July
06
2021
     17:53

Beri Angin Segar, Ekspor Produk Kerajinan ke Jepang Tembus USD 10,32 Juta

Beri Angin Segar, Ekspor Produk Kerajinan ke Jepang Tembus USD 10,32 Juta

Jakarta, 6 Juli 2021 – Kementerian Perdagangan terus berupaya meningkatkan ekspor produk kerajinan tangan ke pasar Jepang. Periode Januari–Mei 2021, ekspor kerajinan tangan ke negeri Sakura itu menembus angka USD 10,32 juta. Di tengah pandemi, capaian ini memberi angin segar bagi pelaku usaha khususnya UKM Indonesia.

Demikian ditegaskan Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan Marolop Nainggolan di Jakarta, Selasa (6/7).

Menurutnya, produk kerajinan tangan Indonesia seperti topi renda dan penutup kepala lainnya (lace hats and other headgear) sangat digemari publik Jepang. Dalam periode Januari–Mei 2021, nilai ekspornya mencapai USD 4,15 juta. Beberapa kerajinan juga cukup memberi optimisme, seperti bingkai kayu (wooden frame) sebesar USD 2,18 juta, keranjang rotan (rattan basketwork) sebesar USD 562 ribu, keranjang anyaman berbahan nabati (vegetable material basketwork) sebesar USD 435 ribu; dan wig sintetis (synthetic wigs) sebesar USD 423 ribu.

Untuk memperkuat kinerja ekspor kerajinan tangan ke Jepang, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) menggandeng Japan External Trade Oranization (JETRO) mengadakan seminar web (webinar) bertema "Mendorong Ekspor Produk Kerajinan Tangan ke Pasar Jepang” pada Rabu (30/6).

Hadir sebagai pembicara yaitu CEO dari PT. Kasana International Kreatif, Yoshio Yokobori. Pembicara ini juga merupakan importir untuk produk kerajinan tangan Asia ke pasar Jepang

“Kemendag dan JETRO berharap melalui kegiatan ini para pelaku usaha kerajinan tangan dapat menangkap informasi mengenai tren, referensi konsumen, regulasi, serta standar produk. Para pelaku usaha dapat menggunakan informasi tersebut dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran untuk memasuki pasar Jepang. Tentunya juga didukung dengan promosi yang baik,” kata Marolop.

Menurut Marolop, webinar ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas (capacity building) pelaku UKM kerajinan tangan Indonesia dalam merencanakan strategi pemasaran produk ke pasar Jepang, khususnya di saat pandemi seperti saat ini. “Pemerintah dan pelaku usaha perlu bekerja sama agar ekspor dapat terus meningkat dan surplus neraca perdagangan dapat terus ditingkatkan,” tambah Marolop.

Dalam webinar tersebut, terungkap banyak peluang produk ekspor ke Jepang seperti fesyen. Indonesia rutin mengekspor topi renda dan penutup kepala lainnya, wig sintetis (synthetic wigs dan wigs), janggut palsu (false beards), alis dan bulumata palsu dari rambut manusia (eyebrows and eyelashes of human hair).

Sekilas Tentang JETRO

JETRO merupakan organisasi promosi di bawah Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang. JETRO berfungsi mempromosikan perdagangan bersama dan investasi antara Jepang dan negara-negara di seluruh dunia. Awalnya, JETRO didirikan pada 1958 untuk mempromosikan ekspor Jepang ke luar negeri. Namun, fokus inti JETRO di abad ke-21 telah bergeser menjadi promosi investasi langsung asing ke Jepang dan membantu perusahaan Jepang dari skala kecil hingga menengah untul memaksimalkan potensi ekspor global.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved