October
22
2020
     20:29

8 Mitos Terkait Nutrisi yang Perlu Diluruskan

8 Mitos Terkait Nutrisi yang Perlu Diluruskan

Jakarta, 22 Oktober 2020 – Herbalife Nutition Indonesia, pada hari ini kembali menyelenggarakan Nutrition Talk dengan topik diskusi terkait dengan hasil survei “Herbalife Nutrition Asia Pacific Nutrition Myths Survey 2020” yang mengungkap kebenaran seputar beberapa mitos nutrisi yang beredar di masyarakat Asia Pasifik.

Kegiatan rutin bulanan ini ditujukan untuk memberikan kontribusi atas upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya nutrisi. Nutrition Talk kali ini, Herbalife Nutrition kembali mengundang Pakar Nutrisi dan Dosen Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Rimbawan sebagai pembicara.

Herbalife Nutrition Asia Pacific Nutrition Myths Survey 2020 mengungkapkan bahwa media sosial merupakan kanal informasi yang paling sering digunakan untuk mencari informasi seputar nutrisi di kalangan konsumen Asia Pasifik. Sebanyak tujuh dari 10 (68%) konsumen di Asia Pasifik menggunakan media sosial setiap bulan untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan nutrisi dan kesehatan. Namun, prevalensi kesalahan informasi dan mitos terkait nutrisi menjadi penghalang utama yang mencegah konsumen memperoleh pengetahuan nutrisi yang akurat.

Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi mengatakan bahwa survei dengan tajuk “Herbalife Nutrition Asia Pacific Nutrition Myths Survey 2020” ini melibatkan 5.500 responden yang berasal dari Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam.

Survei ini mengungkapkan bahwa 7 dari 10 konsumen di Asia Pasifik sangat sadar akan pentingnya pengetahuan tentang nutrisi. Hal ini cukup menggembirakan karena ini berarti semakin banyak masyarakat Asia Pasifik yang aware atau sadar akan pentingnya nutrisi bagi kesehatan tubuh. Namun, hanya 4 dari 10 konsumen di Asia Pasifik yang merasa yakin dengan kebenaran informasi nutrisi yang mereka dapatkan dari berbagai kanal informasi.

Hasil survei juga menyatakan bahwa, kurang dari seperempat (23%) responden menjawab setengah atau lebih pertanyaan dengan benar. Selain itu, hanya empat dari 10 (38%) konsumen yang menyatakan keyakinan kuat terhadap pengetahuan seputar nutrisi yang mereka miliki. Hal ini menunjukkan masih rendahnya tingkat pemahaman akan nutrisi secara keseluruhan di antara konsumen di Asia Pasifik.

Berdasar kanal informasi yang digunakan oleh konsumen di Asia Pasifik, survei ini mengungkapkan bahwa media sosial menjadi rujukan utama dalam memperoleh informasi terkait nutrisi:

·      68% mengatakan bahwa mereka menggunakan media sosial;

·      64% memilih teman dan keluarga sebagai rujukan informasi; dan

·      59% memilih publikasi media dan situs web setidaknya sebulan sekali.

Halaman   1 2 Show All

Release Terkini


2021 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved