May
07
2020
     18:06

Johnson & Johnson Mengajak Masyarakat Indonesia Berinovasi dalam Penanganan Tuberkulosis

Johnson & Johnson Mengajak Masyarakat Indonesia Berinovasi dalam Penanganan Tuberkulosis

Jakarta, 6 Mei 2020 – Sebagai salah satu perusahaan perawatan kesehatan global terkemuka di dunia, Johnson & Johnson memperkuat dan melanjutkan komitmennya untuk terus melakukan berbagai upaya dalam menurunkan angka TB dan berinovasi untuk penanganan TB di dunia, terutama Drug Resistant Tuberculosis (DR-TB) atau dikenal juga dengan istilah Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO). Indonesia menduduki peringkat ketiga di dunia dalam jumlah kasus TB dan World Health Organization (WHO) Global TB Report 2018 memperkirakan kasus TB di Indonesia sebesar 842.000 kasus, dimana kasus MDR-TB (Multi-Drug Resistant TB) diperkirakan sebanyak 23.000 kasus.

DR-TB merupakan TB yang resisten terhadap minimal 2 (dua) obat anti TB lini pertama, yaitu isoniazid dan Rifampisin atau obat anti TB lini pertama lainnya seperti etambutol, streptomisin, dan pirazinamid. Pada umumnya, terjadi akibat pemberian obat yang tidak tepat, ketidakpatuhan pasien TB dalam pengobatan yang dapat memperburuk kondisi pasien tersebut hingga berkembang menjadi DR, dimana mereka akan membutuhkan pengobatan dengan dosis yang lebih tinggi. Pasien DR berpotensi menularkan kuman penyakit TB di level DR.

Hingga saat ini, penyakit Tuberkulosis (TB – seringkali disebut dengan TBC) masih menjadi masalah kesehatan dunia. Pada saat yang bersamaan, dunia juga sedang menghadapi pandemi virus corona (COVID-19) yang memberikan dampak negatif kepada dunia di berbagai aspek, baik ekonomi, infrastruktur, maupun kesehatan.

Pandemi COVID-19 mengharuskan dan menghimbau masyarakat untuk melakukan physical distancing dan membatasi kunjungan ke rumah sakit kecuali dalam keadaan terdesak. Selain itu, COVID-19 juga secara spesifik menyebabkan pelayanan kesehatan penyakit lainnya menjadi terganggu.

Seseorang yang positif COVID-19 dapat mengalami beberapa gejala, dimana salah satunya adalah gangguan pernafasan dan/atau kerusakan paru – paru. Namun, gejala – gejala ini akan menjadi lebih serius dan fatal pada seseorang dengan TB/DR TB, dikarenakan daya tahan tubuh yang lebih lemah dan kondisi paru yang lebih rentan terinfeksi.

Dengan terganggunya pelayanan kesehatan ini, dapat menjadikan pengobatan dan perawatan pasien TB/DR TB menjadi tidak efektif. Padahal, penting bagi pasien TB/DR TB untuk memastikan pengobatan dan perawatan mereka terus berjalan secara teratur hingga mereka sembuh.

Melihat pada fakta bahwa Tuberkulosis merupakah salah satu isu dunia dan dengan tujuan untuk mengakhiri epidemi TB pada tahun 2030, Johnson & Johnson Global Public Health bekerja sama dengan Johnson & Johnson Innovation – JLABS mengajak masyarakat dunia untuk terlibat secara langsung dalam mencari solusi terhadap pelayanan kesehata DR-TB selama pandemi maupun setelahnya melalui Drug-Resistant Tuberculosis Lifeline QuickFire Challenge. Kesempatan ini terbuka secara khusus untuk masyarakat di negara – negara dengan beban TB tertinggi di dunia (seperti Indonesia, India, Filipina, Afrika Selatan, dan Ukraina).

Pada kompetisi Lifeline QuickFire Challenge, kesempatan terbuka bagi masyarakat untuk mengeksplorasi dan mengusulkan ide – ide kreatif dan inovatif yang dapat diimplementasikan dan dimanfaatkan secara berkesinambungan, sehingga dapat memberikan dampak secara langsung terhadap penanganan pelayanan kesehatan untuk DR-TB. Adapun ide atau inovasi yang dicari secara khusus harus mencakup konsultasi dan tindak lanjut jarak jauh; dukungan pasien berbasis rumah dan/atau digital untuk mempertahankan kepatuhan & penyelesaian pengobatan TB; akses terhadap perawatan untuk kejadian buruk tanpa harus meninggalkan rumah, dukungan kesehatan mental, nutrisi, mengatasi isolasi sosial, dan dukungan sekitar, serta manfaat sosial.

Lifeline QuickFire Challenge telah dibuka sejak tanggal 5 Mei 2020 dan akan berlangsung hingga tanggal 19 Mei 2020. Sebanyak 5 (lima) pemenang terpilih untuk ide kreatif, inovatif, dan berpotensi untuk menyelesaikan masalah pelayanan kesehatan DR-TB akan diumumkan pada bulan Juni 2020 dan diberikan penghargaan senilai (total) USD 250.000, atau masing-masing memperoleh sebesar USD 50.000. Selain itu juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat dengan para ahli di Johnson & Johnson Family of Companies.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Drug-Resistant Tuberculosis Lifeline QuickFire Challenge dapat dilihat pada lampiran berikut ini serta tautan berikut: JLABS.tv/dr-tb  

Tentang Johnson & Johnson

Di Johnson & Johnson, kami percaya kesehatan yang baik adalah dasar kehidupan yang aktif, komunitas yang berkembang dan maju. Itu sebabnya selama lebih dari 130 tahun, kami bertujuan untuk menjaga orang – orang tetap sehat di setiap tahapan usia dan kehidupan. Saat ini, sebagai salah satu perusahaan perawatan kesehatan terbesar dan berbasis luas di dunia, kami berkomitmen untuk menggunakan jangkauan dan kemampuan kami untuk kebaikan. Kami berusaha untuk meningkatkan akses dan keterjangkauan, menciptakan komunitas yang lebih sehat, pikiran yang sehat, tubuh dan lingkungan yang sehat untuk siapapun dan dimanapun. Kami memadukan hati, ilmu pengetahuan dan ketulusan untuk mengubah arah lintasan kesehatan bagi kemanusiaan. Untuk keterangan lebih lanjut, kunjungi www.jnj.com

Tentang PT Johnson & Johnson Indonesia

PT Johnson & Johnson Indonesia berdiri sejak tahun 1973 dan bergerak di empat sektor bisnis yang berbeda, yaitu sektor: Consumer, Medical Devices, Pharmaceutical dan Vision. Merek-merek ternama dari sektor Consumer antara lain adalah JOHNSON’S, CLEAN & CLEAR, LISTERINE, CAREFREE, MYLANTA, BENADRYL, VISINE dan COMBANTRIN.


Release Terkini


2020 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved