October
13
2021
     17:27

ZINC Raih Outlook Positif Sejalan dengan Kenaikan Kinerja

ZINC Raih Outlook Positif Sejalan dengan Kenaikan Kinerja

Jakarta, 13 Oktober 2021 – PT Kapuas Prima Coal Tbk (“ZINC”), emiten produsen base metal di Indonesia, terus melanjutkan kinerja yang positif sepanjang paruh pertama tahun ini. Tercatat, hingga Kuartal II-2021 penjualan ZINC mencapai Rp 499,9 miliar dan laba bersih mencapai Rp 40,9 miliar.

Pencapaian tersebut tak lepas dari langkah strategis yang dijalankan oleh ZINC serta terdorong oleh kenaikan harga komoditas. Sejalan dengan pencapaian tersebut, Pefindo memberikan peringkat positif kepada ZINC dan Obligasi I Tahun 2018 karena dinilai arus kas dan posisi bisnis akan membaik seiring dengan ekspansi yang terus dilakukan.

Evelyne Kioe selaku Direktur ZINC mengungkapkan, “Dengan peringkat baru yang diberikan oleh Pefindo dari stabil menjadi positif, serta seiring dengan proses peningkatan kapasitas produksi yang terus kami lakukan. Diharapkan ke depan kinerja ZINC dapat semakin bertumbuh dan dapat memberikan hasil yang positif bagi seluruh pemangku kepentingan ZINC.”

Lebih lanjut Evelyne menjelaskan bahwa saat ini ZINC masih akan fokus pada bisnis inti yaitu produksi konsentrat seng dan timbal. Namun seiring dengan adanya permintaan dan cadangan bijih besi yang dimiliki, sejak akhir tahun 2020 ZINC mulai mengaktifkan kembali penambangan bijih besi untuk dijual ke pasar domestik. Di mana hingga Semester I-2021, penjualan bijih besi ZINC mengalami peningkatan lebih dari 200% atau mencapai Rp22,6 miliar.

“Untuk bijih besi, kami masih akan tetap menjaga pertumbuhan yang stabil sambil terus melihat momentum untuk jangka waktu enam bulan kedepan. Diharapkan dengan program vaksinasi yang terus berjalan, serta pemulihan ekonomi pasca pandemi dapat mendorong permintaan akan komoditas ini,” ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini ZINC tengah menambah kapasitas produksi hingga mencapai 564.000 ton konsentrat. Dimana tahun ini ZINC memperoleh kuota ekspor sebesar 46.000 ton konsentrat seng dan 17.500 ton konsentrat timbal. Dalam rangka meningkatkan produksi dan penjualan di tahun depan, ZINC juga telah merampungkan pembangunan smelter timbal dengan kapasitas produksi mencapai 20.000 ton per tahun yang direncanakan dapat beroperasi pada akhir tahun ini.

“Kami optimis dapat menutup tahun ini dengan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020. Hal ini karena kami melihat permintaan untuk konsentrat masih stabil, dan fenomena commodity supercycle juga masih berada di fase awal, sehingga masih ada peluang yang besar untuk kami terus menggenjot kinerja hingga tahun depan,” tutup Evelyne.

Sekilas mengenai PT Kapuas Prima Coal Tbk (“ZINC”)

PT Kapuas Prima Coal (“ZINC”) adalah perusahaan yang melakukan kegiatan usaha dalam di bidang pertambangan bijih besi (Fe) dan Galena yang kemudian diolah menjadi konsentrat timbal (Pb) dan konsentrat seng (Zn). Berdiri sejak tahun 2005 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Oktober 2017, saat ini Perseroan fokus mengolah Galena (PbS) menjadi konsentrat Timbal (Pb) dan Seng (Zn) dengan pengetahuan, pengalaman dan teknologi pengolahan yang terbaik untuk mendapatkan hasil atau kadar yang maksimal. Selain itu, untuk meningkatkan nilai tambah, Perusahaan juga tengah menyelesaikan proyek smelter pemurnian timbal (Pb) dan pembangunan smelter Seng (Zn) yang berada di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Wilayah penambangan yang telah mendapatkan ijin adalah seluas 5.569 Ha di mana potensi deposit Galena (PbS) yang dapat ditambang masih besar.

Dalam rangka mencapai keberhasilan Perseroan, ZINC memegang tiga hal penting yaitu melakukan efisiensi terhadap biaya operasional, menambah jumlah cadangan dan bahan baku mineral, serta menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien. Pada saat yang sama, ZINC juga berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan, serta senantiasa membantu komunitas di sekitar area tambang Perseroan.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved