August
12
2022
     21:02

ZINC Genjot Produksi Galena Berkadar Tinggi

ZINC Genjot Produksi Galena Berkadar Tinggi
ILUSTRASI. Smelter timbal (Pb) milik ZINC yang dioperasikan oleh PT Kapuas Prima Citra.

Sumber: Pressrelease.id | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - PT Kapuas Prima Coal Tbk (“ZINC”), emiten produsen logam dasar di Indonesia, menggenjot produksi dengan target galena berkadar tinggi pada semester 2 tahun ini guna mengangkat kembali kinerja perusahaan yang tengah mengalami penurunan laba bersih pada semester 1. ZINC bergerak di bidang pertambangan bijih besi (Fe) dan Galena yang kemudian diolah menjadi konsentrat timbal (Pb) dan konsentrat seng (Zn).

Menurut Direktur ZINC, Evelyne Kioe, awal tahun 2022 menjadi tahun yang cukup menantang, karena ekonomi global yang menyusut terkait perang Rusia-Ukraina yang tengah berlangsung. Walaupun harga komoditas untuk timbal (Pb) dan Seng (Zn) sempat meningkat pada kuartal 1, koreksi terhadap harga komoditas kembali terjadi pada kuartal 2.

Seiring dengan meningkatnya harga komoditas di kuartal 1, mayoritas harga bahan baku minyak, angkutan dan lain-lain juga meningkat berkali lipat yang disebabkan oleh tingginya inflasi dan kelangkaan akan ketersediaan persediaan. “Hal ini tentunya memberikan dampak negative terhadap kinerja perseroan di kedua sisi,” kata Evelyne Kioe.

Secara umum, komoditas Pb dan Zn masih tergolong stabil, terlihat dari harga Pb dan Zn yang terkonsolidasi di USD2160/ton dan USD3600/ton masing-masing. Hal ini disebabkan karena jumlah permintaan global terhadap kedua komoditas ini tergolong tinggi. Factor kedua juga disebabkan oleh banyaknya smelter di Eropa yang tutup sementara karena terjadinya krisis energi.

“Selaku perseroan, kami tentunya akan secara fleksibel menggunakan strategi-strategi dalam perkembangan, baik dari segi kapasitas, kadar, efisiensi guna menjaga agar kinerja perseroan tetap positif,” kata Evelyne Kioe.

Pada semester 1 2022 ini, ZINC membukukan laba bersih Rp28,27 miliar, turun 68% dari Rp89,52 miliar pada periode yang sama tahun 2021. Turunnya laba bersih tersebut terjadi karena penjualan perseroan turun 18% YoY menjadi Rp411,35 miliar dari Rp499,94 miliar pada periode sebelumnya.

Adapun perseroan berhasil menekan beban pokok penjualan hingga turun 14% YoY. Pada paruh pertama 2022 ini, perseroan mencatatkan beban pokok penjualan Rp266,04 miliar, turun dari Rp309,22 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kapuas Prima (ZINC) Menggenjot Produksi Galena Berkadar Tinggi

Sekilas mengenai PT Kapuas Prima Coal Tbk (“ZINC”)

PT Kapuas Prima Coal (“ZINC”) adalahperusahaan yang melakukan kegiatan usaha dalam di bidang pertambangan bijih besi (Fe) dan Galena yang kemudian diolah menjadi konsentrat timbal (Pb) dan konsentrat seng (Zn). Berdiri sejak tahun 2005 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Oktober 2017,saat ini Perseroan fokus mengolah Galena (PbS) menjadi konsentrat Timbal (Pb) dan Seng (Zn) dengan pengetahuan, pengalaman dan teknologi pengolahan yang terbaik untuk mendapatkan hasil atau kadar yang maksimal. Selain itu, untuk meningkatkan nilai tambah, Perusahaan juga tengah menyelesaikan proyek smelter pemurniantimbal (Pb) dan pembangunan smelter Seng (Zn) yang berada di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Wilayah penambanganyang telah mendapatkan ijin adalah seluas 5.569 Ha dimana potensi deposit Galena (PbS) yang dapat ditambang masih besar.

Dalam rangka mencapai keberhasilanPerseroan, ZINC memegang tiga hal penting yaitu melakukan efisiensi terhadap biayaoperasional, menambah jumlah cadangan dan bahan baku mineral, serta menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien. Pada saat yang sama, ZINC juga berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan, serta senantiasa membantu komunitas di sekitar area tambang Perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2022 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved