June
13
2023
     15:56

MIND ID Dorong Hilirisasi &Industrialisiasi Komoditi Minerba guna Sokong Ekosistem EV

MIND ID Dorong Hilirisasi &Industrialisiasi Komoditi Minerba guna Sokong Ekosistem EV
ILUSTRASI. MIND ID dorong hilirisasi dengan menunjuk PT Industri Baterai Indonesia (IBC) implementasikan Nota Kesepahaman termasuk studi kelayakan bersama dengan Arrival Ltd.,studi pasar & kelayakan proyek baterai guna ekspansi bisnis EV di wilayah Asia Pasific.

Sumber: Pressrelease.id | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID -  BUMN Holding Industri pertambangan MIND ID semakin memantapkan diri mendorong hilirisasi industri tambang di Indonesia. Perusahaan pelat merah ini menekankan pentingnya hilirisasi di sektor industri pertambangan Indonesia yang ujung-ujungnya memberikan nilai jual dari suatu produk berbahan dasar komoditas minerba.

Melalui hilirisasi produk diharapkan bisa memperkuat struktur industri, memberikan nilai lebih bagi suatu komoditas, hingga menyediakan lapangan kerja. MIND ID memiliki tiga mandat dari pemerintah, meliputi pengelolaan cadangan dan sumber daya strategis, hilirisasi, dan memiliki kepemimpinan pasar yang terwujud melalui optimalisasi komoditas mineral dan ekspansi bisnis.

Khusus terkait komoditas alumunium dan nikel, MIND ID memiliki peranan penting dalam mengembangkan hilirisasi tersebut. Direktur Pengembangan Usaha dan Portofolio MIND ID, Dilo Seno Widagdo mengatakan, hilirisasi komoditas alumunium dan nikel akan memberi jalan bagi perkembangan industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia.

Alumunium dan nikel merupakan komponen kunci dalam pengembangan industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). “Kami terus mendorong hilirisasi industri pertambangan, salah satunya melalui hilirisasi komoditas alumunium dan nikel untuk menyokong industri EV di Indonesia,” kata Dilo Seno Widagdo, Senin (12/6/2023).

Menurut Dilo, bukti keseriusan MIND ID dalam upaya mendorong hilirisasi tersebut di antaranya dengan menunjuk PT Industri Baterai Indonesia (IBC) mengimplementasikan Nota Kesepahaman termasuk melaksanakan studi kelayakan bersama dengan Arrival Ltd., meliputi studi pasar dan kelayakan poryek baterai untuk ekspansi bisnis EV di wilayah Asia Pasific.

Selain itu, berkat dukungan penuh MIND ID, IBC pun meluncurkan Battery Asset management Services (BAMS). Komponen penting dalam baterai EV yakni alumunium dan nikel. Alhasil, kata dia, pengembangan BAMS menjadi bagian dari pengembangan hilirisasi komoditas minerba.

“Kami mendirikan IBC dengan fokus utama pengembangan ekosistem EV end-to-end baik dari sisi eksplorasi dan pengolahan nikel sebagai komponen baterai listrik hingga produksi EV juga daur ulang baterai. Kami pun terus menjajakan kolaborasi dengan banyak pihak untuk meningkatkan nilai lebih bagi instri hilir dari sektor pertambangan,” katanya.

BAMS yang diluncurkan IBC adalah platform ekosistem motor listrik yang menyediakan baterai, swapping & charging station, dan aplikasi yang bisa digunakan berbagai merek motor listrik, termasuk motor listrik konversi. Melalui BAMS, IBC mengambil langkah inovatif dan solutif dengan menyeragamkan ekosistem baterai motor listrik. Hal itupun menjadi solusi terkait kekhawatiran akan ketersediaan infrastruktur pengisian daya dan banyaknya spesifikasi baterai motor listrik pada berbagai merek motor listrik yang menjadi penghalang dalam akselerasi adopsi motor listrik.

MIND ID mendorong seluruh anggota holding berkomitmen terhadap program energi transisi yang tidak hanya berdampak terhadap penurunan emisi karbon tapi juga merupakan wujud implementasi hilirisasi dan industrialisasi dari komoditi tambang

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menkomarves), Luhut Binsar Panjdaitan mengatakan perlu adanya kerja bersama untuk bisa mewujudkan target yang diusung oleh Pemerintah Indonesia terkait pengembangan hilirisasi industri komoditas tambang, khususnya di sektor ekosistem EV di Tanah Air.

“Dengan terciptanya ekosistem yang baik hal ini juga berdampak pada tumbuhnya investasi dan suplai chain kendaraan listrik dengan volume kendaraan listrik yang feasible, investor akan melihat sesuatu yang menjanjikan. Investasi ini juga harus mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi kalalis terciptanya lapangan pekerjaan dan pemanfaatan bahan baku lokal,” kata Menteri Luhut.

Menurutnya, bukan hal yang sulit untuk melampaui target populasi kendaraan listrik di Indonesia sebanyak 10 persen pada 2030 apabila setiap sektor termasuk hilirisasi industri komoditas minerba yang terus berkembang dan maju ke depan. “Saya yakin kalau kita sama-sama tidak ada yang bisa menghambat kita,” ucapnya.

Sekilas MIND ID

BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID (Mining Industry Indonesia) melalui entitas PT Mineral Industri Indonesia (Persero) memiliki mayoritas saham pada empat perusahaan industri tambang terbesar di Indonesia; PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia.

MIND ID terus membangun ekosistem pertambangan berkelanjutan, menjadi pelopor Program Dekarbonisasi, sekaligus ujung tombak Hilirisasi Produk Pertambangan.

MIND ID mengelola sumber daya alam untuk peradaban, kemakmuran, dan masa depan Indonesia yang lebih cerah.

Baca Juga: MIND ID Harus Cermat Hitung Efek Akuisisi Saham Vale dan Freeport ke Kinerja Keuangan

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2024 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved