March
12
2020
     20:46

Kompetisi Schneider Go Green 2020

Kompetisi Schneider Go Green 2020

Jakarta, 12 Maret 2020 – Schneider Electric, perusahaan global terkemuka dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi,kembali mengajak generasi muda Indonesia menampilkan BOLD IDEAS untuk mengatasi perubahan iklim dan menjaga lingkungan hidup melalui pengelolaan energi yang efisien melalui Kompetisi Schneider Go Green 2020(sebelumnya dikenal sebagai ‘Go Green in The City’). Pada pengumuman final IndonesiaSchneider Go Green 2020, hari ini, bertempat di IFI Jakarta – Thamrin, Schneider Electric juga mengungkapkan besarnya kesadaran dan antusiasme generasi muda Indonesia mengikuti perkembangan tren global dalam penerapan revolusi industri 4.0 dan pengembangkan sumber energi baru terbarukan berbasis teknologi.

Kompetisi Schneider Go Green 2020 menghadirkan Bapak Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral periode 2016 – 2019 sebagai salah satu dewan juri selain tiga (3) juri internal dari Schneider Electric yaitu Xavier Denoly, Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste; Indah Prihardini, Human Resources Director Schneider Electric; dan Joko Sutopo, Plant Director Schneider Electric Indonesia. Adapun Tim Stadadari Institut Teknologi Bandungterpilih mewakili Indonesia untuk bersaing di tingkat Asia Pasifik untuk memperebutkan tiket menuju Grand Final yang akan diselenggarakan di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 1 – 5 Juni 2020 mendatang.

Adapun Pemenang Indonesia Schneider Go Green 2020 yang terdiri dari Vincent Oktavian Kaulika, dan Felicia Shelly mengusung gagasan untuk mengurangi limbah makanan melalui platform analitik data dan memanfaatkan limbah tersebut untuk memproduksi listrik.

Xavier Denoly, Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste mengatakan “Tahun ini, kompetisi Schneider Go Green memasuki tahun ke-10 penyelenggaraannya dan kami bangga bahwa tiap tahunnya para mahasiswa ini berlomba-lomba menciptakan inovasi baru dalam memecahkan paradoks energi. Tahun ini, kompetisi Schneider Go Green semakin menarik dimana keempat finalis yang terpilih menaruh perhatian terhadap tren global dalam penerapan revolusi industri 4.0 dan pemberdayaan sumber energi baru terbarukan dengan pemanfaatan teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia sudah memiliki kesadaran yang cukup tinggi dalam mengembangkan solusi-solusi baru untuk mengatasi krisis energi dan perubahan iklim yang mengancam keberlanjutan ekosistem global, mengingat Indonesia memiliki sektor industri yang berkembang pesat dan memiliki potensi energi bersih salah satu yang terbesar di dunia.”

Pengelolaan energi yang efisien melalui pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan sumber energi baru terbarukan adalah pilar utama dalam menciptakan ketahanan dan keberlanjutan energi nasional dan global, serta mendukung tujuan Sustainable Development Goalsuntuk menyediakan energi yang bersih dan terjangkau. Penerapan efisiensi energi dan energi terbarukan, secara bersama-sama diprediksi dapat mengurangi lebih dari 90% emisi CO². Menurut Badan Energi Internasional, peningkatan efisiensi energi pada bangunan, proses industri dan transportasi dapat mengurangi sepertiga kebutuhan energi di dunia pada tahun 2050, dan dapat membantu mengontrol emisi gas rumah kaca secara global. Sementara itu, menurut International Renewable Energy Agency (IRENA), energi terbarukan dapat memenuhi dua pertiga konsumsi energi dan 85% dari pembangkit listrik.

Indonesia sendiri melalui peta jalan Making Indonesia 4.0 menargetkan menjadi 10 ekonomi terbesar di dunia dengan merevatilsasi sektor manufaktur. Indonesia juga telah mencanangkan untuk melakukan percepatan dalam pengembangan sumber energi baru terbarukan mengingat sumber daya alam Indonesia yang melimpah mulai dari memiliki 40% sumber energi panas bumi dunia, sektor pertanian dengan komoditas yang beragam, serta sumber energi angin, air dan gelombang laut yang melimpah; dimana seluruhnya dapat dimanfaatkan dalam menciptakan sumber energi baru terbarukan.

“Potensi Indonesia yang sangat besar dalam percepatan revolusi industri 4.0 dan menjadi produsen sumber energi baru terbarukan perlu didukung dengan teknologi pengelolaan energi yang inovatif, sumber daya manusia yang kompeten dan mengikuti perkembangan. Disinilah kekuatan Schneider Electric, yaitu inovasi teknologi dan komitmen dalam transfer pengetahuan.  Schneider Electric memiliki solusi teknologi yang terkoneksi yang dapat menganalisa dan mengoptimalkan energi yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi. Dalam hal komitmen transfer pengetahuan, kami memfokuskan pada pemberian pelatihan dan bimbingan dengan menjadi mitra Kemendikbud dan Kemenperin, serta menyediakan platform bagi innovator muda melalui Schneider Go Green.” Ungkap Ratri Wuryandari, Head of CSR Schneider Electric East Asia and Japan Zone.

Schneider Go Green merupakankompetisi global yang diperuntukkan bagi mahasiswa/i untuk menumbuhkan minat dan memfasilitasi generasi muda untuk ikut ambil bagian mencari solusi dalam pengelolaan energi yang efisien dan berdampak positif terhadap lingkungan.Schneider Go Green merupakan bagian dari komitmen global Schneider Electric dalam membuka akses ke energi untuk setiap orang (“Acess to Energy for Everyone”) yang difokuskan pada tiga pilar utama yaitu Energy Offers & Business Models, Impact Investingdan Training & Entrepreneurship.

 


Release Terkini


2020 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved