June
17
2022
     18:02

Pertemuan KTM, Anggota WTO Sepakat Jaga Sistem Perdagangan Multilateral

Pertemuan KTM, Anggota WTO Sepakat Jaga Sistem Perdagangan Multilateral
ILUSTRASI. Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, Djatmiko B. Witjaksono mewakili Menteri Perdagangan RI mengikuti pertemuan sesi tematik Reformasi WTO pada KTM ke-12 WTO di Jenewa, Swiss, Rabu (15 Juni).

Sumber: Pressrelease.id | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-12 Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) kali ini merupakan pertemuan dengan tantangan tersendiri di tengah pandemi Covid-19. Selain membahas pandemi, anggota WTO sepakat untuk menjaga sistem perdagangan multilateral.

Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko B. Witjaksono, saat mewakili Menteri Perdagangan RI, dalam KTM ke-12 WTO di Jenewa, Swiss, Rabu (15/6).

“Indonesia optimis bahwa KTM ke-12 WTO dapat menghasilkan respons yang konkret dan mencapai satu titik kesepakatan, khususnya terkait dengan penanganan pandemi yang krusial di seluruh dunia,” tegasnya.

Anggota WTO menaruh perhatian besar untuk merespons serta mengatasi krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 dan upaya untuk mengatasi pandemi di masa mendatang. Salah satu upaya yang dibahas yaitu fleksibilitas kekayaan intelektual bagi produk medis guna menjamin rantai pasokan global.

Pembahasan isu tematik pada KTM ke-12 WTO telah berlangsung sejak 13 Juni 2022 dan terus didorong untuk mencapai kesepakatan. Selain respons terhadap pandemi, isu tematik lain yang dibahas antara lain mengenai perundingan sektor pertanian, subsidi perikanan, moratorium bea masuk atas transmisi elektronik, dan reformasi WTO.

Ditegaskan Djatmiko, WTO juga berperan penting dalam menjawab tantangan sebagai organisasi internasional yang relevan dengan perdagangan global saat ini melalui reformasi WTO.

Reformasi WTO menjadi salah satu agenda utama pada KTM ke-12 WTO tentang perlunya mereformasi organisasi dan meningkatkan fungsi WTO untuk kepentingan semua anggota dan sistem perdagangan multilateral. Dalam pertemuan tematik, mayoritas anggota menyampaikan komitmennya dalam menjaga kredibilitas sistem perdagangan multilateral.

“Indonesia percaya bahwa seluruh anggota WTO harus bekerja secara konstruktif untuk memfasilitasi proses inklusif reformasi kelembagaan WTO, terutama untuk memulihkan sistem penyelesaian sengketa WTO. Hal ini merupakan faktor penting untuk mengembalikan kepercayaan anggota atas sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan (rule-based system),” ujarnya.

Pada pertemuan Kepala Delegasi, Dirjen WTO, Ngozi Okonjo-Iweala meminta agar dalam waktu yang singkat ini anggota dapat bekerja lebih keras untuk menemukan konvergensi atas perbedaan pandangan dan diharapkan mencapai suatu kesepakatan yang bermanfaat bagi anggota WTO dalam pertemuan tingkat menteri ini.

KTM ke-12 WTO yang rencananya berlangsung pada 12–15 Juni 2022, diperpanjang hingga 16 Juni 2022 untuk memfasilitasi adanya capaian pada isu-isu utama pembahasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2022 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved