August
19
2021
     14:20

Aquatic Plant, Si Cantik Andalan Penghobi Aquascape

Aquatic Plant, Si Cantik Andalan Penghobi Aquascape

JAKARTA (19/8) -  Tanaman air atau biasa disebut aquatic plant atau flora aquatic merupakan bagian dari perikanan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Namun sebagian besar masyarakat belum mengetahui manfaat serta kegunaan tanaman tersebut.

Melihat besarnya potensi yang ada, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) telah memulai riset tanaman air, sejak tahun 2018, yang diawali dengan pendataan spesies tanaman air endemik Indonesia yang berpotensi sebagai estetika atau hiasan akuarium dan sebagai obat. BRSDM melalui Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) pun telah berhasil mengidentifikasi 218 spesies.

Pada Webinar Series ke-5 Merah Putih Ikan Hias Tahun 2021 sesi Aquatic Plant Talk, 18 Agustus 2021, Media Fitri Isma Nugraha, Peneliti Tanaman Hias BRBIH, bidang Biologi, Genetika, Bioteknologi dan Evolusi, menuturkan seluk beluk perihal tanaman air yang memiliki beragam potensi dan manfaat untuk mempercantik hobies para pembudidaya.

"Di tengah pandemi Covid-19, pemanfaatan tanaman air untuk aquascape semakin digandrungi. Tak hanya bagi penghobi, masyarakat luas kini semakin melirik keindahan tanaman di dalam air. Seni bercocok tanam di dalam air pun bukan hanya dijadikan sebagai pelepas penat, namun juga dapat dijadikan sebagai bisnis yang menguntungkan," terang Media.

Lebih lanjut disampaikan, tanaman air menurut literatur pada dasarnya dikelompokkan menjadi empat kelompok besar berdasarkan cara hidupnya yakni: (1) Alga, merupakan tumbuhan air yang tidak mempunyai organ lengkap atau disebut tumbuhan bertalus; (2) Tanaman yang mengambang di atas air, adalah tanaman yang muncul di permukaan air hanya daunnya saja, sedangkan organ lainnya berada di dalam air; (3) Tanaman yang separuh badan di atas air dan separuh badan di dalam air, adalah tanaman air bagian daun hingga setengah batang badan berada di permukaan air dan setengah batang kebawah hingga akar berada di dalam air; dan (4) Tanaman yang terendam air, adalah tanaman yang seluruh tubuhnya berada di dalam air atau di dasar air.

"Dalam hal manfaat, tanaman air tak hanya sedap dipandang mata sebagai hiasan akuarium, namun juga berfungsi sebagai penghilang amoniak untuk proteksi ikan. Secara natural dalam ekosistem perairan tanaman air dan ikan serta biota perairan lainnya memiliki simbiosis mutualisme. Ikan menyumbang hara berupa sisa pakan dan kotoran.

Dibantu oleh bakteri pengurai, hasil buangan ikan terdekomposisi menjadi nitrat dan amoniak lainnya, yang dapat menjadi racun bagi ikan dan penyebab kematian massal pada ikan. Keberadaan tanaman air dapat memberikan kontribusi dalam penyerapan nitrat dan amoniak.

Penyerapan amoniak oleh tanaman memberikan efek positif karena amoniak menghambat asimilasi nitrat yang diperlukan organisme lain," jelas Media.

Manfaat kedua, yakni sebagai pelindung ikan dengan mengeluarkan logam dari air. Logam berat berefek pada penghambatan reproduksi dan menekan nafsu makan pada ikan, sehingga menyebabkan sakit dan kematian pada ikan. Tanaman air mempunyai kemampuan dan sifat menyerap dengan cepat logam berat dan mendekomposisi menjadi humat yang bersifat mengikat dan mendetoksifikasi logam.

Ketiga, tanaman air bermanfaat sebagai chelator (penyaring) cemaran di perairan. Cemaran perairan banyak disebabkan oleh kontaminasi logam berat akibat aktivitas manusia. Chelator merupakan molekul kecil yang mengikat sangat erat ion logam. Tanaman air juga bermanfaat sebagai pengontrol alga. Kandungan allelophaty pada tanaman air tidak diragukan lagi sebagai formula pengontrol alga, dan sangat beracun untuk alga, karena memiliki kandungan fenolik.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini

No Release Found

Terpopuler


2022 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved