January
11
2026
     21:17

Eksplorasi Kunang-kunang Ungkap Kesehatan Ekosistem Kebun Raya Bali

 Eksplorasi Kunang-kunang Ungkap Kesehatan Ekosistem  Kebun Raya Bali
ILUSTRASI. Kontan - PressRelease.id. (DOK/Kebun Raya Bali)

Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Bali, 10 Januari 2026 Kebun Raya Bali berkolaborasi dengan Nusantara Wilderness menggelar kegiatan Eksplorasi biodiversitas flora fauna dengan fokus utama pada pengamatan kunang-kunang, herping, pengamatan burung, dan flora. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman publik mengenai peran kunang-kunang sebagai indikator lingkungan yang sehat serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem alami.

Kegiatan didampingi oleh Hadhiyyah N. Cahyono selaku East Deputy of Horticulture Kebun Raya Wilayah Timur, yang menegaskan fungsi kebun raya tidak hanya sebagai pusat konservasi tumbuhan, tetapi juga sebagai habitat berbagai satwa. “Kebun Raya Bali adalah ruang konservasi hidup. Jika lingkungannya terjaga, maka satwa seperti kunang-kunang dan herpetofauna akan tetap memiliki tempat berlindung,” ujarnya.

Perwakilan Nusantara Wilderness, Bella Evanglista, menambahkan bahwa eksplorasi ini mengajak peserta untuk memahami ekosistem secara menyeluruh. “Kegiatan ini bukan sekadar melihat satwa, tetapi memahami bagaimana lingkungan bekerja menjaga keseimbangan alam. Kebun Raya Bali memegang peran penting dalam perlindungan habitat,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 40 peserta dari dalam dan luar negeri. Eksplorasi dilaksanakan pada pukul 16.00–21.00 WITA, yang termasuk dalam zona krepuskular, yaitu periode peralihan siang ke malam saat kunang-kunang paling aktif beraktivitas. Kegiatan dilakukan dengan menyusuri beberapa kawasan, antara lain Lake View, Giant Tree, Hutan Tropis, hingga Taman Tematik Panca Yadnya. Sepanjang jalur eksplorasi, peserta mengamati berbagai kelompok fauna malam, termasuk kunang-kunang dari jenis Lamprigera Spp. dan Abscondita Spp., amfibi, reptile, arachnida serta aves, juga vegetasi seperti Ficus Spp.,  Bischofia javanica, Cyathea Spp., dan Liquidambar excelsa.

Direktur Pengelola Kebun Raya, Marga Anggrianto, menyampaikan harapannya agar kegiatan eksplorasi biodiversitas ini dapat terus dikembangkan kedepannya. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak kolaborator, komunitas dan masyarakat, sehingga upaya konservasi tidak hanya berhenti pada perlindungan kawasan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Di area Panca Yadnya dan Lake View, peserta menemukan aktivitas kunang-kunang dalam jumlah melimpah yang didominasi oleh genus Lamprigera Spp. dan Abscondita Spp. Kondisi mikroklimat yang relatif stabil, yang ditandai oleh kelembaban udara tinggi, suhu yang sejuk, sirkulasi udara yang baik, serta rendahnya intensitas cahaya buatan, menciptakan habitat yang optimal bagi kunang-kunang. Keberadaan dan aktivitas kunang-kunang tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini masih memiliki kualitas udara dan kondisi lingkungan yang baik, sehingga berfungsi sebagai indikator bioekologis dari ekosistem yang relatif sehat.

Keberadaan kunang-kunang yang masih banyak dan eksis pada malam hari menjadi penanda bahwa kualitas lingkungan dan vegetasi di Kebun Raya Bali masih terjaga dengan baik. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga ekosistem sebagai satu kesatuan yang saling terhubung.

Selanjutnya: Banyak Oknum Pajak Korupsi, Ini Saran Pembenahan dari Pengamat

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/1) Jabodetabek, Hujan Lebat di Daerah Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2026 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved