March
22
2018
     16:38

Gencarkan Misi Dagang, Kemendag Boyong 79 Pelaku Usaha Indonesia ke Taiwan

Gencarkan Misi Dagang, Kemendag Boyong 79 Pelaku Usaha Indonesia ke Taiwan

Arlinda menggarisbawahi bahwa sektor minyak kelapa sawit memainkan peranan penting dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia, sumber pendapatan bagi 5,3 juta lapangan kerja langsung, dan meningkatkan penghidupan 21 juta keluarga petani kecil.

Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Taiwan pada 2017 mencapai USD 2,09 juta atau meningkat sebesar 27,39% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar USD 1,64 juta. Sementara itu, impor minyak kelapa sawit Taiwan pada 2017 dari pasar dunia mencapai USD 176,17 juta dengan kontribusi pangsa pasar minyak kelapa sawit di Taiwan hanya 4,66%.

Indonesia berkomitmen memperbaiki cara produksi agar lebih berkelanjutan secara ekonomi, lingkungan, dan sosial. Menurut skema Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesia merupakan produsen terbesar Certified Sustainable Palm Oil. “Indonesia siap memenuhi permintaan minyak sawit lestari 100% yang berkualitas tinggi. Saat ini Indonesia memasok 6,58 juta ton atau lebih dari setengah CSPO di pasar global,” tegas Arlinda.

Sementara pada kegiatan business matching, 79 pengusaha Indonesia akan dipertemukan dengan 144 pelaku usaha Taiwan. “Diharapkan para pelaku bisnis dari kedua pihak dapat menggunakan kesempatan ini untuk menjalin hubungan dan berdiskusi lebih detail mengenai produk dan jasa yang diminati,” ujar Arlinda.

Sedangkan di sektor jasa, Pemerintah telah menetapkan beberapa target pasar untuk ekspor pekerja terampil. Taiwan merupakan salah satu negara tujuan untuk mengirimkan pekerja migran formal/profesional Indonesia.

“Untuk mewujudkan target ini, kami membawa serta para perwakilan dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Asosiasi Penempatan Migran Indonesia (ASPATAKI), dan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI). Mereka siap bekerja sama dengan rekan-rekan dari Taiwan untuk menempatkan pekerja terampil yang bekerja di sektor seperti perhotelan, kesehatan, manufaktur, konstruksi, minyak dan gas,” kata Arlinda.

Di sektor pariwisata, upaya promosi wisata Indonesia di Taiwan dilaksanakan melalui program misi penjualan, partisipasi pada pameran wisata internasional, peran aktif mahasiwa Indonesia melalui berbagai pertunjukan budaya, serta didukung dengan adanya layanan bebas visa ke Indonesia. Pada periode Januari?November 2017, tercatat sebanyak 168.183 orang turis Taiwan ke Indonesia, terjadi kenaikan sebesar 2,95% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Begitu juga dengan jumlah turis Indonesia yang berkunjung ke Taiwan pada periode Januari?November 2017 mengalami kenaikan sebesar 2,31%, yaitu sebanyak 171.796 orang. Data tersebut menempatkan Indonesia di posisi urutan ke-6 di antara negara-negara tujuan wisatawan Taiwan di wilayah ASEAN.

Total perdagangan antara Indonesia dengan Taiwan meningkat sebesar 14,21% dari tahun 2016 ke tahun 2017. Indonesia mengalami surplus terhadap Taiwan di tahun 2017 sebesar USD 960 juta dari total perdagangan USD 7,5 miliar. Produk ekspor nonmigas terbesar Indonesia ke Taiwan antara lain batu bara, timah, tripleks, tembaga, karet, produk kertas, serta sotong dan cumi-cumi.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini

No Release Found

Terpopuler


2024 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved