June
16
2021
     15:04

Hari Kedua, ASEAN SEOM Bahas Kelancaran Arus Perdagangan dan Investasi di Masa Pandemi

Hari Kedua, ASEAN SEOM Bahas Kelancaran Arus Perdagangan dan Investasi di Masa Pandemi

Jakarta, 16 Juni 2021 – Negara-negara anggota ASEAN melakukan rangkaian Pertemuan ASEAN Senior Economic Officials (SEOM) and Dialogue Partners secara virtual pada hari Selasa (15/6). Rangkaian pertemuan ASEAN yaitu dengan Kanada, India, dan Tiongkok, serta ASEAN Plus Three yaitu Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan.

Selain penguatan kerja sama, sejumlah isu dibahas antara lain mitigasi dampak ekonomi di masa pandemi, kelancaran arus perdagangan dan investasi serta Proposal Tiongkok. Indonesia berharap ekonomi ASEAN dapat segera bangkit akibat dampak pandemi.

“Selain ASEAN SEOM, pertemuan dengan negara anggota ASEAN Plus Three memberikan komitmen dukungan untuk kebangkitan ekonomi ekonomi ASEAN akibat pandemi. ASEAN Plus Three berkomitmen mempererat kerja sama di kawasan dengan memastikan kelancaran arus perdagangan dan investasi serta berjalannya konektivitas rantai pasokan di masa pandemi ini.

Berbagai inisiatif dan kerja sama telah dibahas untuk dapat dimanfaatkan oleh seluruh anggota,” tegas Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Indonesia Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono.

Pertemuan ASEAN SEOM and Dialogue Partners berlangsung selama dua hari, yaitu pada 14—15 Juni 2021. Sebelumnya ASEAN bertemu dengan Amerika Serikat, Korea, dan Jepang. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara negara ASEAN dengan negara-negara mitra.

13th SEOM–Canada Consultations

Pertemuan dimulai dengan 13th SEOM–Canada Consultations. Pada pertemuan ini, Delegasi Kanada dipimpin Director General for Trade Policy and Negotiations at Global Affairs Canada Kendal Hembroff dan diikuti Duta Besar Kanada untuk ASEAN Diedrah Kelly.

Pertemuan ini membahas penyelesaian Reference Paper for a possible ASEAN-Canada FTA. Dokumen tersebut direncanakan dapat disampaikan kepada para Menteri pada September 2021 dan digunakan sebagai pertimbangan untuk peluncuran ASEAN-Canada FTA. Pertemuan juga membahas rencana pelaksanaan 2021 ASEAN-Canada Trade Policy Dialogue yang akan mengangkat isu-isu kebijakan perdagangan yang menjadi kepentingan bersama.

“Selaku country coordinator, Indonesia mengajak seluruh pihak untuk fokus kepada penyelesaian Reference Paper pada September 2021 sesuai dengan tenggat waktu yang sudah ditetapkan saat 9th AEM-Canada Consultations tahun lalu,” ujar Djatmiko.

Djatmiko menyampaikan, dalam Reference Paper masih terdapat outstanding issues yang membutuhkan diskusi lebih lanjut. “Terutama dalam memberikan gambaran sifat komitmen yang diinginkan Kanada dalam konteks FTA untuk memberikan kejelasan dan kepastian yang lebih besar bagi negara-negara anggota ASEAN,” ujarnya.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved