UKM yang kuat. Namun demikian, di pasar utama yaitu Singapura dan Indonesia, mencatat penurunan masing-masing sebesar 1,9% dan 14,8%, terutama karena adanya upaya write-off dan repayments, mengingat Grup terus mengelola eksposurnya di kedua pasar ini sebagai bagian dari strateginya untuk terus menyeimbangkan kembali portofolionya dengan mengurangi risiko. Akibatnya, gross loans Grup untuk tahun 2020 relatif sama dibandingkan dengan tahun lalu.

Sementara itu gross deposits pada tingkat Grup meningkat sebesar 2,6% dimana seluruh pasar menunjukkan peningkatan stabil, yang dipimpin oleh pasar di Singapura sebesar 6,9%, Indonesia sebesar 3,8% dan Malaysia sebesar 1,2%. Peningkatan yang baik terlihat pada segmen low cost current dan saving accounts (CASA), sementara fixed deposits berbiaya tinggi menurun sebagai bagian dari strategi untuk menjaga basis pendanaan yang efisien. Hal ini mengakibatkan rasio CASA Grup meningkat menjadi 42,8% pada Desember 2020 dari 35,5% pada Desember 2019.

Pengelolaan aset dan liabilitas yang efektif, serta funding mix juga mendorong Grup untuk dapat mengurangi tekanan pada margin bunga, terutama dari pemotongan suku bunga dan dampak dari Day-One modification loss. Upaya ini mengakibatkan NIM untuk FY20 turun hanya 17 bps menjadi 2,10%, dibandingkan dengan 2,27% di FY19 dan masih dalam kisaran target FY20 sebesar 20 bps.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini

No Release Found

Terpopuler


2022 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved