September
02
2021
     11:37

Bank DBS Indonesia Paparkan Komitmen Dukung Program Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Bank DBS Indonesia Paparkan Komitmen Dukung Program Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Jakarta, 1 September 2021 - Bank DBS Indonesia secara aktif menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan pemerintah Indonesia melalui solusi-solusi keuangan berkelanjutannya. Komitmen tersebut sejalan dengan langkah DBS Bank Ltd., (Bank DBS) yang meningkatkan target pembiayaan berkelanjutan (sustainable financing) menjadi SGD50 miliar hingga 2024, mempercepat agenda keberlanjutan dalam membantu nasabah dalam mengintegrasikan praktik bisnis berkelanjutan dalam seluruh strategi bisnisnya.

Selain dengan menyediakan solusi-solusi keuangan bagi para investor serta pelaku bisnis, Bank DBS secara khusus juga bekerja sama dengan berbagai wirausaha sosial dalam upaya menangani isu-isu permasalahan lingkungan serta sosial di Indonesia.

Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk menurunkan angka emisi Gas Rumah Kaca, namun semua transisi menuju pembangunan rendah karbon dan net-zero emission memiliki risiko dan pembiayaan yang besar, terutama bagi investor dan pengusaha. Menurut perhitungan Bappenas, Indonesia membutuhkan pembiayaan serta investasi di sektor berkelanjutan hingga 2030 sebesar Rp67.803 triliun.

Hal ini menghadirkan peluang bagi industri jasa keuangan untuk ambil andil, melihat semakin banyak investor yang memusatkan penanaman investasinya pada produk-produk investasi dan pembiayaan berkelanjutan. Pada level negara Asia, termasuk di Indonesia, adopsi sistem keuangan berkelanjutan sudah mulai berjalan.

Beberapa lembaga keuangan di Indonesia misalnya, telah beralih dari investasi energi fosil menuju investasi bersih dengan penerapan program-program pendanaan untuk proyek-proyek pembangunan rendah karbon dan ramah iklim.

Untuk mendorong transparansi yang lebih besar dalam kegiatan ekonomi berkelanjutan dan transisi ekonomi, taksonomi yang disusun oleh Bank DBS menguraikan cara mengelola transaksi yang diklasifikasikan sebagai “Hijau”, “Transisi” dan/atau berkontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan PBB (UN SDGs).

Hal ini juga merangkum daftar yang luas terkait kegiatan ekonomi yang memenuhi syarat – seperti penggunaan plastik daur ulang untuk membuat pakaian, atau upgrade jaringan listrik untuk mengintegrasikan energi terbarukan yang terpisah-pisah.

Bank DBS melihat minat yang besar akan pencarian pembiayaan berkelanjutan di negara dan sektor di mana Bank DBS beroperasi, termasuk di Indonesia. Pasar pinjaman ramah lingkungan (green loan market) didominasi peminjam di sektor real-estate, tetapi Bank DBS sekarang juga terlibat dengan pembiayaan di sektor lain seperti mendanai pabrik peralatan energi terbarukan dan pabrik baterai kendaraan listrik. Bank DBS menawarkan pembiayaan transisi untuk perusahaan yang secara bertahap ingin untuk mengurangi jejak karbon.

Tidak hanya itu, Bank DBS merupakan bank komersial pertama yang menerbitkan Kerangka Kerja dan Skema (Taksonomi) Keuangan Berkelanjutan serta Transisinya sebagai acuan untuk memandu nasabah dalam beradaptasi dan membangun ketahanan di tengah perubahan iklim, kelangkaan sumber daya, dan mengatasi masalah global penting seperti ketimpangan pendapatan.

Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam acara Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2021: Financing Sustainability menyampaikan, “Upaya memberlakukan transformasi sustainable green economy, tidak hanya kebijakan ekonomi dan keuangan yang harus bergerak, tetapi bahkan kebijakan etika dan tata sosial juga harus bergerak secara beriringan dan tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak saja. Seluruh pemangku kepentingan harus secara bersinergi bergerak untuk mewujudkan perekonomian berkelanjutan di Indonesia.”

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved