August
04
2022
     20:40

Platform Edukasi Profesional dari Schneider Electric Atasi Kekurangan SDM Data Center

Platform Edukasi Profesional dari Schneider Electric Atasi Kekurangan SDM Data Center
ILUSTRASI. Tersedia dalam 14 bahasa, Schneider Electric University menawarkan pendidikan vendor-agnostic yang mudah diakses bagi negara-negara yang paling membutuhkan, untuk mengatasi tantangan keterampilan industri.

Sumber: Pressrelease.id | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID -  Schneider Electric, pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan otomasi, telah mengumumkan serangkaian pembaruan untuk Schneider Electric University, sebuah platform pendidikan digital vendor-agnostic dan terakreditasi CPD. Tersedia dalam 14 bahasa dan dapat diakses gratis secara daring, platform pengembangan profesional ini didedikasikan untuk mengatasi kesenjangan keterampilan di sektor data center, membantu pemangku kepentingan industri untuk meningkatkan keterampilan dan mengikuti perkembangan teknologi terbaru, sustainability, dan insiatif-inisiatif efisiensi energi yang berdampak terhadap sektor ini.

Hingga saat ini, Schneider Electric University telah memberikan lebih dari satu juta kursus kepada lebih dari 650.000 pengguna data center dengan basis pengguna yang mewakili lebih dari 180 negara secara global. Pembaruan pada kualifikasi Data Center Certified Associate (DCCA) Schneider Electric University termasuk pemahaman dasar tentang daya, pendingin (cooling), rak, dan keamanan fisik (physical security), serta panduan tentang cara mengoptimalkan desain data center untuk mendorong ketahanan, efisiensi energi, dan sustainability.

Kursus-kursus terbaru yang tersedia, termasuk Optimasi Tata Letak Pendingin untuk Data Center (Optimizing Cooling Layouts for Data Center); Strategi Dasar Pengkabelan di Data Center (Fundamental Cabling Strategies in the Data Center); Menguji Metode Proteksi Kebakaran di Data Center (Examining Fire Protection Methods in the Data Center); dan Dasar-Dasar Pendinginan II – Kelembaban di Data Center (Fundamentals of Cooling II – Humidity in the Data Center).

Lebih lanjut, kurikulum Schneider Electric University menjawab poin-poin utama di industri seperti Pemilihan dan Perencanaan Lokasi Data Center (Data Center Site Selection and Planning), yang menawarkan panduan tentang cara memilih lokasi brownfield dan greenfield untuk akses energi terbarukan; Teknologi Pembangkit Listrik Alternatif (Alternative Power Generation Technologies) yang membantu mendorong penerapan strategi energi terbarukan, pembangkit listrik di lokasi (on-site power generation) dan penggunaan teknologi seperti microgrid dan Teknologi Baterai untuk Data Center (Battery Technology for Data Centers) yang mengevaluasi dampak sustainability dari berbagai jenis baterai UPS, manfaat teknologi Lithium-Ion, dan analisis biaya lifecycle tersebut.

Mengatasi kesenjangan keterampilan di industri

Penelitian Uptime Institute Annual Data Center Survey 2021  memperkirakan kebutuhan tenaga kerja secara global akan bertumbuh menjadi hampir 2,3 juta pada tahun 2025. Lebih lanjut, 32% responden melaporkan mengalami kesulitan untuk mempertahankan staf, dengan 47% mengalami kesulitan untuk mencari kandidat yang memenuhi syarat untuk lowongan yang tersedia. Merekrut dan mempertahankan tenaga kerja dalam industri yang saat ini menjadi jantung ekonomi digital, sedang dalam titik kritis.

Dengan mendorong individu untuk meningkatkan keterampilan dan melanjutkan pengembangan profesional mereka secara gratis, Schneider Electric University secara langsung mengatasi kesenjangan keterampilan industri dan kekurangan tenaga kerja, membantu perusahaan untuk menarik, melatih tenaga kerja baru maupun yang sudah ada, dan menyediakan akses untuk pendidikan teknis khusus, di mana pun.

“Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan kapasitas data center telah bertumbuh secara eksponensial, mencapai rekor tertinggi baru seiring dengan percepatan digitalisasi dan adopsi cloud. Namun kekurangan keterampilan di sektor ini tetap menjadi sebuah tantangan yang signifikan dan hal ini berpotensi akan membawa dampak pada industri terkait lainnya,” kata Natalya Makarochkina, Senior Vice President, Secure Power Division.

“Dengan menyediakan panduan tentang teknologi terbaru dan inisiatif-inisiatif terkait sustainability, kami percaya bahwa Schneider Electric University menawarkan sumber daya yang tak ternilai untuk membantu menjembatani kesenjangan keterampilan dengan memberdayakan ekosistem bisnis, melatih kembali tenaga kerja, dan melatih generasi profesional berikutnya untuk membangun data center di masa depan.”

Komitmen jangka panjang pada pendidikan

Sebelum diakuisisi oleh Schneider Electric pada tahun 2006, anggota Data Center Science Center di APC, merek unggulan Schneider Electric untuk daya cadangan baterai, perlindungan lonjakan (surge protection), dan infrastruktur fisik TI untuk data center dan edge computing environment telah mendirikan ‘Data Center University’ sebagai sumber daya gratis untuk membantu melatih dan meningkatkan keterampilan profesional industri generasi berikutnya .

Visi mereka adalah untuk menciptakan sebuah kurikulum terakreditasi CPD yang akan mendukung pengembangan profesional para pemangku kepentingan industri dan mempersiapkan mereka untuk membangun data center di masa depan.

Sebagai ‘Schneider Electric University’, platform ini telah berkembang untuk menawarkan lebih dari 200 kursus terkait data center, efisiensi energi dan sustainability melalui dua perguruan tinggi khusus, Professional Energy Manager (PEM), dan kualifikasi DCCA.

Semua kursus tersedia dalam format modul satu jam yang dapat dilakukan secara mandiri dalam 14 bahasa, menawarkan akses gratis ke pendidikan energi, di mana saja. Lebih lanjut, universitas ini diakui oleh 25 badan CPD industri yang berbeda-beda termasuk BICSI, the Electrical Contractors Association (ECA), Engineers Ireland, dan Renewable Energy & Energy Efficiency Partnership (REEEP).

Sebagai salah satu platform pengembangan profesional khusus pertama di industri untuk data center dan manajemen energi, Schneider Electric University tetap sepenuhnya netral dengan semua program tidak berpihak pada vendor mana pun (100% vendor-neutral).

Sampai saat ini, universitas telah memberikan lebih dari 1.000.000 kursus bagi lebih dari 650.000 pengguna di seluruh dunia dan menawarkan jalur penting bagi para profesional industri yang hendak meningkatkan keahlian mereka.

Baca Juga: Target Schneider Electric Transisi 100% Energi Terbarukan di Pabrik Cikarang di 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2022 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved