September
20
2021
     15:19

Implementasi IA-CEPA, Momentum Tepat Pulihkan Ekonomi Indonesia dan Australia

Implementasi IA-CEPA, Momentum Tepat Pulihkan Ekonomi Indonesia dan Australia

Jakarta, 20 September 2021 – Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi menyampaikan, pemanfaatan implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) adalah momentum yang tepat bagi dunia usaha saat ini. Implementasi tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh seluruh pemangku kepentingan dalam masa pemulihan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Mendag saat menghadiri IndOz Conference 2021 bersama Menteri Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata Australia Daniel Thomas Tehan. Acara yang diselenggarakan secara hybrid ini dilaksanakan di Brisbane, Australia, Kamis (16/9).

“Nilai total perdagangan kedua negara pada periode Januari—Juli 2021 yang tercatat sebesar USD 6,82 miliar, tidak hanya mengindikasikan sinyalemen pemulihan ekonomi Indonesia yang terus membaik, tetapi juga merefleksikan momentum tepat untuk memanfaatkan sebesar-besarnya implementasi IA-CEPA. Keberadaan IA-CEPA sangat relevan dalam upaya pemulihan ekonomi kedua negara di tengah situasi pandemi Covid-19,” jelas Mendag.

Duta Besar RI untuk Australia merangkap Vanuatu Kristiarto Legowo menekankan, IA-CEPA tidak hanya ditujukan untuk memperoleh keuntungan bisnis semata. “IA-CEPA diyakini juga dapat memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara dan dalam konteks mendorong upaya pemulihan ekonomi di tengah masa pendemi Covid-19,” terang Dubes Kristiarto.

Atase Perdagangan Canberra Agung Wicaksono menambahkan, para pelaku usaha memberikan respons yang positif terkait implementasi IA-CEPA. “Kami turut senang mendengar testimoni dari kalangan dunia usaha kedua negara, khususnya di wilayah Queensland, bahwa implementasi IACEPA telah memberikan banyak manfaat bagi mereka,” ungkap Agung.

IndOz Conference adalah salah satu kegiatan besar di Brisbane dan merupakan ajang mempererat hubungan dunia usaha, industri, pemerintah Indonesia dan Australia yang terdiri atas kegiatan forum bisnis, networking dinner, dan festival budaya.

Tahun ini, IndOz Conference dihadiri lebih dari 300 orang yang terdiri atas para pelaku usaha, akademisi, pemerintah daerah Queensland, dan pemerintah federal Australia. Beberapa diantaranya yaitu MachEnergy, Adaro, The University of Queensland, Queensland Cotton, PT Kapal Api. Bertindak sebagai salah satu panelis adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Ari Satria.

Sedangkan, beberapa tamu kehormatan yang hadir adalah Queensland Minister for Agricultural Industry Development and Fisheries and Minister for Rural Communities Mark Furner, Queensland State Director of the Department of Foreign Affairs and Trade Melissa O’Rourke, dan The Right Honourable, Lord Mayor of Brisbane Adrian Schrinner.

Dalam kesempatan ini, Atdag Canberra bersama Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Sydney turut melakukan promosi Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 sekaligus menjaring buyers pada sesi IndOz Business Networking Dinner 2021.

Total perdagangan Indonesia-Australia pada periode Januari—Juli 2021 tercatat sebesar USD 6,82 miliar atau meningkat 68,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari nilai
tersebut, ekspor Indonesia ke Australia sebesar USD 1,85 miliar. Sedangkan, impor Indonesia dari Australia sebesar USD 4,96 miliar. Ekspor utama Indonesia ke Australia antara lain produk metal, kayu, peralatan televisi, dan pupuk. Sedangkan, impor utama Indonesia dari Australia antara lain minyak bumi, batu bara, sapi, bijih besi dan konsentrat gandum, dan meslin.


Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved