June
09
2022
     09:19

VIDA Mengumumkan Penggalangan Dana Seri A

VIDA Mengumumkan Penggalangan Dana Seri A
ILUSTRASI. Startup keamanan digital VIDA.

Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. VIDA, penyedia layanan identitas digital terdepan di Indonesia, mengumumkan penggalangan dana seri-A dari berbagai investor terkemuka di Indonesia, Asia Tenggara, dan dunia. Sejumlah investor yang turut berpartisipasi adalah Alpha JWC Ventures, Breyer Capital, DST Global Partners, Future Shape, AC Ventures, serta Endeavor Catalyst.

Didirikan pada tahun 2018 oleh Niki Luhur, Sati Rasuanto, dan Gajendran Kandasamy, VIDA menyediakan layanan identitas digital yang aman bagi partner bisnis dan masyarakat. Berbekal lisensi penuh sebagai Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) berinduk di bawah Kementerian Komunikasi Informatika Republik Indonesia serta beragam akreditasi global lainnya, VIDA hadirkan layanan kelas dunia seperti tanda tangan elektronik tersertifikasi, layanan verifikasi identitas online (e-KYC), dan layanan autentikasi lainnya.

Produk VIDA telah digunakan oleh jutaan masyarakat Indonesia melalui berbagai layanan populer digital dari berbagai industri seperti jasa keuangan, e-commerce, transportasi, telekomunikasi dan juga kesehatan. Memanfaatkan keahlian yang mendalam dari sisi keamanan informasi, VIDA berperan penting membantu para mitra bisnis dalam mengurangi tindak penipuan (fraud), meningkatkan rasa percaya (trust) dalam transaksi online, hingga menyediakan digital environment yang aman untuk para penggunanya melakukan bisnis.

Baca Juga: Investree & VIDA Ajak Pahami Hak & Kewajiban Sebelum Gunakan Layanan Fintech Lending

Lewat pendanaan ini, VIDA akan memperdalam keahliannya dalam hal keamanan informasi dan pembelajaran mesin (machine learning), sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk mendorong peningkatan kepercayaan masyarakat dalam berinteraksi dan bertransaksi secara digital (digital trust) dalam ekonomi digital Indonesia.

Selain memberikan pendanaan, beberapa investor juga akan memegang posisi penasihat perusahaan (advisor) bagi VIDA, termasuk di antaranya nama-nama terkemuka di industri teknologi global seperti Jim Breyer, Founder & CEO Breyer Capital dan Tony Fadell, Principal Future Shape LLC, yang dikenal sebagai penemu iPod dan iPhone dan Founder & CEO dari Nest Labs.

Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA mengatakan, VIDA akan menggunakan hasil pendanaan ini untuk terus berinvestasi pada produk dan talentanya demi menghadirkan pengalaman verifikasi dan otentikasi yang seamless bagi para seluruh pengguna.

"Tak hanya itu, kami akan terus mendorong akselerasi dari visi perusahaan untuk memperdalam posisi kami di berbagai sektor industri strategis seperti jasa keuangan, e-commerce, dan juga layanan kesehatan,” ujar dia dalam siaran pers, Kamis (9/6).

Baca Juga: Inovasi dan layanan tanda tangan elektronik dukung ekosistem ekonomi digital

Sati Rasuanto, Co-Founder dan CEO VIDA menambahkan, kesuksesan penggalangan dana ini merupakan validasi global terhadap visi VIDA pada beragam potensi serta peluang bagi identitas digital di Indonesia. Pendanaan ini juga menandakan awal dari fase pertumbuhan baru bagi VIDA.

"Dengan kehadiran partner yang berpengalaman di industri digital kelas dunia, mereka tak hanya menyediakan amunisi bagi VIDA terus
tumbuh, melainkan juga arahan dan dukungan strategis bagi bisnis VIDA akan dapat mendorong posisi kami lebih luas di industri identitas digital,” ungkapnya.

Sementara itu, Jefrey Joe dari Alpha JWC Ventures mengatakan, Indonesia tetap menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di dunia dan inilah saat paling tepat untuk membangun lingkungan dunia maya yang semakin aman dan terpercaya bagi transaksi bisnis dan perdagangan.

"Dengan produk identitas digital serta verifikasi yang terbaik di industri, kami bangga dapat terus mendukung VIDA, dan percaya bahwa mereka berada pada posisi yang tepat dalam menyediakan layanan identitas digital yang krusial bagi perusahaan dan juga masyarakat dalam ekonomi digital,” terang dia.

Baca Juga: Privy raih pendanaan Seri B dari GGV Capital senilai US$ 17,5 juta

Tony Fadell, Principal pada Future Shape menyebut, dengan dunia yang beralih menjadi digital sepenuhnya, teknologi identitas digital dari VIDA yang terpercaya dapat diandalkan dan mudah digunakan, mengubah tanda tangan fisik yang menyulitkan serta rentan dipalsukan menjadi tanda tangan elektronik yang mudah digunakan dan lebih aman.

"VIDA kini telah memverifikasi dan mengautentikasi ratusan ribu identitas tiap harinya dengan standar keamanan global yang ketat,” ungkap Tony.

Adapun Jim Breyer dari Breyer Capital menilai, para founders di VIDA telah menunjukkan pemahaman yang kuat mengenai kompleksitas serta peluang yang ada dalam pasar identitas digital yang terus tumbuh. VIDA telah memperdalam keahlian mereka dalam artificial intelligence dan keamanan siber untuk dapat menghasilkan produk verifikasi dan autentikasi yang meyakinkan.

Baca Juga: Startup di Sektor Fintech hingga Logistik Masih Jadi Buruan Modal Ventura

"Kami percaya VIDA akan terus mendisrupsi batas-batas baru di Indonesia dan global, serta menyediakan layanan dan produk identitas digital kelas dunia bagi para pelanggan mereka,” kata dia.

Sejalan dengan misi VIDA untuk memperkuat teknologi keamanan siber kelas dunia, VIDA turut mengumumkan penunjukan Hamilton Turner sebagai Chief Technology Officer (CTO). Hamilton Turner adalah Asisten Profesor Ilmu Komputer, Universitas Vanderbilt asal Amerika Serikat dengan pengalaman 12 tahun dalam keamanan siber, otentikasi, sistem terdistribusi, kriptografi, dan algoritma optimasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2024 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved