July
15
2020
     09:48

Tingkatkan Ekspor, Kemendag Pacu Daya Saing UKM melalui Penguatan Branding

Tingkatkan Ekspor, Kemendag Pacu Daya Saing UKM melalui Penguatan Branding

Jakarta, 14 Juli 2020 – Di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Perdagangan terus mendorong para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk tetap mengembangkan bisnisnya. Salah satunya, dengan menguatkan merek (brand).

“Merek merupakan identitas dan kredibilitas perusahaan. Dengan strategi penguatan merek yang tepat, pelaku UKM dapat mengomunikasikan mutu, kualitas sifat, dan atribut produk tersebut kepada konsumen,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekpor Nasional Kasan dalam webinar Lembaga Kajian Nawacita yang diselenggarakan pada Selasa.

Dengan penguatan merek, lanjut Kasan, pelaku UKM dapat meningkatkan ekspor produkproduknya. “Merek menciptakan keterikatan antara konsumen dengan produk UKM Indonesia, sehingga, konsumen akan kembali membeli produk tersebut. Dengan produk yang berdaya saing tinggi, merek juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen internasional terhadap produk UKM Indonesia. Hal ini nantinya akan meningkatkan nilai ekspor produk Indonesia,” imbuhnya.

Strategi lain yang dilakukan Kementerian Perdagangan untuk mendorong kemajuan pelaku UKM, yaitu memacu daya saing produk melalui program pengembangan desain produk kemasan dan penguatan hak kekayaan intelektual, antara lain dengan pengembangan merek, paten, serta indikasi geografis. Kementerian Perdagangan juga melakukan optimalisasi perdagangan niaga elektronik, mendirikan pusat layanan konsumen terkait ekspor, dan kerja sama dengan sejumlah laman pemasaran.

Kasan menyampaikan, UKM berperan besar dalam perekonomian di dunia termasuk di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, pada 2019 jumlah UKM di Indonesia diperkirakan mencapai 64,19 juta usaha, atau 99 persen dari unit usaha di Indonesia. Jumlah ini, bila disertai dengan fasilitasi yang tepat sasaran dari program-program pemerintah, akan mampu menaikkan kontribusi UKM terhadap ekspor Indonesia.

Kasan mendorong pelaku UKM untuk menciptakan inovasi dan meningkatkan daya saing produknya. “Di tengah pandemi ini, banyak pelaku UKM yang kesulitan mendapatkan bahan baku akibat kebijakan karantina wilayah di negara penyuplai serta kesulitan melakukan ekspor karena negara tujuan sedang fokus pada pemulihan ekonomi. Untuk itu, para pelaku UKM harus terus berinovasi, muali dari diversifikasi produk, peningkatan kualitas, kecepatan pengantaran, hingga penguatan merek, agar dapat memenangkan kompetisi di pasar global,” ujar Kasan.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Olvy Andrianita menyampaikan, ada sejumlah tantangan bagi UKM dalam mengembangkan bisnisnya. Hambatan tersebut, antara lain terbatasnya kapasitas SDM dan pendanaan, inkonsistensi kapasitas dan kualitas produk, belum tersertfikasinya produk yang dihasilkan, kurangnya pengembangan desain produk dan kemasan, kurangnya keterampilan ekspor, serta belum memiliki merek. Selain itu, penundaan agenda promosi, perubahan perilaku konsumen dari berbelanja secara luring menjadi daring, serta kewajiban penerapan protokol kesehatan dalam menjalankan bisnis juga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UKM.

“Sengitnya kompetisi memaksa pelaku UKM memikirkan strategi pengembangan merek yang tepat untuk produk dan jasanya. Merek harus mencerminkan nilai-nilai usaha produk unggulan UKM dan bisa menjadi sarana komunikasi yang efektif bagi konsumen lokal maupun global,” pungkas Olvy.


Release Terkini

Fortinet Mengakuisisi OPAQ

10 AGUSTUS 2020 / 16:54 WIB

2020 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved