June
29
2021
     18:12

Mendukung Program Hilirisasi ZINC bersama Bank Mandiri Bekerjasama melalui Pinjaman USD 96 Juta

Mendukung Program Hilirisasi ZINC bersama Bank Mandiri Bekerjasama melalui Pinjaman USD 96 Juta

Jakarta, 29 Juni 2021 – PT Kapuas Prima Coal Tbk (“ZINC”), emiten produsen base metal di Indonesia berhasil mendapat kepercayaan bank di tengah masa pandemi untuk terus memacu produksi hasil tambang sejalan dengan tren kenaikan harga komoditas global yang meningkat.

Upaya ini didukung oleh Bank Mandiri melalui pemberian fasilitas pinjaman senilai total USD 96 juta. Selain untuk memacu produksi tambang bijih besi, galena, dan mineral lainnya, ZINC berharap target penyelesaian salah satu smelter miliknya bisa selesai di semester kedua 2021 sejalan dengan program hilirisasi yang dicanangkan Pemerintah Indonesia.

Direktur Pengembangan Usaha ZINC Evelyn Kioe menyatakan “Kami bangga dapat mengumumkan keberhasilan perjanjian kredit sebesar USD 96 juta dimana penggunaannya adalah untuk bagian dari modal kerja Perseroan sebesar USD 34,35 juta dan USD 61,65 juta untuk belanja modal (capex).

Alokasi capex sebesar USD 36,65 juta adalah untuk pembelian alat berat dan investasi infrastruktur pertambangan guna menambah kapasitas produksi. Sedangkan USD 25 juta dialokasikan untuk menyelesaikan smelter milik ZINC. Di luar term loan tersebut, ZINC juga mendapat fasilitas tambahan non-cash loan sebesar USD 14 juta,” ujarnya.

Evelyn Kioe melanjutkan, “Seiring dengan meningkatnya permintaan akan komoditas secara global kami berusaha menempatkan ZINC pada posisi dan momentum yang tepat sehingga dapat mencapai hasil performa yang maksimal. Dengan adanya perjanjian kredit ini diharapkan ZINC dapat meningkatkan produksi sesuai dengan target sebelumnya, serta tentunya pemenuhan program hilirasasi yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia. Kami melihat Bank Mandiri sebagai bagian dari instansi Pemerintah Indonesia juga sangat mendukung program hilirasasi ini.”

“Sinergi dan kepercayaan yang diberikan oleh Bank Mandiri kepada ZINC sebagai satu-satunya tambang Galena di Indonesia tentunya memacu Perseroan untuk senantiasa memberikan performa terbaik dengan selalu mengutamakan aspek Environmental, Social, dan Governance (ESG) yang baik,” tutup Evelyn.

Sekilas mengenai PT Kapuas Prima Coal Tbk (“ZINC”)

PT Kapuas Prima Coal (“ZINC”) adalah perusahaan yang melakukan kegiatan usaha dalam di bidang pertambangan bijih besi (Fe) dan Galena yang kemudian diolah menjadi konsentrat timbal (Pb) dan konsentrat seng (Zn). Berdiri sejak tahun 2005 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Oktober 2017, saat ini Perseroan fokus mengolah Galena (PbS) menjadi konsentrat Timbal (Pb) dan Seng (Zn) dengan pengetahuan, pengalaman dan teknologi pengolahan yang terbaik untuk mendapatkan hasil atau kadar yang maksimal.

Selain itu, untuk meningkatkan nilai tambah, Perusahaan juga tengah menyelesaikan proyek smelter pemurnian timbal (Pb) dan pembangunan smelter Seng (Zn) yang berada di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Wilayah penambangan yang telah mendapatkan ijin adalah seluas 5.569 Ha dimana potensi deposit Galena (PbS) yang dapat ditambang masih besar.

Dalam rangka mencapai keberhasilan Perseroan, ZINC memegang tiga hal penting yaitu melakukan efisiensi terhadap biaya operasional, menambah jumlah cadangan dan bahan baku mineral, serta menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien. Pada saat yang sama, ZINC juga berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan, serta senantiasa membantu komunitas di sekitar area tambang Perseroan.


Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved