June
11
2023
     20:55

Training of Trainer Pembentukan Pandu Digital Sektor Pendidikan bagi Guru di Bali

Training of Trainer Pembentukan Pandu Digital Sektor Pendidikan bagi Guru di Bali
ILUSTRASI. Kemenkominfo bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Denpasar menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Pembentukan Pandu Digital Sektor Pendidikan Kota Denpasar (8/6).

Sumber: Pressrelease.id | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Denpasar menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Pembentukan Pandu Digital Sektor Pendidikan Kota Denpasar pada hari Kamis, 8 Juni 2023. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid di Aula Sewaka Mahotama, Lantai 3 Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar dan diikuti oleh kurang lebih dari 197 peserta luring dan daring yang terdiri dari guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik di Kota Denpasar.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam literasi digital sektor pendidikan dengan menjadi pendamping pemanfaatan TIK. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka kesempatan peningkatan kapasitas bagi guru dan tenaga pendidik dalam bentuk pelatihan dari praktisi TIK.

Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center (KIC) pada tahun 2022 menunjukkan bahwa kapasitas Literasi Digital masyarakat Indonesia dinilai “sedang” yaitu sebesar 3.54 dari 5.00. Merespon hal tersebut, Kemenkominfo berkolaborasi dengan sejumlah lembaga pendidikan dan Perguruan Tinggi di Indonesia untuk melakukan literasi kepada masyarakat di sektor pendidikan mengenai materi yang didasarkan pada 4 pilar utama Literasi Digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Dalam sambutan pembukaannya disampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kemenkominfo, Relawan TIK, dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) perwakilan Bali atas terlaksananya kegiatan Literasi Digital dan Pembentukan Pandu Digital.

Agus Arya menuturkan bahwa, Negara yang mengembangkan sektor ekonomi digital harus mempersiapkan generasi muda yang produktif dengan dukungan literasi digital dan pemberdayaan masyarakat, masa depan industri digital berada di generasi muda, salah satunya jenjang SMP.

“Sekolah memiliki peran penting sebagai lembaga pendidikan untuk bersaing secara internasional maupun nasional, dengan adanya literasi digital diharapkan dapat makin cakap digital. Sekolah dibutuhkan untuk mendukung pemberdayaan literasi digital di kalangan guru, dengan begitu generasi muda dapat bersaing sehingga meningkatkan ekonomi digital,” tutur Arya Wibawa.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan, Bambang Tri Santoso dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gerakan Nasional Literasi Digital sudah bergulir sejak 2019, dengan target di segmen pendidikan tahun ini sebanyak 250.000 insan pendidikan yang terpapar literasi digital melalui Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah Kejuruan. Dan untuk mencapai target tersebut perlu kolaborasi dari semua pihak, "dalam pelaksanaan literasi digital melalui program Pandu Digital mengusung skema pentahelix yaitu kolaborasi pemerintah, bisnis, akademik, komunitas/masyarakat, dan media. Kami mohon kolaborasi dapat dijalani dengan baik, dukungan dari kota Denpasar sangat dibutuhkan untuk menyasar sekolah dan perguruan tinggi di Denpasar," ujar Bambang.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi seminar yang diisi oleh pemateri dari Kepala Diskominfo Kota Denpasar, IB Alit Adhi Merta; Ketua Umum Relawan TIK (RTIK) Indonesia dan Pandu Digital Utama, Fajar Eri Dianto; Mafindo perwakilan Bali, Indria Trisni Puspita; dan I Wayan Putra Sanjaya, Kepala Bidang Kurikulum dan Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar.

Seminar diawali dengan materi Strategi Pemerintah Membangun Literasi Digital dengan 4 Pilar oleh IB Alit Adhi Merta. Adhi menyampaikan sekitar 91% penduduk Denpasar adalah pengguna telepon seluler dimana angka tersebut merupakan angka yang tinggi. Hal itu membuat persebaran Informasi menjadi semakin besar dan luas sehingga perlu diberikan pemahaman pilar literasi digital.

“Digital Culture menjadi pilar yang juga penting karena terkait bagaimana kita membangun wawasan kebangsaan kita, ini (juga) berhubungan dengan Digital Ethics, pentingnya etika di internet, jangan sampai membuat orang merasa tidak nyaman atau menyenggol perasaan orang, meski melalui media sosial karena jempolmu adalah harimaumu. Tentunya Digital Safety juga penting, lakukanlah hal yang paling sederhana seperti ubah password secara berkala, jangan sampai keamanannya jebol,” jelas Adhi Merta.

Fajar Eri Dianto dalam materi Netizen Produktif Makin Cakap Digital, menyampaikan bahwa teknologi tidak menjerumuskan, bahkan masyarakat yang melek digital akan menaikkan image Indonesia di mata dunia. Kita juga harus bisa membuat anak-anak tertarik dengan pelajaran melalui media dan kanal digital. “Terdapat tantangan bagi anak didik di masa sekarang ini; metode belajar juga harus diubah untuk menyiasati adalah chatbot sehingga anak-anak tidak mengambil sesuatu yang salah. Tujuan mengerti teknologi bukan hanya untuk membuat kita pintar, tetapi juga untuk anak-anak didik kita menjadi lebih baik.” jelas Fajar.

Fajar juga menerangkan peran Pandu digital dalam mendukung literasi digital yaitu menjadi mentor dan konsultan dalam mendampingi penerapan teknologi yang aman, nyaman, dan tidak menjerumuskan.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Indria Trisni Puspita yang membawakan paparan mengenai Pilar Keamanan Digital. Indria menuturkan bahwa, di era seperti sekarang ini, segala aktivitas bisa diakses karena adanya kemudahan digital. Berbeda dengan zaman dulu yang segalanya serba manual. Bahkan tanpa mencari, banyak informasi yang bisa didapatkan melalui media sosial.

“Masa perpindahan dari manual ke arah digital ini membuat kita memerlukan banyak hal, seperti alat dalam berkomunikasi, memahami perkembangan teknologi, dan kita sebagai guru juga harus memahami teknik penyampaiannya,” jelasnya. Indria juga turut menyampaikan mengenai keamanan digital yang perlu diketahui, seperti pentingnya mengetahui keamanan perangkat digital, mengamankan aktivitas digital, mewaspadai penipuan digital, hingga memahami rekam jejak digital.

I Wayan Putra Sanjaya menutup seminar dengan materi mengenai Urgensi Penerapan Literasi Digital di Lingkungan Sekolah. Putra menjelaskan bahwa, literasi digital menjadi hal yang urgent dari dunia pendidikan karena dibutuhkan kompetensi peserta didik atau generasi muda agar mereka tidak menjadi penyebar berita bohong, membangun generasi yang bijak bermedia sosial, serta menumbuhkan peserta minat peserta didik dalam mengakses media sosial ke arah yang positif.

“Literasi digital memiliki dampak positif bagi siswa, yaitu dapat mengubah pola pikir dalam memanfaatkan media, menambah insight untuk belajar sehingga memiliki kemampuan digital, memahami perkembangan dunia digital yang pesat, serta adanya studi media,” tutur Putra.

Workshop Training of Trainer Pembentukan Pandu Digital Sektor Pendidikan

I Gede Yokta Pradana, anggota RTIK Bali menyampaikan materi mengenai Budaya Bermedia Digital. Yokta mengungkapkan bahwa, adanya digitalisasi membuat anak-anak mengetahui banyak hal di seluruh dunia. Meski begitu, terdampak dampak negatif yang perlu diwaspadai. Salah satunya terkait dengan kebebasan berekspresi yang menjadi berlebihan. “Kebebasan berekspresi menjadi konteks dalam budaya digital di mana (kita) harus tetap memperhatikan kaidah-kaidah yang ada. Kita sdah memiliki filter dalam berbudaya, yaitu Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Yokta.

I Wayan Adhi Karnawa selaku anggota RTIK Bali melanjutkan kegiatan dengan materi tentang “Peran Teknologi Terhadap Pendidikan”. Adhi menyampaikan bahwa, perkembangan teknologi memiliki pergerakan yang sangat cepat dan tidak bisa dikendalikan. Sebagai pengguna, kita dituntut dinamis untuk bisa mengimbangi apa yang dilakukan generasi di bawahnya.

“Maraknya sosial media juga bisa dimanfaatkan untuk belajar. Teknologi menjadi bagian penting dari proses belajar mengajar. Berkat alat pembelajaran modern, pendidikan kini bisa dilakukan tanpa henti sehingga keterlibatan siswa meningkat dan pengetahuan berkembang pesat,” tutur Adhi.

Pada kesempatan yang sama, Hani Purnawanti selaku Relawan TIK Indonesia serta Pandu Digital Madya memberikan paparan mengenai Etika Bermedia Digital di Dunia Pendidikan. Hani menuturkan bahwa, jika hendak melangkah ke dunia digital, harus senantiasa mendampingi anak-anak supaya mereka tidak melangkah sendirian. Perlu ditekankan kepada anak-anak jika beretika baik maka berarti membentuk profil pribadi yang positif. “Integritas adalah hal yang didukung pengetahuan etika, pemahaman netiket merupakan sebuah soft skill yang melekat pada individu maupun bagian budaya dari institusi,” jelas Hani.

Kegiatan ditutup dengan penjelasan materi dari I Gede Putu Krisna Juliarta, Ketua RTIK Bali dan Dosen STMIK Primakara. Krisna menekankan mengenai keamanan digital yang sehat untuk anak-anak. “Tanpa disadari, internet sekarang menjadi kebutuhan bagi kita. Namun hal tersebut tentu menimbulkan resiko bagi anak-anak, seperti kecanduan terhadap internet itu sendiri sampai merebaknya kotnen-konten negatif,” jelasnya.

Selain itu, Krisna juga memberikan kiat-kiat untuk memanfaatkan tools guna mengontrol aktivitas anak di media sosial agar terhindar dari konten negatif, seperti mengaktifkan google safe search, mengaktifkan mode terbatas di youtube (restricted mode), menggunakan youtube kids, dan memilih rating usia game/aplikasi di play store.

Sebagai informasi, kegiatan Training of Trainer (ToT) Pembentukan Pandu Digital Sektor Pendidikan Kota Denpasar menarget Tenaga Pendidik di Lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kemenkominfo. Program ini dilaksanakan dengan memberikan literasi mengenai teknologi digital pada sektor Pendidikan.

Baca Juga: Kemenkominfo Gelar Program Peningkatan Pemahaman Literasi Digital bagi Pegawai PLN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2024 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved