May
29
2020
     15:45

Indika Energy Jaga Stabilitas Operasi di Tengah Pandemi

Indika Energy Jaga Stabilitas Operasi di Tengah Pandemi

JAKARTA, 28 Mei 2020 – Perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk. (Perseroan) merilis Laporan Konsolidasi untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2020 (3M-2020). Perseroan membukukan Pendapatan US$641,5 juta — menurun 8,5% dibandingkan US$700,7 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Faktor utamanya adalah penurunan pendapatan PT Kideco Jaya Agung (Kideco) sebesar 8,2% dari US$409,9 juta pada 3M-2019 menjadi US$376,4 juta pada 3M-2020 yang disebabkan pelemahan harga jual batubara menjadi US$43,0 per ton pada 3M-2020 dibandingkan US$45,7 per ton pada 3M-2019. Sementara itu, pendapatan PT Petrosea Tbk. (Petrosea) juga menurun sebesar 10,1% dari US$115,2 juta di 3M-2019 menjadi US$103,6 juta di 3M-2020. Pandemi COVID-19 mengakibatkan pelemahan perekonomian global dan ikut berimbas pada sektor pertambangan. Meski demikian, Perseroan dalam kondisi baik dan memiliki posisi keuangan yang sehat. Posisi Kas dan setara kas Perseroan hingga akhir 3M-2020 adalah sebesar US$728,2 juta.

“Di tengah kondisi perekonomian dan industri yang menantang, prioritas kami adalah menjaga posisi kas dan optimalisasi belanja modal,” tutur Azis Armand, Wakil Direktur Utama dan CEO Grup Indika Energy. Awal Mei lalu, lembaga pemeringkat Moody's Investors Service (Moody’s) mempertahankan peringkat grup Perseroan pada level Ba3, walaupun outlook-nya direvisi menjadi negatif karena tantangan di industri batubara yang semakin besar. Moody’s menegaskan afirmasi level Ba3 ini merupakan cerminan kondisi Perseroan yang memiliki saldo kas yang besar, bisnis yang terdiversifikasi, serta utang jangka pendek yang terkelola dengan baik.

Sementara itu, pendapatan PT Tripatra Engineers and Contractors (Tripatra) meningkat dari US$96,5 juta di 3M-2019 menjadi US$100,3 juta di 3M-2020. Sedangkan pendapatan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS) menurun sebesar 21,6% menjadi US$16,4 juta dari US$20,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan juga terus fokus menjaga efisiensi produksi dan mengendalikan biaya operasional. Sepanjang 3M-2020, Perseroan memproduksi 9,3 juta ton batubara yang terdiri dari Kideco yang menghasilkan 8,8 juta ton dan PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) yang memproduksi 500 ribu ton.

Sepanjang 3M-2020, Perseroan mencatat Laba Kotor sebesar US$104,9 juta – menurun 10,8% dibandingkan US$117,6 juta di 3M-2019. Laba Operasi Perseroan turun 16,9% menjadi US$68,7 juta dari US$82,7 juta di 3M-2019. Dengan adanya biaya bunga ditambah kerugian kurs mata uang asing yang sebagian besar unrealized, Perseroan membukukan Rugi yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar US$21,0 juta, dimana di periode yang sama tahun lalu Perseroan membukukan Laba yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar US$11,7 juta. Meski demikian, Perseroan mencetak Laba Inti* sebesar US$0,9 juta di 3M-2020.

Sepanjang 3 bulan pertama tahun 2020, Perseroan menggunakan belanja modal sebesar US$43,3 juta – yang sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan fuel storage di Kariangau, Kalimantan Timur, sebesar US$22,4 juta dan Petrosea sebanyak US$15,0 juta.

Perseroan juga mendiversifikasi portofolio bisnis – terutama dalam bidang yang sesuai dengan kompetensi Perseroan yaitu pertambangan. Hingga 5 Mei 2020, total kepemilikan Perseroan secara langsung dan tidak langsung di Nusantara Resources Limited (Nusantara) sebesar 23,2%. Nusantara merupakan induk dari PT Masmindo Dwi Area yang memegang konsesi pertambangan emas proyek Awak Mas di Sulawesi Selatan.

“Di tengah pandemi COVID-19, kami memprioritaskan kesehatan dan keselamatan pekerja di seluruh grup perusahaan dan tetap beroperasi untuk menjaga ketahanan energi nasional dengan tetap memperhatikan seluruh protokol kesehatan. Selain itu, kami juga melakukan rapid test dan PCR test untuk seluruh karyawan, serta membangun fasilitas kesehatan sementara di Jakarta dan berbagai lokasi proyek,” tutup Azis.

SEKILAS INDIKA ENERGY

PT Indika Energy Tbk. (“Indika Energy”) adalah perusahaan energi terpadu Indonesia melalui investasi strategis di Sumber Daya Energi - produksi batubara (PT Kideco Jaya Agung, PT Multi Tambangjaya Utama); perdagangan batubara (Indika Capital Investment Pte. Ltd.), Jasa Energi - EPC minyak & gas (PT Tripatra Engineers & Constructors, PT Tripatra Engineering); EPC kontraktor pertambangan (PT Petrosea Tbk.), dan Infrastruktur Energi – transportasi, pelabuhan, dan logistik laut untuk barang curah dan sumber daya alam (PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk., PT Sea Bridge Shipping, PT Cotrans Asia, PT Indika Logistic & Support Services, PT Kuala Pelabuhan Indonesia); terminal penyimpanan bahan bakar (PT Kariangau Gapura Terminal Energi); pembangkit listrik tenaga uap batubara (PT Cirebon Electric Power, PT Prasarana Energi Cirebon). Entitas portofolio Indika Energy termasuk perusahaan investasi pertambangan emas (Nusantara Resources Limited); enterprise IT (PT Xapiens Teknologi Indonesia); dan jasa teknologi digital (PT Zebra Cross Teknologi).


Release Terkini


2020 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved