August
13
2019
     21:11

Begini strategi Internusa Keramik Alamasri (Ikai) hadapi persaingan bisnis keramik

Publisher
Kontan, PT Grahanusa Mediatama

JAKARTA. Emiten keramik PT Internusa Keramik Alamasri Tbk (IKAI) tidak risau dengan serbuan keramik impor dari India. Managing Director IKAI Angelica Lie menyatakan hinmgga semester I 2019 keramik impor dari India tidak menggerus penjualan perusahaan.

“Produk India menyasar kelas bawah sehingga tidak berdampak pada produk kami yang menyasar kelas menengah ke atas,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (13/8).

Angelica menjelaskan produk keramik IKAI yang bermerk Essenza memproduksi granit high end yang berbeda dengan produk keramik India yang masuk pasar Indonesia. Produk porcelain tile Essenza terdiri dari beberapa tipe yaki tipe Polish, Unpolish dan Rock (permukaan kasar) yang mencakup 9 seri dengan total 34 pilihan warna. Pada pasar ekspor, merk Essenza juga telah digunakan di lebih dari 40 negara.

Potensi pasar high end yang disasar IKAI terbilang besar dibandingkan dengan kapasitas produksi. Angelica menyatakan dengan meningkatnya ekonomi Indonesia, pasar high end akan terus meningkat sebab IKAI menjualnya dengan harga yang kompetitif.

Selain itu, Angelica menyatakan saat ini IKAI juga baru selesai melakukan peremajaan mesin dan baru mulai kembali produksi pada kuartal II 2019.

Angelica menjelaskan peremajaan mesin yang dilakukan IKAI merupakan bagian dari strategi menghadapi produk impor. Sebagian besar IKAI menggunakan mesin dari Italia yang sudah diakui kualitasnya dalam memproduksi keramik berkualitas tinggi. Dengan begitu, IKAI tidak perlu head to head dengan produk impor India dan Tiongkok.

Inovasi lain yang dilakukan IKAI dijelaskan Angelica adalah dengan penggunaan mesin digital print mampu untuk terus berinovasi di segi design. Ditambah dengan bantuan partner-partner business yang memang berpengalaman di bidang design dan application ink, IKAI mampu memproduksi granit dengan tren terkini.

Terkait diversifikasi, salah satu strategi IKAI adalah dengan memperluas bisnisnya ke sektor perhotelan dan properti. Hal ini untuk menjaga recurring income bagi perusahaan induk.

Asal tahu saja menilik riwayat perusahaan, IKAI memutuskan melakukan pengembangan usaha pada 2017 ke bidang properti untuk menudkung akar usaha yakni produksi ubin poselen. Tiga perusahaan properti di bidang perhotelan diakuisisi yakni PT Realindo Sapta Optima berlokasi di Ubud, PT Mahkota Artha Mas juga berlokasi di Ubud, dan PT Mahkota Properti Indo Medan berlokasi di Medan.

Berlanjut pada Agustus 2018, IKAI kembali mengakuisisi PT Hotel Properti Internasional yang berdomisili di Kota Bogor dan PT Saka Mitra Sejati yang berdomisili di Kota Medan. (Arfyana Citra)


Release Terkini