September
27
2021
     08:23

Tingkatkan Ekspor Nasional, Kemendag Dorong Pemanfaatan Platform Niaga-el B2B

Tingkatkan Ekspor Nasional, Kemendag Dorong Pemanfaatan Platform Niaga-el B2B

Jakarta – Dalam upaya untuk terus meningkatkan kinerja ekspor nasional, Kementerian Perdagangan bersama Arise+ Indonesia kembali menyelenggarakan lokakarya secara hibrida yang kali ini mengangkat tema ‘Workshop on B2B Ecommerce Opportunities for Indonesian Export Oriented Companies’ di Cibitung, Cikarang Barat, Rabu (22/9). Kegiatan ini merupakan seri kedua dari rangkaian lokakarya niaga elektronik (niaga-el/e-commerce) B2B yang sebelumnya diselenggarakan pada 20 September 2021 di Tangerang, Banten.

“Saat ini, pemasaran digital melalui platform niaga-el merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Mau tidak mau, kita harus terjun langsung untuk menjadi pelaku dalam bisnis niaga-el dan masuk ke dalam pasar internasional,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi.

Menurut Didi, niaga-el merupakan salah satu metode untuk menembus pasar internasional dengan cara yang lebih efisien, dimana produk yang ditawarkan dapat diakses langsung oleh ribuan bahkan jutaan orang di dunia. “Hal ini harus kita manfaatkan dengan mengambil kesempatan yang ada dan bersaing dalam kancah internasional,” tegas Didi.

Dalam lokakarya ini, Kemendag turut menggandeng PT Andalan Export Indonesia (AEXI), madeinindonesia.com, dan PT Jababeka Tbk untuk memberikan kiat-kiat memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran global bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Kegiatan diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri atas para pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya.

PT AEXI merupakan bagian dari ATT Group, sebuah perusahaan ekspor-impor Indonesia yang memiliki beberapa perusahaan lain di bidang logistik, pelatihan, konsultansi, dan perdagangan lainnya dan merupakan authoriazed partner Alibaba.com di Indonesia. Kemudian, madeinindonesia.com adalah sebuah platform niaga-el bisnis ke bisnis (business to business/B2B) lintas batas pertama Indonesia yang dirancang untuk memberdayakan perusahaan Indonesia agar mampu bersaing di pasar internasional.

Sedangkan, PT Jababeka Tbk merupakan perusahaan pengembang kawasan industri terbuka pertama di Indonesia. PT Jababeka telah mengadakan kerja sama dengan madeinindonesia.com melalui pengadaan B2B melalui aplikasi J-Smart. Secara statistik, 70 persen penyewa Jababeka merupakan perusahaan dalam negeri dan berorientasi ekspor serta perusahaan multinasional dari 32 negara.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan menyampaikan, niaga-el kini telah menjadi salah satu media utama perdagangan global. Oleh karena itu, Kemendag dan Arise+ Indonesia membuat kajian mengenai hal tersebut dan secara berkelanjutan akan menyebarluaskannya kepada para pelaku usaha. “Nantinya, kami juga akan berkolaborasi dengan berbagai platform digital agar hasil kajian tersebut dapat langsung diterapkan,” ujar Marolop.

Lokakarya ini merupakan tindak lanjut kegiatan Study on Opportunities Offered By E-Commerce For MSMES oleh tim Research Assistant (RA) Kemendag dan Senior Trade Law Expert Arise+ Indonesia. Pada seri selanjutnya, Kemendag akan kembali menggandeng mitra niaga-el dalam negeri lain seperti IndonesiaDirect.org, Aspenku.com, IDNStore, dan Goorita.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada Periode Januari— Agustus 2021 mencapai USD 142,01 miliar dan mengalami surplus sebesar USD 19,17 miliar, dimana sektor nonmigas menyumbang surplus sebesar USD 26,65 miliar.

“Saat ini, kontribusi ekonomi digital masih relatif kecil terhadap ekonomi nasional. Akan tetapi, pertumbuhannya sangat pesat dan potensial. Pada 2020, kontribusi ekonomi digital Indonesia mencapai Rp632 triliun atau hanya 4 persen dari produk domestik bruto (PDB). Namun, pada 2030 nilai ini diperkirakan akan tumbuh delapan kali lipat menjadi Rp4,53 triliun atau 18 persen,” pungkas Marolop.


Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved