November
06
2021
     13:33

Kemendag Ajak Pelaku Usaha Lirik Pasar Non Tradisional Finlandia

Kemendag Ajak Pelaku Usaha Lirik Pasar Non Tradisional Finlandia

Jakarta, 5 November 2021 – Kementerian Perdagangan mengajak pelaku usaha, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM), untuk melirik potensi-potensi yang dapat digali di Finlandia sebagai negara tujuan ekspor nontradisional. Kerja sama antara Kemendag RI dan badan Findolainen Business Hub Ltd. dari Finlandia berusaha membangun momentum tersebut.

Hal tersebut mengemuka dalam forum bisnis ‘Peluang Pasar di Finlandia’, Kamis (4/11). Forum tersebut adalah bagian dari rangkaian acara pameran dagang internasional Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI–DE) 2021 yang berlangsung pada 21 Oktober–4 November 2021.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan menyampaikan, para pelaku usaha Indonesia diajak untuk mulai menjajaki pasar Finlandia yang semakin terbuka.

“Kegiatan ini dapat terwujud melalui pembicaraan Kemendag dengan Finpartnership dari Finlandia. Kita ingin bersama-sama mengembangkan produk-produk Indonesia agar dapat memanfaatkan pasar Finlandia dengan baik. Forum ini ingin mewujudkan hal tersebut,” kata Marolop secara virtual saat membuka forum bisnis.

Findolainen Business Hub Ltd. merupakan badan pelaksana (implementing agency) untuk program Finnpartnership. Finnpartnership sendiri merupakan program kemitraan bisnis di bawah Kementerian Luar Negeri Finlandia. Program tersebut bertujuan memberikan dampak ekonomi melalui promosi perdagangan antara Finlandia dan negara-negara berkembang.

Forum bisnis ‘Peluang Pasar di Finlandia’ digelar secara hibrida. Para peserta berasal dari pelaku usaha, eksportir, distributor, hingga perwakilan dinas yang membidangi perdagangan.

Forum tersebut turut menghadirkan narasumber Analis Perdagangan Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag, Dhonny Yudho Kusuma; Managing Director Findolainen, Dea Viinikainen; dan CEO Sheo Home Living, Ayu Anandani sebagai pelaku usaha yang berhasil menembus pasar Finlandia.

Dhonny dari Kemendag menyampaikan perlunya pelaku usaha memanfaatkan market intelligence dalam aktivitas usaha. “Informasi yang didapatkan dari market intelligence dapat digunakan oleh produsen, eksportir, dan pelaku usaha lainnya untuk menentukan brand positioning, pengembangan produk selanjutnya, atau hal-hal lain yang dianggap perlu dalam pengembangan bisnis para pelaku usaha,” kata Dhonny.

Sementara itu, Dea dari Findonlainen menyampaikan Finlandia berpotensi menjadi hub ke negaranegara nordic karena berbatasan dengan Swedia di barat, Rusia di timur, Norwegia di utara, dan Estonia di selatan. Ia juga mengatakan, karakteristik pembeli di Finlandia adalah menyukai data dan mengedepankan kejujuran.

“Secara karakteristik, penentu utama pembelian adalah kualitas. Faktor lain adalah keamanan, asal produk, dan citra merek. Kepatuhan terhadap standar Eropa dianggap sebagai suatu jaminan kualitas. Konsumen Finlandia semakin tertarik pada produk ekologis yang menghargai keberlanjutan. Konsumen Finlandia menyukai produk-produk yang sederhana, praktis, dan fungsional. Mereka menyukai desain kemasan yang minimalis dan memuat informasi detail. Selain itu, setiap musim memiliki preferensi tersendiri,” kata Dea.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini

No Release Found

Terpopuler


2022 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved