July
27
2021
     14:38

KKP Gelar Pelatihan Budidaya Patin dan Inovasi Olahan Hasil Perikanan di Kapuas Hulu

KKP Gelar Pelatihan Budidaya Patin dan Inovasi Olahan Hasil Perikanan di Kapuas Hulu

JAKARTA (27/7) – Pemerintah terus mengejar peningkatan produktivitas subsektor perikanan budidaya. Pengembangan pun dikejar hingga produksi pascapanen. Teranyar, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Komisi IV DPR RI menggelar dua kegiatan pelatihan sekaligus di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yaitu Pelatihan Budidaya Ikan Patin pada 21-22 Juli 2021 dan Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan pada 24-25 Juli 2021.

Difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluh Perikanan (BP3) Tegal, pelatihan budidaya ikan patin diikuti sebanyak 50 orang pembudidaya yang dilakukan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sementara pada pelatihan pengolahan hasil perikanan diikuti sebanyak 50 orang masyarakat pengolah dan pemasar yang dilakukan secara blended learning.

Ditemui secara terpisah, Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP), Sjarief Widjaja menyampaikan, pelatihan yang diselenggarakan di Kabupaten Kapuas Hulu ini, merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan program prioritas KKP, khususnya untuk peningkatan produksi perikanan budidaya dan pengembangan kampung-kampung perikanan.

“Mudah-mudahan kedua pelatihan ini dapat memacu pengembangan kampung-kampung perikanan yang terintegrasi di Kabupaten Kapuas Hulu. Nantinya hal ini dapat memenuhi kebutuhan ikan air tawar di Kalbar dan mampu meningkatkan nilai tambah pascapanen melalui diversifikasi olahan,” jelas Sjarief.

Lebih lanjut, Sjarief menyatakan, pelatihan budidaya patin yang diberikan bukan hanya berorientasi pada pembesaran, melainkan juga penyiapan benih unggul dan pembuatan pakan mandiri supaya pembudidaya tidak bergantung akan pakan pabrikan.

“Pembuatan pakan didorong dengan memanfaatkan ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah sehingga tidak membutuhkan biaya besar. Selain itu, dengan pakan mandiri kita mampu memenuhi kebutuhan protein ikan,” pungkasnya.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati menyatakan, peserta pelatihan budidaya patin diberikan materi budidaya secara komprehensif meliputi persiapan wadah dan media, penebaran benih, manajemen kualitas air, pembuatan pakan dan manajemennya, hingga panen.

“Pelatihan ini tidak hanya penyampaian materi di kelas, namun lebih banyak pemberian praktik di lapangan supaya mempermudah penerapannya,” ujar Lilly.

Selain itu, pada pelatihan pengolahan hasil perikanan, peserta dibekali materi pembuatan kerupuk amplang, pembuatan olahan berbasis surimi, pengemasan, dan pemasaran. Adanya diversifikasi olahan hasil perikanan akan meningkatkan minat masyarakat, khususnya anak-anak untuk mengonsumsi ikan.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved