September
17
2021
     06:38

ASEAN Respons Positif Pentingnya Mendorong Pertumbuhan Rantai Pasok Global & Peningkatan Fasilitasi Perdagangan

ASEAN Respons Positif Pentingnya Mendorong Pertumbuhan Rantai Pasok Global & Peningkatan Fasilitasi Perdagangan

Jakarta, 16 September 2021 – Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi menghadiri pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) yang telah memasuki hari ketiga, atau hari terakhir, Rabu (15/9). Hal yang mengemuka di pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN dengan negara mitra dialog hari itu antara lain respons positif terhadap keinginan Chile untuk bergabung dalam perjanjian ‘ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement’ (AANZFTA), serta rekomendasi dari sektor bisnis agar ‘ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership’ (AJCEP) dapat memberlakukan sertifikasi mandiri dan Surat Keterangan Asal elektronik (e-SKA).

Upgrading Perjanjian AANZFTA Ditargetkan Selesai September 2022

Mengawali hari terakhir pertemuan dengan negara mitra dialog tersebut, para Menteri Ekonomi ASEAN bertemu dengan Menteri Australia dan Menteri Selandia Baru pada Pertemuan Konsultasi ‘ASEAN Economic Ministers-Closer Economic Relations’ (AEM-CER) ke-26.

Para Menteri menyambut baik perkembangan perundingan upgrading Perjanjian AANZFTA yang ditargetkan selesai pada September 2022. “Upgrading Perjanjian AANZFTA akan menjadikan perjanjian ini lebih modern, relevan, business-friendly, dan akan lebih memfasilitasi perdagangan di kawasan,” ungkap Mendag Lutfi menanggapi perkembangan yang baik ini.

Di samping itu, para Menteri juga membahas permintaan Chile untuk bergabung ke dalam Perjanjian AANZFTA. Secara prinsip, semua pihak dalam AANZFTA memandang bergabungnya Chile akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi di kawasan. Proses bergabungnya Chile ke dalam Perjanjian AANZFTA akan dimulai setelah perundingan upgrading AANZFTA selesai. “Chile memiliki profil ekonomi di kawasan Amerika Latin. Keunggulan ini akan memberikan keuntungan ekonomi bagi ASEAN, Australia, dan Selandia Baru di kawasan tersebut,” imbuh Mendag Lutfi.

Sektor Bisnis ASEAN-Jepang Dorong Self-Certification dan Electronic Certificate of Origin

Pada pertemuan berikutnya, para Menteri Ekonomi ASEAN bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (Minister of Economy, Trade, and Industry/METI) Jepang dalam Pertemuan Konsultasi AEM-METI ke-20. Pertemuan diawali dengan dialog antara para Menteri dengan sektor bisnis ASEAN dan Jepang.

Salah satu hal yang direkomendasikan sektor bisnis adalah agar Perjanjian AJCEP dapat meningkatkan fasilitasi perdagangan melalui pemberlakuan sertifikasi mandiri dan e-SKA yang dirasa akan semakin memperkuat ketangguhan perjanjian tersebut di masa pandemi.

Para Menteri sepakat agar officials negara-negara ASEAN dan Jepang dapat mengintensifkan koordinasi dengan sektor bisnis. “Dukungan kepada sektor bisnis akan terus diberikan oleh ASEAN dan hal ini menjadi salah satu upaya untuk memulihkan ekonomi di kawasan sebagai dampak pandemi Covid-19,” ujar Mendag Lutfi.

Selain itu, para Menteri ASEAN dan Jepang juga menyetujui proposal Jepang tentang ‘ASEANJapan Priority for Innovative and Sustainable Growth’ sebagai salah satu upaya bagi ASEAN dan Jepang dalam memulihkan kondisi ekonomi pascapandemi Covid-19. Para Menteri menugaskan officials untuk menyusun berbagai aktivitas dalam meningkatkan pertumbuhan dan inovasi di area industri, perkotaan, dan perdesaan sebagai tindak lanjut proposal ini.

“Aktivitas yang akan dilaksanakan harus dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat ASEAN yang sangat terdampak karena pandemi Covid19,” tegas Mendag Lutfi.

Pertemuan Perdana dengan Inggris dan Pertemuan East Asia Summit.

Dalam pertemuan perdana dengan Menteri Perdagangan Internasional Inggris, para Menteri Ekonomi ASEAN sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk inovasi
digital dan pembangunan yang berkelanjutan. Inggris telah resmi menjadi Mitra Dialog ASEAN pada awal Agustus 2021. Pada kesempatan tersebut, Mendag Lutfi mendorong kerja sama yang dapat mendukung para pelaku usaha di Indonesia dan ASEAN untuk terus menjalankan usahanya di masa pandemi saat ini.

Agenda terakhir adalah Pertemuan ke-9 East Asia Summit (EAS) Economic Ministers yang terdiri atas sepuluh negara ASEAN, Australia, Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, Korea, Jepang, India, Rusia, dan Selandia Baru. Para menteri berdiskusi mengenai hasil kajian yang dilakukan ERIA bertema ‘Developing a Framework for Supply Chain Resilience and Post-Pandemic Recovery in East Asia’.

“Indonesia bersama negara anggota EAS sepakat mempercepat pemulihan ekonomi dengan mendukung sistem perdagangan multilateral yang terbuka, serta mendorong pertumbuhan rantai pasok global untuk mendorong pertumbuhan industri yang semakin efisien dan fasilitatif dalam perdagangan dunia,” tutup Mendag Lutfi.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved