October
11
2023
     13:52

Bukit Asam (PTBA) Kembangkan Energi Biomassa dari Tanaman Kaliandra Merah

Bukit Asam (PTBA) Kembangkan Energi Biomassa dari Tanaman Kaliandra Merah
ILUSTRASI. Bukit Asam (PTBA) melakukan budidaya kaliandra merah untuk dikembangkan sebagai biomassa

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melakukan budidaya kaliandra merah untuk dikembangkan sebagai biomassa. Hal ini ditandai dengan Soft Launching reklamasi bentuk lain untuk pengembangan budidaya kaliandra merah di Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Senin (9/10)

Dalam budidaya kaliandra merah, PTBA melibatkan tim peneliti dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Penanaman kaliandra merah di atas lahan seluas 80 hektare (ha) ini berpotensi mengurangi emisi karbon sebesar 119,18 ton/ha/tahun.

Selain itu juga menjadi penyimpan biomassa sebesar 11.805 ton untuk dijadikan wood pellet dengan kalori berkisar 4.500-4.700 kcal/kg, yang diharapkan bisa digunakan untuk cofiring PLTU.

Kaliandra merah tersebut nantinya akan diolah menjadi wood pellet, bahan bakar campuran batubara (cofiring) di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Baca Juga: Jalankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Bukit Asam (PTBA) Raih Penghargaan

Direktur Utama Bukit Asam Arsal Ismail mengungkapkan, budidaya kaliandra merah merupakan salah satu langkah PTBA dalam mendukung transisi energi demi mencapai target Net Zero Emission pada 2060 yang ditetapkan Pemerintah.

“Kaliandra merah diharapkan dapat menjadi sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Selaras dengan kebijakan Pemerintah mengenai pengurangan emisi," kata Arsal dalam siaran pers, Rabu (11/10)

Direktur Pengembangan Usaha  Bukit Asam Rafli Yandra menerangkan bahwa tanaman kaliandra merah dipilih karena kayunya memiliki nilai kalor yang tinggi, pertumbuhannya cepat, mudah tumbuh pada berbagai kondisi, serta cepat bertunas

"Kaliandra merah juga menyerap karbon dari udara untuk memproduksi biomassa. Dengan mencampurkan biomassa dan batu bara, maka emisi dapat dikurangi," ujar Rafli.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2026 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved