June
16
2021
     14:58

Likuiditas Perbankan Tinggi dan Indeks Harga Hunian Turun, Saatnya Ambil KPR di Area Prospektif Versi Rumah.com

Likuiditas Perbankan Tinggi dan Indeks Harga Hunian Turun, Saatnya Ambil KPR di Area Prospektif Versi Rumah.com

Jakarta, 16 Juni 2021 – Menurut data kalangan perbankan di tanah air, saat ini perbankan sedang mengalami kelebihan likuiditas dengan total dana pihak ketiga (DPK) di perbankan mencapai Rp 6.665 triliun sedangkan penyaluran kredit hanya mencapai Rp 5.548 triliun. Sehingga tingkat loan to deposit ratio (LDR) saat ini sebesar 84%.

Marine Novita, Country Manager Rumah.com menjelaskan bahwa tingginya likuiditas perbankan saat ini menyebabkan pemerintah dan otoritas keuangan terkait berupaya memberikan stimulus melalui berbagai insentif kebijakan dan relaksasi. Adanya stimulus tersebut diharapkan bisa mendorong kembali terjadinya pertumbuhan kredit.

"Untuk sektor properti, pemerintah melakukan relaksasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi nol persen atau PPN ditanggung pemerintah untuk sektor perumahan yang berlaku mulai 1 Maret 2021 sampai 31 Agustus 2021. Selain itu ada pula insentif berupa uang muka atau Down Payment (DP) nol persen untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui kebijakan dari Bank Indonesia," jelasnya.

Marine menambahkan bahwa berbagai insentif dari pemerintah diberikan untuk meningkatkan konsumsi masyarakat dan diharapkan akan menjadi katalis yang baik bagi perekonomian mengingat sektor properti dapat memberikan multiplier effect kepada 174 industri ikutan dan 350 jenis industri kecil terkait.

Menurutnya, adanya stimulus pemerintah tersebut dapat dilihat pemerintah sedang berusaha keras menggenjot industri properti agar segera melakukan pembelian rumah baik rumah tapak maupun rumah susun, khususnya pembelian rumah atau hunian pertama. Sehingga kebijakan pemerintah tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya saat ini adalah kondisi termudah untuk membeli rumah.

Oleh karena itu konsumen bisa mulai mencari daerah hunian yang akan diincar sekaligus menyesuaikan dengan kemampuan finansialnya. Apalagi berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q2 2021 menunjukkan terjadinya penurunan indeks harga properti disertai kenaikan suplai properti secara nasional pada Q1 2021 kemarin.

Rumah.com Indonesia Property Market Index – Harga (RIPMI-H) pada Q1 2021 berada pada angka 110,3, turun 0,4% dibanding Q4 2020 (quarter-on-quarter). Sementara Rumah.com Indonesia Property Market Index – Suplai (RIPMI-S) berada pada angka 178,2. Indeks menunjukkan adanya pertumbuhan suplai properti sebesar 8,4% secara kuartalan pada Q1 2021. Suplai masih mengalami pertumbuhan namun melambat jika dibandingkan Q4 2020 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,6% (quarter-on-quarter).

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 600.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Area Prospektif: Cisauk dan Curug diuntungkan oleh kemapanan kawasan tetangga

Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) juga menunjukkan beberapa area yang prospektif bagi konsumen. Dua area diantaranya adalah Kecamatan Cisauk dan Kecamatan Curug, keduanya berlokasi di Kabupaten Tangerang. Pada kuartal Q1 2021 kemarin, Kecamatan Cisauk dan Kecamatan Curug, berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index menjadi dua area yang paling prospektif. Cisauk dan Curug menawarkan peluang terbaik bagi konsumen di masa sekarang.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved