November
25
2021
     10:32

Kampanyekan MakanTanpaSisa, Bank DBS Indonesia Indonesia Berhasil Kurangi Sampah Makanan Hingga 20 Ton Tahun 2021

Kampanyekan MakanTanpaSisa, Bank DBS Indonesia Indonesia Berhasil Kurangi Sampah Makanan Hingga 20 Ton Tahun 2021

Jakarta, 25 November 2021 – Sebagai bank yang sangat peduli akan isu keberlanjutan atau sustainability, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk melakukan kegiatan yang berdampak sosial berkelanjutan, salah satunya dengan mengadakan kampanye MakanTanpaSisa. Hal ini sejalan dengan salah satu pilar DBS Grup yaitu Creating Social Impact untuk mendukung aksi Towards Zero Food Waste (TZFW) yang diselenggarakan di enam negara di mana DBS beroperasi.

Sejak kampanye ini digulirkan pada tahun 2020, Bank DBS Indonesia senantiasa mendorong upaya advokasi dan publisitas untuk membangkitkan kesadaran publik tentang masalah sampah makanan, menjalankan kegiatan internal untuk melibatkan karyawan dalam mengurangi sampah makanan, dan bermitra dengan organisasi yang memiliki misi untuk meningkatkan upaya pengurangan sampah makanan.

Tahun ini Bank DBS Indonesia mencatatkan 20 ton food impact atau sampah makanan yang berhasil diselamatkan dengan didaur ulang atau didistribusikan kembali, bekerja sama dengan berbagai pihak baik dari wirausaha sosial, LSM, nasabah dan karyawan Bank DBS Indonesia.

Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, mengatakan, “Kami sangat bangga atas pencapaian yang dihasilkan dari prakarsa TZFW yang telah berhasil mencapai sekitar 20 ton food impact, naik dari tahun lalu sebesar 11,8 ton. Sebagai acara puncak dari kampanye #MakanTanpaSisa, maka hari ini (24/11) bersama dengan FOI kami memberikan donasi sejumlah 500 paket bahan pangan kepada masyarakat rentan yang terdampak oleh COVID-19 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Selain itu, DBS juga berkolaborasi dengan FOI untuk mengumpulkan bahan pangan dari supermarket dan toko ritel yang memiliki pasokan berlebih (surplus) untuk distribusikan kepada keluarga yang terdampak di 10 kota (Jakarta, Surabaya, Semarang, Solo, Jogja, Malang, Cirebon, Pandeglang, Palembang dan Lampung).

Kedua kegiatan ini menghasilkan setara 8,25 ton food impact. Kami berharap kampanye ini dapat memberikan dampak positif dan menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama menuju Towards Zero Food Waste.”

Keluarga rentan termasuk mereka yang terdampak oleh COVID-19, terutama yang bekerja di sektor informal. Tiap keluarga akan menerima paket bahan pangan (sembako) yang terdiri dari beras, mie, minyak goreng, makanan kemasan, dan gula yang dibagikan menggunakan Mobil Pangan Umat (MPU).

Hendro Utomo, CEO Foodbank of Indonesia mengatakan, "Survey FOI di 14 kota, ada sekitar 27% anak-anak usia dini berangkat ke PAUD dalam keadaan lapar. Di pemukiman padat, angkanya bisa mencapai 40%. Pandemi membuat situasi anak-anak lebih sulit lagi karena banyak keluarga kehilangan pencari nafkah dan daya beli orang tua menurun.

Dalam Aksi 1.000 Bunda di 22 kota kabupaten, FOI bersama ribuan Bunda relawan membuka akses bagi lebih dari 40.000 anak-anak usia dini dengan memberikan makanan tambahan. Pada tahun 2020 ada lebih dari 300 ribu ton makanan diselamatkan dari kemubaziran.

FOI bersama Bank DBS Indonesia mengajak masyarakat untuk lebih menghargai makanan dengan menghabiskan atau berbagi. Kita perangi kelaparan di sekitar kita, sekaligus merawat bumi dari krisis iklim.”

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved