February
09
2026
     10:00

NPGF Tingkatkan Kapasitas Modal Kerja Menjadi Rp54 Miliar

NPGF Tingkatkan Kapasitas Modal Kerja Menjadi Rp54 Miliar
Dok. Nusa Palapa Gemilang

Reporter: Adv Team | Editor: Indah Sulistyorini

KONTAN.CO.ID - Gresik, 9 Februari 2026 – PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) memperoleh penambahan fasilitas kredit perbankan (demand loan) menjadi Rp54 miliar, meningkat dua kali lipat dibanding fasilitas sebelumnya Rp27 miliar. Langkah ini memperkuat fleksibilitas modal kerja NPGF di industri pupuk yang menuntut kecepatan perputaran persediaan serta respons distribusi yang adaptif terhadap pola permintaan musiman.

“Bukan Sekadar Plafon—Ini Sinyal Kesiapan Scale-Up”

Penambahan fasilitas kredit ini diposisikan sebagai penopang akselerasi operasional, terutama untuk memastikan ketersediaan pasokan, mempercepat distribusi, dan mengoptimalkan momentum permintaan yang membutuhkan eksekusi cepat.

Kinerja bisnis juga menunjukkan basis yang semakin kuat. Pada periode 6 bulan (s.d. 30 Juni 2025), penjualan dan pendapatan usaha NPGF tercatat Rp71,57 miliar, naik dari Rp51,98 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bruto juga meningkat menjadi Rp18,74 miliar dari Rp12,96 miliar.

Pada periode 9 bulan (s.d. 30 September 2025), penjualan dan pendapatan usaha tercatat Rp131,89 miliar, meningkat dibanding Rp100,77 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan laba bruto Rp35,38 miliar dari Rp25,47 miliar.

Rekam Jejak Efisiensi Leverage: “Modal Kerja yang Diputar Cepat”

NPGF menegaskan bahwa perusahaan memiliki rekam jejak efisiensi leverage yang kuat. Saat mengelola fasilitas kredit Rp27 miliar, perseroan mencatat rasio konversi pembiayaan terhadap omzet sekitar 1:8—setiap satu satuan utang berbunga menopang delapan satuan aktivitas usaha. Rasio ini dinilai mencerminkan efektivitas pengelolaan modal kerja serta disiplin manajemen dalam memaksimalkan leverage untuk menopang pertumbuhan.

Fokus: Pertumbuhan Berkualitas, Bukan Sekadar Membesarkan Angka

Manajemen menegaskan pemanfaatan fasilitas kredit akan tetap diarahkan pada kualitas pertumbuhan. Fokus utama mencakup selektivitas penjualan, percepatan perputaran piutang, serta penguatan margin agar ekspansi berjalan lebih sehat dan berkelanjutan.

Dalam konteks industri, NPGF masih berada pada fase scale-up, di mana efisiensi perputaran modal kerja menjadi faktor pembeda utama. Dengan pengalaman historis dalam memaksimalkan fasilitas pembiayaan yang relatif terbatas, peningkatan kapasitas kredit ini diproyeksikan berfungsi sebagai akselerator pertumbuhan, sekaligus memperkuat daya saing operasional NPGF.

Apa yang Biasanya Dicari Investor Jangka Panjang?

Dalam saham berbasis kebutuhan pokok (seperti input pertanian), investor jangka panjang umumnya menilai tiga hal: konsistensi permintaan, kemampuan distribusi, dan disiplin modal kerja. Penambahan fasilitas kredit ini memperkuat salah satu elemen paling kritikal di industri pupuk—kecepatan eksekusi saat permintaan sedang tinggi—sehingga pasar memiliki lebih banyak alasan untuk memonitor kesinambungan pertumbuhan NPGF dari waktu ke waktu.

Catatan penting: Informasi ini bersifat publikasi perusahaan dan bukan ajakan atau rekomendasi untuk membeli/menjual saham. Investor tetap perlu mempertimbangkan profil risiko masing-masing dan menelaah laporan keuangan secara menyeluruh.

Selanjutnya: BTN Tawarkan KPR Bunga 2,65% dan Diskon Biaya hingga 76%

Menarik Dibaca: HP 4 Jutaan Terbaik: Ini Spek Gahar Poco F6 untuk Gamer

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2026 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved