June
11
2021
     13:42

Wamendag: Pemanfaatan SRG Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah

Wamendag: Pemanfaatan SRG Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah

Lamongan, 10 Juni 2021 – Sistem Resi Gudang (SRG) yang dimanfaatkan dengan baik akan meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan asli daerah. Dukungan pemerintah daerah dan pelaku usaha sangat diperlukan untuk meningkatkan pemanfaatan SRG di daerah dan memastikan SRG berjalan baik.

Hal tersebut dikemukakan Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga saat mengunjungi gudang SRG di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (10/6).

“Saya harap implementasi SRG di daerah tidak hanya berjalan di gudang SRG pemerintah, namun semakin luas dengan gudang yang dimiliki pelaku usaha di daerah sehingga manfaat SRG akan semakin luas dinikmati masyarakat dan dapat memberikan sumbangsih untuk pendapatan asli daerah,” papar Wamendag Jerry.

Wamendag Jerry meninjau gudang SRG di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan dan gudang SRG di Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Wamendag Jerry didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak; Wakil Bupati Lamongan, Abdul Rouf; Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan; serta Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Widiastuti.

SRG di Indonesia, menurut Wamendag Jerry, akan terus berkembang agar bisa dimanfaatkan pemerintah daerah dan pelaku usaha. Upaya pemerintah memperkuat implementasi SRG tahun 2021 ini meliputi penambahan komoditas yang dapat diresigudangkan, penyempurnaan Peraturan Menteri Keuangan mengenai skema subsidi resi gudang, dan percepatan pengoperasian Lembaga Pelaksanaan Penjaminan (LPP) SRG.

Wamendag Jerry menjelaskan, peran pemerintah daerah sangat penting mengingat pemerintah daerah bertindak sebagai pelaku, fasilitator, sekaligus regulator SRG dalam operasional sehari-hari. Sementara itu, peningkatan partisipasi pelaku usaha di SRG berdampak langsung terhadap nilai pemanfaatan SRG. Sedangkan pemerintah pusat bertindak sebagai insiator dan regulator di tingkat yang lebih makro.

Peningkatan partisipasi pelaku usaha dan kelembagaan di SRG berdampak langsung terhadap nilai pemanfaatan SRG yang menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2020, nilai transaksi resi gudang tercatat mencapai Rp191,2 miliar atau tumbuh 72 persen dibandingkan dengan 2019. Nilai pembiayaan dengan jaminan resi gudang juga meningkat 84 persen dibandingkan dengan 2019 menjadi senilai Rp117,7 miliar.

Bappebti mencatat, terdapat 123 gudang SRG yang tersebar di 105 kabupaten/kota di 25 provinsi. Di Jawa Timur sendiri, terdapat 23 gudang SRG yang tersebar di 17 kabupaten. Dari 23 gudang tersebut, 15 gudang telah beroperasi dengan menerbitkan sebanyak 364 Resi Gudang senilai 96,61 miliar, dan telah mendapatkan pembiayaan dari bank maupun lembaga keuangan nonbank sebesar 56 miliar.

Tantangan SRG

Menurut Wamendag Jerry, jika SRG berkinerja baik, banyak manfaat yang bisa diambil pemerintah daerah dan pelaku usaha. “SRG akan memastikan jaminan pemasaran dan harga yang baik. Bagi pedagang, hal ini akan memudahkan mata rantai pasokan dan bagi pemerintah daerah tentu akan memberikan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli daerah,” lanjut Wamendag.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved