April
21
2021
     18:57

Tingkatkan Kesetaraan Gender, Gojek Jadi Perusahaan Indonesia Pertama yang Wujudkan Misi PBB Akhiri All-Male Panels

Tingkatkan Kesetaraan Gender, Gojek Jadi Perusahaan Indonesia Pertama yang Wujudkan Misi PBB Akhiri All-Male Panels

JAKARTA, 21 April 2021 - Bertepatan dengan Hari Kartini, Gojek  sebagai platform on-demand terkemuka di Asia Tenggara, mengumumkan keikutsertaannya dalam “Ikrar Tanpa Manel” atau “No Manel Pledge” yang diinisiasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mengakhiri fenomena “All-Male Panels (Manel)”.

Gojek menjadi perusahaan Indonesia dan penandatangan Women Empowerment Principles (WEP) pertama yang bergabung dalam inisiatif ini. Hal ini sekaligus menekankan komitmen Gojek dalam meningkatkan kesetaraan dan inklusi gender.

Sebagai wujud nyata dari komitmen ini, Gojek akan menghadirkan kesempatan bagi pembicara perempuan untuk ikut berpartisipasi pada seluruh acara diskusi yang digagas perusahaan. Gojek juga akan senantiasa mengajak pihak penyelenggara acara diskusi publik untuk mengedepankan aspek keberagaman gender.

Group Head of Sustainability Gojek Tanah Sullivan mengatakan, “Di Gojek kami percaya pada kekuatan keberagaman. Kami memastikan adanya ruang yang aman dan inklusif bagi semua orang untuk menjadi diri mereka sendiri, siapapun mereka; dihargai, terlibat dan didukung.

Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap keberagaman, kami berjanji untuk mengakhiri panel berisi semua pria di semua acara Gojek dan memasukkan janji ini ke dalam kebijakan peluang berbicara Gojek yang ada, baik di Indonesia maupun internasional. Kami mendorong perusahaan dan organisasi lain untuk memastikan representasi yang beragam di setiap kesempatan berbicara.”

“No Manel Pledge” diinisiasi oleh UN Resident Coordinator for Indonesia Valerie Julliand pada awal tahun ini. Valerie turut mengundang sektor swasta untuk bergabung dalam inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesetaraan dan inklusi gender.

Hingga sekarang, “No Manel Pledge” telah diikuti oleh seluruh Kepala Badan PBB, lebih dari 40 duta besar, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta sejumlah pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Valerie Julliand menyebutkan, “Manels, atau panel yang semuanya beranggotakan laki-laki, tidak mewakili keragaman di dunia tempat kita tinggal. Dengan adanya keberagaman maka perspektif kita menjadi lebih beragam sehingga dapat memperkaya wawasan, dan  menjadikan kita lebih inovatif.

Selain itu, fenomena ini adalah manifestasi dari seksisme dan pengucilan, yang dapat memperkuat stereotip gender tentang laki-laki sebagai otoritas tinggi atau memiliki keahlian yang lebih baik. Bahkan ketika ada perempuan yang memiliki posisi maupun keahlian yang setara atau bahkan lebih berkualitas, tetapi kontribusinya terabaikan.”

Sementara itu, UN Women Indonesia Representative and Liaison to ASEAN Jamshed M. Kazi mengatakan “Manel dianggap sebagai sesuatu yang umum sehingga banyak yang tidak mempertanyakan. Konsekuensinya, pengabaian keterlibatan perempuan menjadi sebuah norma. Sehingga kita kehilangan perspektif berharga, keahlian, dan suara perempuan pada kebijakan publik. Untuk itu, kami mengapresiasi langkah Gojek untuk bergabung bersama mitra nasional dan internasional yang telah berkomitmen untuk “No Manel Pledge” tahun ini.”

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved