March
31
2021
     19:07

Melalui Literasi Digital dan Pelatihan Tepat Guna, Sampoerna Dorong Produktivitas serta Kemandirian UMKM

 Melalui Literasi Digital dan Pelatihan Tepat Guna, Sampoerna Dorong Produktivitas serta Kemandirian UMKM

Jakarta, 31 Maret 2021 - Pandemi Covid-19 telah mengakselerasi transformasi berbasis digital dalam waktu relatif singkat dan membuat pelaku usaha, termasuk UMKM, dihadapkan pada tantangan namun juga kesempatan yang harus dikelola secara utuh agar tetap dapat bersaing dan beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen.

Pentingnya peran UMKM dalam menggerakkan perekonomian nasional mendorong PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) untuk senantiasa mengembangkan keterampilan UMKM Indonesia melalui program Sampoerna Retail Community (SRC) dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC).

Komitmen ini ditegaskan dan dipaparkan oleh Presiden Direktur Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis, di ajang konferensi Indonesia Summit 2021 oleh The Economist. “Kami senantiasa menjalankan komitmen untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing UMKM secara terpadu dan menyeluruh.

Khususnya dalam hal digitalisasi, kami antara lain membantu meningkatkan literasi digital serta mengembangkan aplikasi AYO SRC untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing toko kelontong tradisional,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia terkontraksi sekitar 2 persen pada 2020, dan lebih 90 persen pelaku usaha, mulai dari ultra mikro hingga menengah mengatakan bahwa penjualan mereka menurun1. Memasuki 2021, pemerintah optimis perekonomian akan kembali bangkit pada kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen.

Selain insentif dan stimulasi dana dari pemerintah di bawah Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kolaborasi dan kontribusi pihak swasta juga dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan.

Pelaku UMKM merupakan tulang punggung penggerak perekonomian yang mampu memberikan multiplier effect bagi masyarakat di sekitarnya. Menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah2, daya serap tenaga kerja UMKM adalah sebanyak 117 juta pekerja atau 97% dari daya serap tenaga kerja dunia usaha.

Sementara itu kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional (PDB) adalah sebesar 61,1%. Untuk itu, Sampoerna senantiasa berperan aktif meningkatkan keterampilan dan daya saing UMKM, termasuk toko kelontong yang tergabung di dalam Sampoerna Retail Community (SRC).

Diluncurkan pada tahun 2008, saat ini SRC telah merangkul lebih dari 130.000 pemilik toko kelontong yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Melalui program ini, Sampoerna memberikan pendampingan kepada pemilik toko kelontong SRC tentang manajemen bisnis dan rantai suplai, strategi pemasaran, pelatihan tentang pemanfaatan platform online seperti media sosial dan e-commerce, peningkatan literasi digital, hingga cara membina relasi yang baik dengan pelanggan. Ketika pandemi merebak, dukungan Sampoerna menjadi semakin relevan, utamanya dalam hal pemanfaatan teknologi serta platform digital untuk tetap produktif dan bertahan.

Lebih lanjut, untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing pemilik toko kelontong SRC, Sampoerna mengembangkan aplikasi digital AYO SRC yang diluncurkan pada tahun 2018. Aplikasi AYO SRC merupakan terobosan inovatif yang menghubungkan pemilik toko kelontong SRC di seluruh Indonesia dengan mitra penyalur, seperti pedagang grosir, serta juga dengan para konsumen secara online (Business to business to consumer/B2B2C).

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved