September
28
2022
     12:19

Gerakan MakanTanpaSisa Bank DBS Indonesia & Waste4Change Kelola 14 Ton Sampah Makanan

Gerakan MakanTanpaSisa Bank DBS Indonesia & Waste4Change Kelola 14 Ton Sampah Makanan
ILUSTRASI. Karyawan Bank DBS Indonesia dan Warga Vida Bekasi berpartisipasi dalam composting workshop pada Festival #MakanTanpaSisa di Bekasi, Minggu (25/09/2022).

Sumber: Pressrelease.id | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - PT Bank DBS Indonesia (DBS) kembali menyelenggarakan gerakan #MakanTanpaSisa. Berkolaborasi dengan PT Waste4Change Alam Indonesia (Waste4Change), program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan mengelola sampah makanan dengan lebih bijak.

Sebagai penanda dimulainya program ini,  Festival #MakanTanpaSisa bertajuk “Kurangi & Kelola Sampah Makanan untuk Jaga Masa Depan” digelar di Perumahan Vida Bekasi, Minggu (25 September 2022. Festival ini dihadiri oleh Munandar Hanafiah selaku AVP Group Strategic Marketing and Communication Bank DBS Indonesia dan Adhitya Prayoga selaku Head of Strategic Services Waste4Change.

Berdasarkan atas laporan kajian Food Loss and Waste (FLW) di Indonesia oleh BAPPENAS RI dan Waste4Change tahun 2021, pada rentang 2000-2019, FLW atau sampah makanan di Indonesia mendominasi sekitar 44% sampah nasional yaitu setara 23-48 juta ton sampah per tahun.

Sementara itu, berdasarkan data bulan Juli 2022, total 2.000 kepala keluarga yang menghuni perumahan Vida Bekasi telah menghasilkan sekitar 47,5 ton timbulan sampah organik. Jika tidak dikelola dengan optimal, timbulan sampah ini dapat menimbulkan efek negatif bagi lingkungan. Maka dari itu, diperlukan tindakan kolaboratif dari berbagai pihak untuk mewujudkan pengelolaan sampah makanan yang bertanggung jawab.

Sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan positif (purpose-driven), Bank DBS Indonesia menjalankan bisnis lebih dari sekadar mencari keuntungan, namun juga menciptakan dampak positif sejalan dengan salah satu pilar sustainability Bank DBS Indonesia, yakni Impact Beyond Banking. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, gerakan #MakanTanpaSisa hadir sejak tahun 2020 sebagai bagian dari kampanye Towards Zero Food Waste.

Tahun ini, Bank DBS Indonesia menargetkan penyelamatan sampah makanan sebesar 26 ton melalui berbagai kegiatan, termasuk kerja sama dengan Waste4Change sebagai salah satu wirausaha sosial yang dibina oleh DBS Foundation.

“Bank DBS Indonesia berharap kolaborasi dengan Waste4Change dan Vida Bekasi dapat berdampak positif dan signifikan bagi perubahan perilaku warga Vida untuk konsisten mengompos sebagian sampah organik yang mereka hasilkan. Hal ini sejalan dengan semangat kami untuk mengedukasi masyarakat untuk mengompos sisa makanan sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) agar dapat mewujudkan zero to landfill,” ujar Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications Bank DBS Indonesia.

Program #MakanTanpaSisa nantinya akan berjalan selama tiga bulan dengan berisikan tiga kegiatan. Alurnya terdiri dari:

Festival #MakanTanpaSisa, berupa kegiatan pembuka yang berisi kompetisi memasak antar perwakilan cluster serta workshop edukasi tentang mengompos.

Composting Challenge, menjadi poin utama yang bertujuan membuat warga terbiasa mengompos sampah sisa makanan di rumah.

Campaign Edukasi, berisi kegiatan pemberian edukasi seputar sampah organik dan cara pengelolaannya. Diharapkan sekitar 90 warga Vida khususnya anggota Bank Sampah Vida dapat konsisten menerapkan kegiatan mengompos dalam keseharian.

Waste4Change sebagai perusahaan penyedia layanan pengelolaan sampah yang holistik mendukung upaya berbagai pihak dalam mewujudkan Indonesia Bebas Sampah. Rumah Pemulihan Material Waste4Change mengelola sampah organik melalui dua cara, di antaranya dikompos melalui teknik open windrow juga dikelola menjadi pakan untuk budidaya larva Black Soldier Fly (BSF). Larva BSF bagus dijadikan pakan alami ternak dan ikan karena proteinnya yang tinggi serta dapat diproduksi secara lokal, dekat dengan sumber limbah. Sampah organik dari Perumahan Vida Bekasi juga dikelola oleh Waste4Change.

“Indonesia di tahun 2021 ditetapkan sebagai kontributor sampah makanan terbesar di dunia dan terbukti bahwa salah satu akar masalah persampahan di Indonesia adalah food waste yang setiap tahun jumlahnya hampir selalu mendominasi total sampah nasional. Program #MakanTanpaSisa ini diharapkan pesannya dapat tersampaikan ke masyarakat luas, bahwa sampah organik seperti sisa makanan dan dapur, harus semaksimal mungkin dikelola sejak dari hulu,” ujar Adhitya Prayoga, Head of Strategic Services Waste4Change.

Untuk informasi selengkapnya tentang langkah keberlanjutan lingkungan Bank DBS Indonesia dan Waste4Change, silakan kunjungi dbslivemoresociety.com/html/tzfw.

Baca Juga: Bank DBS Indonesia Gandeng E-commerce dan Fintech untuk Meningkatkan Ekonomi Digital

Tentang DBS

DBS adalah grup jasa keuangan terkemuka di Asia, dengan kehadiran di 18 negara. Berkantor pusat dan terdaftar di Singapura. DBS berada dalam tiga sumbu pertumbuhan utama Asia: Tiongkok, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Peringkat kredit "AA-" dan "Aa1" DBS termasuk yang tertinggi di dunia.

Dikenal dengan kepemimpinan globalnya, DBS dinobatkan sebagai “World’s Best Bank” oleh Global Finance, “World’s Best Bank” oleh Euromoney dan “Global Bank of the Year” by The Banker. DBS berada di garis terdepan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membentuk masa depan perbankan, yang terpilih sebagai “World’s Best Digital Bank” oleh Euromoney dan “Most Innovative in Digital Banking” di dunia oleh The Banker. Selain itu, DBS mendapatkan penghargaan “Safest Bank in Asia” dari Global Finance selama 14 tahun berturut-turut sejak 2009 hingga 2022.

DBS menyediakan berbagai layanan lengkap untuk nasabah, UKM, dan juga perbankan korporasi. Sebagai bank yang lahir dan dibesarkan di Asia, DBS memahami seluk-beluk berbisnis di pasar paling dinamis di kawasan itu. DBS bertekad membangun hubungan langgeng dengan nasabah serta menjadi bank dengan cara bank Asia. Melalui DBS Foundation, bank menciptakan dampak positif yang lebih dari sekadar perbankan melalui dukungan kepada wirausaha sosial: bisnis yang berfokus menyeimbangkan profit serta dampak sosial dan/atau lingkungan. DBS Foundation juga berkontribusi kepada masyarakat dalam berbagai hal, termasuk mempersiapkan masyarakat dengan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan dan membangun ketahanan pangan.

Dengan jaringan operasional ekstensif di Asia dan menitikberatkan pada keterlibatan dan pemberdayaan stafnya, DBS menyajikan peluang karir menarik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2022 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved