December
06
2018
     20:54

Allianz Indonesia Luncurkan Pandai:Program Pelatihan Bagi Para Petani untuk Bersaing di Era Digital

Allianz Indonesia Luncurkan Pandai:Program Pelatihan Bagi Para Petani untuk Bersaing di Era Digital
Publisher
Contributor
Administrator 3
Attachment(s)
— No Files —

Jombang, 6 Desember 2018 – Allianz Indonesia, melalui Yayasan Allianz Peduli, dan EDU Foundation meresmikan dimulainya program pelatihan dan peningkatan bagi petani yang bertajuk Petani Allianz Digital Indonesia (PANDAI) yang berlangsung selama 2 hari pada tanggal 5 – 6 Desember 2018 di Gedung Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya Jombang - Jawa Timur. Program ini terdiri dari pelatihan dan pendidikan seperti pemasaran digital dan literasi keuangan untuk meningkatkan penghidupan petani dan menciptakan generasi petani yang memiliki kompetensi tinggi.

PANDAI merupakan bentuk komitmen Allianz Indonesia dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia, sesuai dengan salah satu pilar Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility – CSR) Allianz Indonesia yaitu pilar Pemberdayaan Ekonomi.

“Allianz Indonesia telah menjalankan beragam program unggulan yang bertujuan untuk memajukan perekonomian masyarakat. Sebagai upaya untuk mewujudkan program yang berkelanjutan, kami menginisiasi program PANDAI untuk memberdayakan masyarakat, khususnya para petani di Indonesia,” kata Arini S. Bachtiar, Head of Corporate Events & CSR, Allianz Indonesia.

Program PANDAI memberikan rangkaian pelatihan untuk 700 petani penghasil
kopi organik, gula kelapa organik, dan gula aren organik, yang merupakan binaan Kementerian Pertanian dalam program 1000 Desa Organik berbasis perkebunan, di Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pelatihan ini meliputi pemasaran online untuk membantu para kelompok tani untuk bisa mandiri memanfaatkan teknologi internet untuk memasarkan produknya ke pasar internasional; pelatihan pemasaran digital yang salah satunya berisi kegiatan penulisan konten; serta pelatihan literasi keuangan oleh Allianz Indonesia dengan menggunakan metode simulasi yang mudah dipahami.

Sebanyak 17 kelompok tani dari 12 kabupaten/kota di Jawa Timur ikut serta dalam acara peresmian pembukaan program ini, yang juga dihadiri oleh Bapak Budi Susetiyo - Deputi Direktur Perwakilan OJK Jawa Timur, Bapak Ardi Praptono, SP, M. Agr. - Kepala BBPPTP Surabaya, Bapak Wahyu Irianto, SP - Kepala Bidang Proteksi BBPPTP Surabaya, Bapak Drs. Dudi Gunadi, B.Sc, MSI - Direktur Perlindungan Perkebunan dan Bapak Heru Tri Widarto, S.Si, M.Sc – Kasubdit Data Kelembagaan Direktorat Perlindungan Perkebunan.

“Dukungan dan keterlibatan Allianz Indonesia terhadap program ini membuka kesempatan para petani untuk meningkatkan penjualan hasil tani hingga ke mancanegara serta mengaplikasikan konsep keuangan dasar dalam mengelola keuangan usaha dan rumah tangganya,” ujar Firly Savitri, Perwakilan EDU Foundation.

Untuk mengoptimalkan pemasaran serta meningkatkan penjualan ekspor produk pertanian, program PANDAI juga berkolaborasi dengan situs market place atau
e-commerce yaitu Tanihood.com. Kehadiran Tanihood diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, karena dapat diakses oleh pembeli seluruh dunia; membantu petani dalam pengurusan logistik dari penjemputan hingga pengiriman produk; serta memiliki sistem penjualan yang transparan dan tercatat.

“Seluruh rangkaian pelatihan pada program ini diharapkan mampu membantu para petani dalam memasarkan hasil tani sampai ke pasar internasional secara optimal, sehingga dapat memaksimalkan potensi ekspor kekayaan alam Indonesia khususnya
di bidang pertanian,” tutup Arini.

Tentang Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996. Di tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah.
Kini Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 1.300 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.


Tentang Allianz di Asia
Asia adalah salah satu dari tiga wilayah pertumbuhan utama kami. Hal ini ditandai dengan keragaman budaya, bahasa dan adat istiadat. Allianz telah hadir di wilayah ini sejak 1910, menyediakan asuransi kebakaran dan maritim di kota-kota pesisir Cina. Saat ini, Allianz aktif di 14 pasar di wilayah tersebut, menawarkan beragam asuransi dengan bisnis inti pada asuransi properti dan kecelakaan, asuransi jiwa dan kesehatan dan manajemen aset. Dengan lebih dari 32.000 staf, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 18 juta nasabah di wilayah ini di beberapa saluran distribusi.

Tentang Grup Allianz
Allianz Group adalah perusahaan asuransi dan manajer asset terkemuka di dunia dengan 86 juta nasabah personal dan perusahaan. Nasabah Allianz mendapatkan manfaat dari berbagai layanan asuransi personal dan perusahaan, mulai dari asuransi property, jiwa dan kesehatan sampai layanan bantuan asuransi kredit dan asuransi bisnis secara global. Allianz adalah salah satu investor terbesar di dunia dengan dana kelolaan nasabah asuransi lebih dari 650 miliar Euro sementara Allianz Global Investors dan PIMCO, sebagai manajer aset, mengelola 1,4 triliun Euro aset tambahan milik pihak ketiga. Berkat interhasi sistematik ekologis dan kriteria sosial pada proses bisnis dan keputusan investasi, kami memegang posisi terdepan untuk perusahaan asuransi dalam Dow Jones Sustainability Index. Pada tahun 2017, lebih dari 140.000 karyawan di lebih dari 70 negara meraih total pendapatan 126 miliar Euro dan laba operasional sebesar 11 miliar Euro.

 


Contact Information 1:
WAHYUNI MURTIANI

corporate.communications@allianz.co.id
021 2926 8888

Release Terkini