September
24
2021
     12:11

Simpan Potensi Sebagai Pemain Besar Dunia, Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Nelayan Lokal

Simpan Potensi Sebagai Pemain Besar Dunia, Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Nelayan Lokal

Bontang, 24 September 2021 - Bertepatan dengan momen Hari Maritim Nasional yang jatuh pada tanggal 23 September, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki potensi mendalam di dunia kemaritiman. Potensi tersebut diantaranya berasal dari sektor perikanan Indonesia yang merupakan salah satu industri perikanan terbesar di dunia, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya dengan potensi produksi lestari sekitar 67 juta ton/tahun. Hal ini tentu dapat memberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia sebagai masyarakat maritim.

Sebagai kota dengan 70% wilayah laut, Bontang yang terletak di Kalimantan Timur telah lama dikenal sebagai kota maritim berkebudayaan industri yang bertumpu pada kualitas sumber daya manusia dan lingkungan hidup.

Saat ini, mayoritas masyarakat maritim di kota Bontang terdiri atas lebih dari 7.000 rumah tangga nelayan perikanan tangkap dan perikanan budidaya pada tahun 2020. Dari jumlah masyarakat maritim tersebut, tentu masih menyimpan potensi untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Sebagai salah satu perusahaan yang bermarkas di Bontang, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) produsen Urea terbesar di Indonesia, terus memperkuat komitmen untuk terus meningkatkan produktivitas masyarakat maritim di kota Bontang.

Hal ini terwujud dalam salah satu program pengembangan ekosistem perairan yang dilakukan PKT tertuang pada program Creating Shared Value (CSV) Perusahaan, yang menaungi nelayan-nelayan Kota Bontang pada sektor budidaya Lobster dan Kerapu di Keramba Jaring Apung (KJA). Melalui konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), KJA untuk nelayan binaan PKT ini dibangun dari sisa material pabrik yang dimanfaatkan ulang sebagai bahan baku, baik kayu untuk tiang penyangga serta drum bekas yang telah dinetralisir.

Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi, menjelaskan program yang dimulai sejak 2016 ini didasari dari semangat PKT untuk membantu mewujudkan pemberdayaan masyarakat maritim yang mandiri di kota Bontang. “Sebagai perusahaan BUMN, kami memiliki peran sebagai agen pembangunan, termasuk terhadap masyarakat dan lingkungan.

Di Bontang ini, kami melihat tingginya potensi budidaya lobster dan kerapu, yang pada saat itu masih sulit ditemui di kota ini. Melalui pengembangan KJA ini, diharapkan bisa menjadi sarana edukasi bagi nelayan, serta wujud komitmen PKT terhadap lingkungan dan ekosistem perairan dengan peningkatan produktivitas nelayan di tengah potensi industri perikanan Indonesia yang sangat besar. Program ini juga sejalan dengan komitmen PKT terhadap pelaksanaan industri hijau berbasis lingkungan.”

Pembinaan PKT bagi nelayan pesisir Bontang dalam program CSV kini menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan di tahun 2021, baik untuk tingkat kesejahteraan maupun kemampuan budidaya. Dari 80 orang anggota yang tergabung dalam pembinaan KJA PKT, hasil panen telah mencapai 3,5 ton kerapu dan 400 kilogram lobster siap konsumsi sepanjang tahun 2021, hingga bulan Agustus.

Selain itu, sebanyak 95% fasilitas yang digunakan nelayan binaan didukung penuh oleh PKT, termasuk manajemen pemasaran yang sebelumnya merupakan kendala utama bagi nelayan budidaya di Bontang.

“Keberhasilan budidaya ikan kerapu dan lobster di KJA ini juga erat kaitannya dengan kemampuan perusahaan untuk pengolahan limbah. Lokasi KJA binaan PKT terletak pada lokasi yang sangat dekat dengan pabrik PKT, sehingga dapat dijadikan sebagai bio indikator yang menunjukkan bahwa pengelolaan limbah cair yang baik di PKT yang tidak mengganggu kehidupan lingkungan perairan di sekitar,” tambah Rahmad.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini

No Release Found

Terpopuler


2022 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved