August
04
2021
     16:31

PermataBank Terus Mempertahankan Kinerja yang Solid pada Kuartal II Tahun 2021

PermataBank Terus Mempertahankan Kinerja yang Solid pada Kuartal II Tahun 2021

Jakarta – PT Bank Permata Tbk (“PermataBank” atau “Bank”) terus menjaga momentum peningkatan kinerja yang solid di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlanjut dan membayangi pemulihan perekonomian domestik dan global.

Pencapaian ini merupakan hasil dari penerapan strategi usaha berkesinambungan secara pruden dan konsisten yang tercermin dari pertumbuhan aset, pendapatan operasional dan laba bersih yang solid. Bank juga terus menjaga kualitas aset pada level yang aman serta memelihara posisi likuiditas dan permodalan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Direktur Utama PermataBank, Chalit Tayjasanant mengungkapkan, ”Meskipun keadaan perekonomian Indonesia belum kembali seperti pra-pandemi, namun kinerja PermataBank membuktikan bahwa dengan strategi bisnis yang kami jalankan dan dukungan para nasabah kami mampu mencetak hasil yang memuaskan di tengah tahun 2021.

Perluasan skala bisnis dan pertumbuhan kredit sehat, baik secara organik maupun inorganik, tetap menjadi fokus utama dalam meningkatkan kinerja PermataBank saat ini. Kami berharap dapat terus mendukung ekosistem perbankan Indonesia menuju ke arah yang lebih kuat.”

Dampak pandemi yang berkelanjutan terhadap pemulihan perekonomian domestik menjaditantangan yang cukup signifikan bagi industri perbankan dalam mencapai target pertumbuhanasset. Namun demikian, total aset Bank bertumbuh sebesar 34,8% YoY menjadi sebesarRp212,9 triliun sehingga mencatatkan PermataBank sebagai salah satu 10 bank komersialterbesar di Indonesia berdasarkan total aset.

Penyaluran kredit tumbuh 16,6% YoY menjadisebesar Rp120,8 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan kredit pada segmen WholesaleBanking sebesar 39,8% YoY yang antara lain dikontribusikan dari penyelesaian integrasidengan Bangkok Bank Indonesia di bulan Desember 2020. Pertumbuhan kredit Bank jugadidukung oleh pertumbuhan KPR yang cukup signifikan yaitu sebesar 21,7% YoY di segmen ritel.

Sejalan dengan pertumbuhan aset, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp4,9 triliun atau tumbuh sebesar 19,4% YoY dan laba operasional sebelum pencadangan tumbuh sebesar 36,6% YoY. Dalam hal pencadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan, Bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian mengingat dampak pandemi yang masih berlanjut yang secara tidak langsung menyebabkan potensi peningkatan risiko kredit inheren.

Hal ini tercermin dalam peningkatan rasio NPL gross dan NPL net di bulan Juni 2021 menjadi masing-masing 3,3% dan 1,2%, dibandingkan dengan posisi Desember 2020 masing-masing sebesar 2,9% dan 1,0%, walaupun masih lebih baik dibandingkan posisi Juni 2020 masingmasing sebesar 3,7% dan 1,8%.

Bank mengalokasikan biaya pencadangan kerugian penurunan nilai untuk mengantisipasi potensi kerugian akibat penurunan kualitas aset sebesar Rp1,5 triliun atau meningkat 41% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dengan demikian rasio NPL coverage tetap terjaga baik di kisaran yang cukup konservatif yaitu 218%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 112%. Hal ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian yang selalu diterapkan oleh Bank dalam mengelola risiko kredit.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved