July
28
2021
     10:22

KKP: Rumput Laut Bisa Jadi Jawaban Atas Persoalan Limbah Plastik Hingga Perubahan Iklim

KKP: Rumput Laut Bisa Jadi Jawaban Atas Persoalan Limbah Plastik Hingga Perubahan Iklim

JAKARTA (27/7) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak para pelaku usaha rumput laut menangkap peluang dari tingginya permintaan komoditas ini. Terlebih rumput laut juga menjadi jawaban terhadap sejumlah persoalan global seperti limbah plastik serta perubahan iklim.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti mengungkapkan, inovasi menjadi kata kunci dalam pengembangan produk turunan rumput laut. Dia pun menyontohkan rumput laut hadir dengan bioplastic sebagai pengganti kemasan plastik.

Bahkan dalam penelitian mutakhir yang dipublikasikan di PLoS ONE Journal, Maret lalu menyebutkan pemanfaatan rumput laut jenis Asparagopsis taxiformis dalam pakan ternak ruminansia seperti sapi, mampu mengurangi emisi gas metana.

"Ketika dunia menempatkan climate change sebagai isu utama, pelaku usaha bisa mem-branding rumput laut sebagai tanaman yang mampu menyerap CO2," terang Artati saat membuka Webinar tentang rumput laut, di Jakarta, Selasa (27/7/2021).

Dalam seminar daring bertajuk "Mendulang Rupiah dari Produk Inovasi Berbasis Rumput Laut,” Artati menegaskan rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang sangat melimpah di perairan Indonesia. Jumlahnya mencapai 8,6% dari total biota di laut. Sementara luas wilayah habitat rumput laut di Indonesia mencapai 1,2 juta hektare atau terbesar di dunia.

"Kemelimpahan sumber daya hayati rumput laut ini tentunya merupakan anugerah bagi Bangsa Indonesia yang dapat didayagunakan sebagai penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, penghasil devisa serta menjadi sumber pangan dan gizi nasional," tegasnya.

Adapun Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Machmud menjelaskan bahwa saat ini pemanfaatan rumput laut untuk konsumsi manusia menyumbang lebih dari 77% dari keseluruhan pangsa pasar global. Kebutuhan diproyeksikan meningkat di masa mendatang karena perubahan lifestyle kebiasaan makan yang sehat, dan meningkatnya populasi penduduk. Selain itu, permintaan pasar rumput laut diprediksi mencapai USD23,04 miliar pada tahun 2027.

"Peningkatan permintaan terjadi karena meningkatnya permintaan rumput laut untuk industri pangan, pakan, obat-obatan dan kosmetik," terang Machmud.

Sebagai bentuk dukungan, Machmud memastikan pemerintah telah melakukan langkah serius dalam pengembangan industri rumput laut nasional melalui Perpres 33/2019. Langkah penguatan industri rumput laut nasional diimplementasikan dalam beberapa program, diantaranya penelitian pengembangan budidaya jenis (spesies dan/atau varietas) baru, inovasi teknologi produk setengah jadi dan produk akhir, serta pasar produk rumput laut nasional dan global.

"Ketika trend healthy food meningkat di komunitas dunia, rumput laut hadir menjadi opsi plant-based food bahkan menjadi superfood," papar Machmud.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved