April
20
2021
     09:02

Tambak Udang Berkelanjutan KKP Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir Cianjur

Tambak Udang Berkelanjutan KKP Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir Cianjur

JAKARTA (19/4) - Keberadaan percontohan klaster tambak udang berkelanjutan yang merupakan hasil kerja sama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Perum Perhutani sebagai pemilik lahan di Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat mendulang banyak apresiasi. Percontohan tambak udang berkelanjutan berhasil menggerakkan ekonomi setempat.

“Alhamdulillah awalnya kami minim sekali terkait informasi teknologi budidaya tambak udang berkelanjutan, dengan pengawalan teknologi dari Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang, kami bisa berhasil melakukan panen udang vaname sesuai dengan target yang diinginkan.

Area tambak dengan luas sekitar 4 hektare yang terdiri dari 15 kolam produksi, awalnya lahan non produktif tersebut masih 0 persen belum tercetak lahan tambak udang dan sampai akhirnya beroperasi dengan masa pemeliharaan 110 hari, kami berhasil panen perdana udang vaname sebanyak kurang lebih 30 ton senilai kurang lebih Rp2 miliar,” papar Ahmad Hidayat selaku wakil ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dalam keterangannya.

"Hasil panennya memuaskan bisa mencapai target. Alhamdulillah ini menjadi sumber pendapatan kami di LMDH, apalagi situasinya masih pandemi seperti sekarang ini," ujar Ahmad.

Ahmad dalam keterangannya mengatakan bahwa hasil panen dari budidaya tambak udang sangat menambah pendapatan anggota kelompok hingga tiga kali lipat.  Uang hasil penjualannya selain dibagikan untuk anggota LMDH, digunakan juga sebagai modal selanjutnya untuk membeli seperti benih, pakan dan sarana produksi lainnya.

“Kami semua tidak menyangka dengan awalnya kami sebagai petani yang tidak memiliki ilmu untuk budidaya tambak udang, Alhamdulillah dengan semangat kerja teman-teman dari BLUPPB Karawang meskipun kondisi musim hujan tetap memberikan pendampingan hingga hasil panen kami bisa mencapai target,” papar Ahmad.

Hasil panen yang diperoleh diakuinya menjadi pendorong semangat untuk meningkatkan produktivitas tambak ke depannya. "Yang pasti kami akan menekuni ini, karena sudah terbukti hasilnya," ungkapnya.

Keberadaan tambak bukan hanya membawa berkah bagi LMDH saja melainkan juga masyarakat sekitar yang membantu operasional tambak. "Jadi memang berkahnya bukan hanya untuk kami, tapi juga warga sekitar bisa bekerja di sini," pungkasnya.

Ahmad menambahkan LMDH dan masyarakar sekitar hutan sangat berterima kasih dengan adanya program tambak budidaya tambak udang berkelanjutan di Cidaun ini, serta untuk keberlanjutan sangat berharap agar BLUPPB Karawang terus melanjutkan pendampingan teknologi hingga benar-benar bisa secara mandiri budidaya tambak udang.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto saat mengunjungi tambak udang berkelanjutan di Cidaun beberapa waktu lalu mengatakan sangat apresiasi dengan hasil panen yang diperoleh bisa sesuai dengan target yang diinginkan yakni bisa mencapai sekitar 30 ton serta panen totalnya bisa berhasil mencapai sekitar size 45 selama masa pemeliharaan  110 hari dengan padat tebar sebanyak 100 ekor per m2.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved