April
08
2022
     15:29

Musim Mas dan Sinar Mas Agribusiness and Food Selenggarakan Lokakarya bagi Pemasok

Musim Mas dan Sinar Mas Agribusiness and Food Selenggarakan Lokakarya bagi Pemasok
ILUSTRASI. Lokakarya kolaboratif Musi Mas dan Sinar Mas Agribusiness and Food di Aceh merupakan lokakarya kedua yang diselenggarakan dengan melibatkan lebih dari 55 peserta yang terdiri dari perwakilan.

Sumber: Pressrelease.id | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Pekan lalu, dua pelaku industri kelapa sawit terdepan yaitu Musim Mas Group dan Sinar Mas Agribusiness and Food bersama-sama menyelenggarakan lokakarya dan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) kedua bagi para pemasok di Langsa dan Kuala Simpang, Aceh. Lokakarya tersebut menekankan pentingnya kepatuhan para pemasok terhadap kebijakan keberlanjutan.

Lokakarya kolaboratif kedua ini diadakan selama dua hari dan diikuti oleh 55 peserta yang terdiri dari perwakilan pabrik pemasok, pedagang dan petani setempat, pejabat pemerintah, serta organisasi masyarakat sipil (ORMAS).

Lokakarya kolaboratif ini memungkinkan kedua Perusahaan menjangkau para pemasok di luar rantai pasok dari kedua Perusahaan. Sangatlah penting bagi semua pemangku kepentingan, termasuk petani, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil, untuk berpartisipasi dan mendukung upaya tersebut. Kemitraan bagi area landskap prioritas sangatlah penting untuk mendorong transformasi industri dalam skala besar.

Lokakarya kolaboratif kali ini membahas tiga topik utama – Pemenuhan terhadap Nihil Deforestasi, Nihil Gambut, dan Nihil Eksploitasi (No Deforestation, No Peat, and No Exploitation/NDPE), sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Kemamputelusuran hingga ke kebun (Traceability to the Plantation/TTP).

Melalui sesi-sesi tersebut, peserta memperoleh wawasan tentang pentingnya kepatuhan NDPE dan sertifikasi ISPO untuk keberlanjutan bisnis secara jangka panjang. Dampak kepatuhan NDPE terhadap penerimaan produk minyak kelapa sawit Indonesia di pasar global juga dibahas dalam lokakarya tersebut beserta pentingnya transparansi dan komunikasi yang baik terkait kepatuhan NDPE.

Sesi pertama berisi pengenalan Kebijakan NDPE sebagai landasan sertifikasi ISPO, dan bagaimana NDPE menjadi persyaratan global. Sesi ini juga membahas sistem pemantauan deforestasi dan pengelolaan keluhan.

Sesi kedua adalah pengenalan pemasok terhadap sistem sertifikasi ISPO serta manfaatnya bagi perusahaan dan petani kecil. Sesi ini juga membahas korelasi antara capaian sertifikasi ISPO dan kepatuhan terhadap Kebijakan NDPE yang menjadi kunci meningkatkan akses ke pasar global.

Sesi terakhir menekankan pentingnya Kemamputelusuran Hingga ke Perkebunan untuk memastikan kepatuhan NDPE sehingga proses identifikasi asal usul buah dapat dilakukan dengan tepat. Sesi ini juga menjelaskan pemantauan deforestasi menggunakan sistem pemantauan satelit. Pemasok didorong menggunakan platform yang dapat diakses publik secara mandiri.

Di akhir lokakarya, Musim Mas dan Sinar Mas Agribusiness and Food mencoba memahami persepsi dan tingkat komitmen pemasok di Aceh terhadap Kebijakan NDPE, serta rencana mereka menuju sertifikasi ISPO. Melalui sesi Diskusi Kelompok Terpumpun, para peserta berbagi perspektif mereka dan menemukan kesepakatan bersama bahwa semua pemangku kepentingan, tidak hanya perusahaan dan petani kecil, harus bahu-membahu dalam mencapai tujuan industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

“Antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta mencerminkan betapa pentingnya lokakarya di area rantai pasok. Lokakarya adalah elemen kunci “Strategi Aceh” untuk berkontribusi pada produksi pertanian berkelanjutan.

Lokakarya semacam ini mendorong penerapan konsep NDPE dan bagaimana hal tersebut dapat direalisasikan oleh pabrik, pedagang lokal, dan petani. Diskusi yang berlangsung sangat terbuka dan hidup; hal ini menunjukkan rasa percaya yang telah terbangun selama lokakarya berlangsung. Kami senang dapat bekerjasama kembali dengan Sinar Mas Agribusiness and Food di lanskap penting yaitu Aceh. Kami percaya perusahaan minyak kelapa sawit harus berkolaborasi untuk rantai pasokan yang bebas deforestasi dan eksploitasi.” - Olivier Tichit, Direktur Keberlanjutan, Musim Mas.

“Lokakarya bersama Musim Mas ini merupakan komitmen kami untuk mendorong terwujudnya transformasi industri kelapa sawit berkelanjutan. Kami tidak hanya mensosialisasikan persyaratan NDPE, tetapi juga mendengarkan dan melibatkan pemangku kepentingan mengatasi tantangan mereka dalam menerapkan praktik keberlanjutan.

Harapan kami, kegiatan ini dapat membuka peluang bagi program-program lain untuk dilakukan dalam mendukung rantai pasok kami dengan menerapkan Good Agronomy Practice (GAP), Best Management Practice (BMP), dan memperoleh sertifikasi baik bagi perusahaan maupun petani kecil.” – Wahyu W. Wijayanti, Head of Traceable and Transparent Production, Sinar Mas Agribusiness and Food.

Tentang Musim Mas

Berkantor pusat di Singapura, Musim Mas adalah salah satu perusahaan minyak kelapa sawit terintegrasi terbesar di dunia, dengan operasional rantai pasok di seluruh Amerika, Eropa, dan Asia. Tenaga kerja global kami mengejar perkembangan yang inovatif dan berkelanjutan, memastikan kualitas produk, keamanan, dan efisiensi seiring dengan perkembangan industri.

Sebagai salah satu pemain paling terkemuka di industri ini, Musim Mas bercita-cita untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dalam evolusi industri, mendorong era baru berkelanjutan dengan inovasi. Untuk itu, kami mengambil langkah aktif melampaui standar keberlanjutan industri dan akan terus melangkah untuk merespon isu penting industri dalam upaya kami berkontribusi pada industri yang lebih berkelanjutan dan dunia yang adil.

Tentang Sinar Mas Agribusiness and Food

Sinar Mas Agribusiness and Food yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR) adalah salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan total luas areal tanam di Indonesia mencapai lebih dari 536.013 hektar (termasuk kebun milik petani plasma) per 31 Desember 2021. Perusahaan memiliki operasi terpadu yang memproduksi bahan pangan yang berbahan baku minyak nabati.

Didirikan pada 1996, GAR tercatat di Bursa Efek Singapura pada 1999 dengan nilai kapitalisasi pasar US$2,3 miliar per 31 Desember 2021. Perusahaan investasi Flambo International Limited saat ini merupakan pemegang saham terbesar GAR, dengan kepemilikan saham sebesar 50,52 persen. GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 1992.

Perusahaan berfokus pada produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Di Indonesia, kegiatan utamanya meliputi budidaya dan pemanenan pohon kelapa sawit; pengolahan tandan buah segar menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit; penyulingan CPO menjadi produk dengan nilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening dan biodiesel; serta perdagangan produk kelapa sawit ke seluruh dunia.

Produk perusahaan dikirimkan kepada basis pelanggan yang beragam di lebih dari 70 negara melalui jaringan distribusi global dengan kemampuan pengapalan dan logistik, pemasaran berdasarkan area tujuan, on-shore refining dan ex-tank operations di berbagai negara. Sinar Mas Agribusiness and Food juga memiliki bisnis penunjang lainnya seperti produk berbahan dasar kacang kedelai di China, produk berbasis bunga matahari di India, serta bisnis gula.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2024 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved