July
30
2021
     12:18

Si Chupang Masuk 5 Besar Inovasi Pelayanan Publik, KKP: Ini Buah Kerja Keras Sebuah Pengabdian

Si Chupang Masuk 5 Besar Inovasi Pelayanan Publik, KKP: Ini Buah Kerja Keras Sebuah Pengabdian

JAKARTA (30/7) - Aplikasi Cukup Mudah dan Gampang (Si Chupang) diganjar penghargaan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Inovasi dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Mataram ini terpilih sebagai pelayanan publik terpuji Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2021 Kategori Replikasi Inovasi Pelayanan Publik.

"Alhamdulillah, setelah bersaing dengan puluhan inovasi lain, Si Chupang terplih masuk jajaran 5 besar," kata Kepala BKIPM, Rina usai mendapat menerima informasi penobatan tersebut di Jakarta, Kamis (29/7/2021).

Rina mengungkapkan , melalui pemanfaatan Si Chupang, kondisi geografis Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terbentang dari Pulau Lombok dan Sumbawa serta pulau-pulau kecil lainnya, kini bukan jadi penghalang bagi pelaku usaha yang ingin memperluas akses pasar produknya. Karena pengguna jasa tak perlu ke Kantor BKIPM Mataram untuk mendapatkan pelayanan. Aplikasi Si Chupang bisa diunduh di Playstore.

"Tentu ini bukti, pengabdian dan pelayanan optimal, akan mendapatkan hasil yang maksimal," terangnya.

Dikenalkan sejak 2019, aplikasi ini berhasil memangkas waktu layanan dari 1 - 4 hari menjadi 30 menit. Rina menuturkan dampak aplikasi ini di antaranya peningkatan ekspor, dari yang semula 148 frekuensi pengiriman menjadi 271 atau naik sebesar 83,11%. Nilai ekspor yang dihasilkan pun meningkat, dari yang mulanya Rp20,6 miliar menjadi Rp66,8 miliar, atau naik sebesar 223,97%.

Kemudian pengiriman domestik juga turut meningkat, dari 19.067 menjadi 22.869 frekuensi pengiriman, naik sebesar 19,94%.

"Nilainya naik dari Rp1,30 triliun menjadi Rp1,39 triliun atau naik sebesar 7,13%," tuturnya.

Dari sisi penerbitan sertifkat CKIB juga meningkat 72,73% dan sertifikat HACCP naik 21,05% sejak penggunaan aplikasi ini. Sementara sertifikat CPIB dari 8 menjadi 29 sertifikat, naik sebesar 262,5%. Dampaknya pun peningkatan PNBP dari Rp545 juta  menjadi Rp660 juta, atau naik sebesar 21,01%, dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap BKIPM Mataram dari yang mulanya 86,25 menjadi 96,13.

Sementara Kepala Balai KIPM Mataram, Suprayogi mengaku bersyukur dengan capaian ini. Dia pun mengapresiasi kerja keras jajarannya dalam penyempurnaan sekaligus layanan Si Chupang, seperti sertifikasi lalu lintas komoditas perikanan, pengujian penyakit Ikan karantina, sertifikasi Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB), sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan pembayaran online Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Akses layanan Si Chupang terdiri dari  akses untuk umum dan akses untuk internal Balai KIPM Mataram," kata sosok yang akrab disapa Yogi ini.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved