August
18
2022
     19:31

Dukung Perluasan Penggunaan QRIS, LinkAja dan LinkAja Syariah Tumbuh SIgnifican

Dukung Perluasan Penggunaan QRIS, LinkAja dan LinkAja Syariah Tumbuh SIgnifican
ILUSTRASI. Luctor E. Tapiheru (Direktur KPW BI Provinsi DKI Jakarta) sukses melakukan transaksi pembelian kopi menggunakan QRIS

Sumber: Pressrelease.id | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Selaras dengan semangat Kemerdekaan “pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat”, LinkAja telah mencatatkan peningkatan positif akan penggunaan QRIS guna mendukung akselerasi digitalisasi ekonomi. Implementasi nasional metode pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang telah efektif dijalankan sejak tahun 2019 menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia.

Sejalan dengan hal ini, para merchant, termasuk UMKM yang terdaftar di LinkAja telah mencatat peningkatan signifikan dalam penggunaan QRIS sebagai salah satu metode pembayarannya, dimana juga diikuti oleh meningkatnya adopsi QRIS bagi pengguna LinkAja dan LinkAja Syariah. Peningkatan ini membuktikan bahwa QRIS menjadi salah satu metode pembayaran pilihan masyarakat Indonesia.

Peningkatan penggunaan QRIS pada aplikasi LinkAja dan LinkAja Syariah dinilai melalui tiga tolak ukur, yaitu jumlah pengguna aktif, serta jumlah dan besaran transaksi. Berdasarkan nilai transaksi QRIS melalui LinkAja, segmen ritel telah mencatat persentase peningkatan signifikan hingga 600% dari periode yang sama di tahun 2021.

Peningkatan ini diikuti dengan bertambahnya jumlah pengguna merchant ritel yang meningkat hingga 280%. LinkAja Syariah sebagai salah satu penyedia layanan keuangan digital berbasis Syariah terbesar di Indonesia, juga telah berkontribusi positif dalam peningkatan transaksi QRIS. LinkAja Syariah telah menjadi salah satu layanan yang diminati untuk transaksi ZISWAF (Zakat, Infaq/Sedekah dan Wakaf) di lembaga zakat ,maupun masjid (segmen non-profit merchants) dengan mencatatkan peningkatan jumlah transaksi hingga lebih dari 50% dan besaran nilai transaksi yang meningkat pesat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode sama di tahun lalu.

Selain itu, LinkAja Syariah juga berkolaborasi dengan Bank BTN Syariah dalam memfasilitasi penyediaan QRIS untuk pembayaran cashless di merchant – merchant binaan mereka yang hingga saat ini telah berjumlah lebih dari 1.800 merchant. Pertumbuhan ini tentunya tidak terlepas dari giatnya LinkAja dalam mensosialisasikan perluasan penggunaan QRIS pada merchant offline sejak awal bergabung sebagai PJSP. Langkah ini merupakan salah satu implementasi dukungan LinkAja untuk berkontribusi dalam mencapai target Bank Indonesia untuk 45 juta UMKM pengguna QRIS di tahun 2023.

ogi Rizkian Bahar, Direktur Utama PT. Fintek Karya Nusantara (LinkAja) menyatakan “LinkAja secara konsisten mendukung inisiatif serta program pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan Indonesia, salah satunya dengan mengedepankan penggunaan QRIS sebagai salah satu metode transaksi pilihan.

Pertumbuhan yang sangat signifikan dalam adopsi QRIS bagi pengguna LinkAja dan LinkAja Syariah menunjukan pertumbuhan yang sehat. Kami berharap kedepannya dapat terus berkontribusi positif terhadap pertumbuhan adopsi layanan keuangan digital, seraya tentunya memperkuat fokus bisnis kami dalam membangun solusi finansial digital yang komprehensif serta menyatukan beragam potensi yang ada di dalam ekosistem perusahaan BUMN di Indonesia”.

Merchant yang menunjukkan aktivitas penggunaan aplikasi LinkAja terbaik adalah merchant Food & Beverage (F&B), dengan jumlah transaksi tertinggi kedua setelah E-Commerce. Selain pertumbuhan positif pada merchant ritel, penggunaan LinkAja juga mengalami pertumbuhan yang cukup baik dari segi jumlah pengguna, jumlah transaksi dan nilai transaksi pada merchant hiburan, financial service, produk telekomunikasi, hingga transportasi. Sementara, selain untuk segmen non-profit, LinkAja Syariah juga telah mengalami pertumbuhan yang sehat dan mencatatkan kenaikan yang signifikan untuk transaksi pada merchant transportasi (terutama pada moda transportasi kereta), ritel dan restoran.

Edukasi dan sosialisasi terus digencarkan oleh LinkAja guna mendukung adaptasi merchant dan pengguna akan manfaat QRIS melalui seluruh saluran komunikasi yang dimiliki, seperti media sosial, website, serta sosialiasi yang dilakukan bekerjasama dengan institusi pemerintahan. LinkAja juga mengambil langkah strategis untuk semakin meningkatkan volume transaksi QRIS melalui kolaborasi dengan payment aggregator, maupun direct merchant dan menyediakan promo regular cashback bagi merchant potensial.

Menyediakan layanan jasa pembayaran digital sejak 2019, LinkAja turut menjadi katalis dalam upaya demokratisasi serta inklusi keuangan bagi seluruh penduduk Indonesia. Sebanyak 76,8% dari total populasi penduduk Indonesia sudah mengadopsi layanan internet hingga April 2022 berdasarkan data We Are Social.

Dengan semakin terbentuknya literasi digital upaya literasi keuangan berbasis digital pun terus digenjot oleh LinkAja dan LinkAja Syariah. Hingga saat ini, tercatat ada lebih dari 83 juta pengguna terdaftar di platform LinkAja dan sejumlah provinsi di luar Ibu Kota memperlihatkan geliat pertumbuhan positif yang mempertegas kemajuan perekonomian dalam negeri.

Melalui ekosistem layanan transaksi keuangan elektronik yang lengkap dan terintegrasi, konsistensi dan komitmen LinkAja dalam upayanya untuk #SatukanPotensiIndonesia semakin terealisasi. Dengan mengoptimalkan seluruh layanan yang diunggulkan oleh setiap BUMN, LinkAja optimis dapat memenuhi kebutuhan transaksi digital yang aman dan nyaman, serta semakin mempercepat proses inklusi keuangan yang merata di Indonesia.

Baca Juga: LinkAja Perluas Digitalisasi Ekosistem Syariah lewat Kolaborasi dengan Aplikasi EduMu

Tentang LinkAja

LinkAja merupakan penyedia jasa pembayaran berbasis server yang merupakan produk andalan dari PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) dan telah terdaftar di Bank Indonesia. Berdasarkan Surat Izin Bank Indonesia Nomor 21/65/DKSP/Srt/B yang dikeluarkan pada tanggal 21 Februari 2019, Finarya secara resmi telah mendapat lisensi/izin dari Bank Indonesia sebagai Perusahaan Penerbit Uang Elektronik dan Penyelenggara Layanan Keuangan Digital Badan Hukum. PT Fintek Karya Nusantara juga telah menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO/IEC 27001:2013 sebagaimana sesuai dengan sertifikat No IS 733702 yang diterbitkan pada tanggal 24 November 2020.

Finarya merupakan anak usaha dari 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak perusahaan BUMN, yaitu PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Mandiri Capital Indonesia, PT BRI Ventura Investama, PT BNI Sekuritas, PT Jasamarga Toll Road Operator, PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero), PT Pertamina Retail (Persero), PT Kereta Commuter Indonesia, PT Asuransi Jiwa IFG dan PT Danareksa Capital, yang berdiri pada tanggal 21 Januari 2019 dalam semangat sinergi nasional. Sebagai anak usaha BUMN, Finarya juga terbuka untuk bersinergi dengan pihak swasta yang memiliki visi dan misi serupa. Di bulan Oktober 2020, Grab Pte.Ltd. resmi menjadi pemegang saham baru Finarya. Pada Maret 2021, PT Dompet Karya Anak Bangsa resmi terdaftar sebagai pemegang saham baru Finarya.

Didukung oleh Telkomsel selaku operator seluler terbesar di Indonesia dan jaringan besar Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan ratusan ribu titik akses transaksi keuangan, keberadaan Finarya sebagai platform sistem pembayaran produk-produk BUMN akan membantu mendorong ekosistem transaksi keuangan non-tunai dan inklusi keuangan yang holistik di Indonesia, dengan fokus pada kebutuhan pembayaran mendasar seluruh kalangan masyarakat Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2024 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved