April
08
2021
     18:02

Kembangkan Usaha Nelayan di Masa Pandemi, KKP Latih Pengolah Ikan Kota Sorong

Kembangkan Usaha Nelayan di Masa Pandemi, KKP Latih Pengolah Ikan Kota Sorong

AMBON (8/4) - Guna menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta menerapkan inovasi pada usaha perikanan untuk menambah penghasilan rumah tangga, terlebih di masa pandemi Covid-19, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menyelenggarakan Pelatihan Aspirasi Diversifikasi Produk Hasil Perikanan di Kota Sorong Provinsi Papua Barat pada 6-7 April 2021.

Difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Ambon, pelatihan diadakan guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta dalam melakukan diversifikasi produk hasil perikanan.

Sebanyak 90 peserta setempat diberi materi mengenai sanitasi dan hygiene, pembuatan risoles ikan, pembuatan kaki naga, pembuatan ikan asap menggunakan asap cair sampai dengan cara menganalisa hasil usaha perikanan yang dijalankan. Dengan mengutamakan protokol kesehatan, pelatihan dilakukan dengan metode blended online.

Ditemui secara terpisah, Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja menyebut, komoditas perikanan merupakan sektor jual yang cepat mengalami kerusakan dan tidak tahan disimpan terlalu lama dalam keadaan utuh. Ia menyebut, pelatihan berperan dalam meminimalisir tingkat kerusakan produk perikanan dengan dilakukannya diversifikasi olahan yang lebih tahan lama namun tetap bernilai jual stabil.

“Ikan itu masalahnya ada pada tingkat kesegarannya, jika disimpan terlalu lama nilai jualnya akan turun dibandingkan dengan yang segar. Bahkan, tanpa wadah pendingin yang memadai, ikan akan cepat rusak sehingga tidak berdaya jual lagi,” ucapnya.

“Melalui diversifikasi olahan ikan, produk perikanan dapat bertahan lebih lama dengan nilai jual yang tetap stabil. Bahkan, hasil olahan dapat memberi nilai tambah dari harga jual ikan awalnya,” jelas Sjarief.

Sjarief menyampaikan, bahwa pelatihan juga merupakan bentuk dukungan terhadap program pemberdayaan nelayan yang dicanangkan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP. Mengacu pada arah kebijakan KKP dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, dinyatakan bahwa salah satu upaya pemerintah untuk pembangunan perikanan tangkap yakni dengan mengupayakan pengembangan pemukiman nelayan maju.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan, (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati menyatakan, diversifikasi pangan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya serap pasa, dimana inovasi olahan dapat meningkatkan permintaan serta menciptakan alternatif pengembangan usaha bagi pengolah hasil perikanan.

“Kami tahu ikan merupakan salah satu pangan utama di Kota Sorong, tapi sering kali ikan ini masih dijual atau diolah tetap dalam bentuk ikan utuh saja. Padahal, jika diolah dalam bentuk lainnya yang lebih menarik lagi bagi seluruh kalangan usia, produk hasil perikanan ini bisa meningkatkan daya serap pasar, sehingga lebih banyak bagi pengolah ikan yang dapat mengembangkan usahanya,” pungkasnya.

“Saya harap pelatihan ini bisa memberikan ilmu tambahan bagaimana cara-cara agar bapak-ibu sekalian dapat mengolah ikan-ikan hasil tangkapannya menjadi bentuk olahan yang bernilai tambah,” ucap Lilly.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved