October
13
2021
     16:47

Dapat Fasilitas Pameran di Jerman, Kinerja Ekspor IKM Kerajinan Meroket

Dapat Fasilitas Pameran di Jerman, Kinerja Ekspor IKM Kerajinan Meroket

Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan daya saing industri kecil dan menengah(IKM)agar bisa menembus pasar ekspor. Salah satu upaya memperkenalkan kualitas produk IKM nasional di kancah internasional, Kemenperin memfasilitasi kepesertaan IKM kerajinan pada Pameran Ambiente di Messe Frankfurt, Jerman.

“Perusahaan yang telah mendapatkan fasilitas kepesertaan ini tercatat mampu meningkatkan kinerja ekspornya dan berkesempatan memiliki pasar yang lebih luas dengan menggaet konsumen dari berbagai negara,”kata Plt. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita di Yogyakarta, Rabu (13/10).

Pameran Ambiente merupakan salah satu ajang bergengsi skala internasional untuk menampilkan produk kerajinan, khususnya home decor, yang diikuti oleh lebih dari 96 negara setiap tahunnya. “Kemenperinmelalui Ditjen IKMA secara rutin berpartisipasi pada Pameran Ambiente, kecuali tahun 2021 ini karena adanya pandemi Covid-19,” ungkap Reni.

Selasa (12/10) kemarin, Plt. Dirjen IKMA melakukan kunjungan kerja di Yogyakarta sekaligus menyaksikan secara langsung pelepasan ekspor produk kerajinan dari empat perusahaan di sektor kerajinan khususnya home decor, yaitu PT Harmoni Jaya Kreasi, CV Industri Classica Variasi, CV Palem Craft Jogja, dan CV Pandanus Internusa.Keempat perusahaan inipernah mendapat fasilitasi kepesertaan dari Kemenperin pada Pameran Ambiente.

PT Harmoni Jaya Kreasi merupakan IKM anyaman dari serat alam dan telah mendapat fasilitasi Pameran Ambiente pada tahun 2018-2020. Negara tujuan pasar ekspornya di antaranya adalahke Perancis, Amerika Serikat, Belanda, Spanyol, Austria, Norwegia, Belgia, Denmark, Afrika Selatan, dan Inggris.

Berikutnya, CV Industri Classica Variasi (Enclave) adalah IKM kerajinan kayu dansmall furniture, yang mengikuti Pameran Ambiente pada tahun 2017-2019. Negara tujuan pasar ekspornya meliputi ke Belanda, Jerman, Hong Kong, Kanada, Tunisia, Swiss, Rusia, Cyprus, India, dan Amerika Serikat.

Sementara itu, CV Palem Craft Jogja pernah mendapat fasilitasi Pameran Ambiente pada 2019-2020. IKM ini memproduksi dekorasi berbahan baku serat alam dan limbah. Negara tujuan ekspornya, antara lain ke Spanyol, Israel, Jerman, Perancis, Denmark, India, Belanda, Turki, Belgia, Chili, Argentina, China dan Amerika Serikat. Untuk kali ini, Palem Craft akan memberangkatkan 16 kontainer ke Spanyol, Perancis, Belgia, Jerman, dan Polandia.

Sedangkan, CV Pandanus Internusa, IKM yang memproduksi dekorasi rumah berbahan anyaman pandan, pernah mengikuti Pameran Ambiente pada 2019-2020. Produknya telah diekspor ke Dubai, India, Jerman, Vietnam, Inggris, Maroko dan Belanda. Kali ini, Pandanus akan memberangkatkan 10 kontainer ke Jerman dan Amerika Serikat yang dilakukan bertahap sampai akhir bulan dengan menyesuaikan kesediaan kapal dan kontainer.

“Hal ini menunjukkan bahwa IKM kita memiliki daya saing cukup tinggi di pasar global. Selain itu juga memberikan harapan baik bagi kita semua, bahwa IKM tetap bisa bertahan di masa pandemi yang berat ini, bahkan terus berkembang hingga dapat melakukan ekspor,” ucap Reni.

Reni menambahkan, IKM kerajinan di tanah air memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Hal ini terlihat dari ekspor produk kerajinan yang tercatat menembus USD829 juta pada 2020. Tak hanya itu, jika dilihat dari jumlahnya, industri kerajinan berperan cukup dominan,yaitu mencapai lebih dari 700 ribu unit usaha, dan menyerap tenaga kerja hingga 1,32 juta orang.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved