December
01
2021
     16:49

Sektor Properti Makin Cerah, Lippo Karawaci Adopsi Gaya Hidup Pasca Pandemi

Sektor Properti Makin Cerah, Lippo Karawaci Adopsi Gaya Hidup Pasca Pandemi

JAKARTA, 1 Desember 2021--Emiten PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) yang justru mengantongi kinerja cemerlang sepanjang tahun ini memunculkan persepsi industri properti menjadi salah satu sektor yang kebal dari imbas pandemi Covid-19.

Kinerja operasional dan finansial LPKR yang kinclong itu membuat emiten induk lini properti Lippo Group diganjar kenaikan peringkat utang oleh Moody’s Investor Service, dari stabil menjadi positif.

Lebih jauh, Moody’s sangat mungkin menaikkan rating LPKR yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 44,2 persen hingga kuartal III/2021, dari B3 menjadi B2. Sejauh ini, kinerja mengkilap LPKR didongkrak secara signifikan oleh segmen properti residensial.

Di lain sisi, hasil positif yang dipetik LPKR sejalan dengan riset Moody’s yang dirilis pada Agustus lalu. Menurut riset tersebut, industri properti akan mengalami pertumbuhan signifikan pada tahun ini terutama didorong permintaan hunian.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengungkapkan realisasi kinerja industri properti sejauh ini sesuai dengan prediksinya. Menurut John, industri properti nasional memiliki prospek yang cukup cerah untuk memetik pertumbuhan berkesinambungan.

Terdapat beberapa faktor yang ikut menopang kinerja sektor properti. Pertama, kata John, tingkat kepemilikan rumah yang masih cukup rendah, bahkan di kota besar seperti Jakarta. “Masih sekitar 40- 50%,” ungkapnya.

Padahal, lanjutnya, Indonesia telah memasuki fase negara dengan pendapatan per kapita menengah, yakni US$3.900. Pada level tersebut, sebagaimana terjadi pada negara berkembang lainnya, akan meningkatkan permintaan akan perumahan, terlebih 60% populasi merupakan segmen milenial yang produktif.

“Sekarang ada kecenderungan segmen milenial inilah yang memilih properti sebagai instrumen investasi, mereka menjadikan properti sebagai aset yang fungsional,” kata John.

Selain pendapatan per kapita yang meningkat dan populasi milenial usia produktif itu, John menyebutkan faktor lain yaitu tingkat bunga rendah. Jika dibandingkan pada masa booming properti pada 2008-2012 yang dikerek melambungnya sektor komoditas, tren pertumbuhan saat ini jauh lebih mantap dan organik. “Pada booming yang lalu, pembelinya banyak spekulan, kalau sekarang pembeli langsung,” katanya.

STRATEGI

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2022 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved