January
24
2020
     18:52

Kalbe Kembangkan Obat Bioteknologi Paten: Uji Klinik Global Fase 3 - Efepoetin Alfa

Kalbe Kembangkan Obat Bioteknologi Paten: Uji Klinik Global Fase 3 - Efepoetin Alfa

Jakarta, 24 Januari 2020, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usaha Kalbe-Genexine Biologics mengembangkan obat bioteknologi paten Efepoetin alfa (EPO-HyFc), yaitu obat yang digunakan untuk terapi anemia pasien ginjal kronis.   Saat ini pengembangan obat Efepoetin Alfa sudah memasuki fase uji klinik fase 3 untuk menguji apakah obat telah memiliki efektifitas dan aman untuk digunakan.   Disamping itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan juga turut mengawal proses uji klinik fase 3 ini untuk menjadi dasar pemberian ijin edar.  Hal ini disampaikan oleh Penny K. Lukito, Kepala Badan POM dan didampingi  Irawati Setiady, Presiden Komisaris PT Kalbe Farma Tbk dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta hari ini.

"Uji klinik fase 3 pada efepoetin alfa ini merupakan langkah kemajuan yang sangat membanggakan bagi dunia kefarmasian di Indonesia, “kata Penny K.Lukito, Kepala Badan POM, “Kami sangat mengapresiasi langkah Kalbe Group yang terus berinovasi dan produktif melakukan riset termasuk pengembangan obat menggunakan teknologi tinggi seperti produk bioteknologi” katanya lagi.

“Kami berterima kasih atas dukungan Badan POM terhadap apa yang dilakukan Kalbe terhadap proses uji klinik fase 3 obat bioteknologi ini, “ kata Irawati Setiady, Presiden Komisaris PT Kalbe Farma Tbk,  “Kalbe berharap penelitian ini dapat menginisiasi lebih banyak lagi penelitian untuk obat baru yang memberikan kontribusi bagi peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia.” lanjutnya.

Uji klinik fase 3 secara global dengan produk yang diproduksi di Indonesia melalui PT Kalbio Global Medika (KGM) akan melibatkan 386 subyek dari 50 institusi yang terdapat di 6 negara yakni Indonesia, Australia, Taiwan, Filipina, Thailand, dan Malaysia.   Obat Efepoetin alfa (EPO-HyFc) sendiri telah selesai melakukan uji pre klinis, uji klinis fase 1, dan fase 2 dengan hasil yang telah diakui secara Internasional.

Seperti diketahui, PT Kalbe Farma Tbk menjalin kerja sama dengan perusahaan obat biologi asal Korea Selatan, Genexine Inc.  dalam mengembangkan dan membuat bahan baku obat-obatan bioteknologi. Kedua perusahaan farmasi yang kuat dalam bidang riset dan inovasi tersebut bersama-sama mendirikan perusahaan, PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio), di Indonesia.

Sebagai gambaran, fase uji klinik yang harus dilalui dalam proses pengembangan obat paten adalah Pre Klinik;  Uji klinik Fase I dilakukan pada manusia sehat, bertujuan untuk menentukan rentang dosis yang aman; Uji klinik Fase 2, dilakukan pada orang penderita dengan jumlah terbatas untuk melihat apakah efek farmakologik yang tampak pada fase I berguna atau tidak untuk pengobatan;  Uji klinik fase III dilakukan pada penderita yang bertujuan untuk memastikan bahwa suatu obat baru benar-benar memiliki efektifitas dan aman untuk digunakan; dan Uji klinik fase IV merupakan pengamatan terhadap obat yang telah dipasarkan.

Sekilas PT Kalbe Genexine Biologics
PT Kalbe Genexine Biologics yang berdiri tahun 2016 merupakan perusahaan patungan antara PT Kalbe Farma Tbk  dengan Genexine Inc Korea Selatan.  Kalbe Genexine Biologics adalah perusahaan untuk pengembangan obat yang inovatif dan berbasis bioteknologi, fokus pada desain uji klinik dan non-klinik, proses pengembangan CMC, dan memenuhi regulasi dan kualitas yang ditetapkan.  Saat ini perusahaan sedang mengembangkan produk EPO hyFc: Genexine’s 3rd generation long-acting EPO dan PD-1: HLX10 licensed in from Henlius Biotech.

Sekilas tentang Kalbe
Kalbe berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara. Kalbe memiliki empat divisi utama yang menangani portofolio merek yang handal dan beragam; divisi obat resep (Cefspan, Brainact, Broadced, dll); divisi obat bebas (Promag, Mixagrip, Komix, Woods, Fatigon, dll) dan minuman energi dan siap saji (Hydro Coco, Extra Joss), divisi nutrisi (ChilKid, Prenagen, Diabetasol, dll); dan divisi distribusi dan logistik. Kalbe kini memiliki lebih dari 35 anak perusahaan dan 12 fasilitas produksi berstandar internasional, dan mempekerjakan sekitar 17.000 karyawan, yang tersebar di 74 cabang di seluruh Indonesia. Sejak tahun 1991, Kalbe tercatat sebagai salah satu emiten di Bursa Efek Indonesia, dengan kode saham:KLBF.

 


Release Terkini


2020 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved