September
27
2022
     09:26

Masyarakat Indonesia Semakin ke Arah Digital untuk Mengelola Keuangan dengan Baik

Masyarakat Indonesia Semakin ke Arah Digital untuk Mengelola Keuangan dengan Baik
ILUSTRASI. Berdasar survei Visa yang dilakukan oleh YouGov hampir 70 persen responden mengklaim bahwa penggunaan pembayaran digital mereka meningkat pesat di tengah pandemi COVID-19, semakin populernya kartu kredit & skema Buy Now, Pay Later (BNPL) (26%).  

Sumber: Pressrelease.id | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Visa, pemimpin pembayaran digital di dunia, hari ini mengungkapkan bahwa pembayaran digital semakin diterima oleh masyarakat Indonesia demi semakin baik mengelola kemampuan daya beli dan mengatur finansial mereka.

Berdasarkan survei Visa yang dilakukan oleh YouGov[1], hampir 70 persen responden mengklaim bahwa penggunaan pembayaran digital mereka meningkat pesat di tengah pandemi COVID-19, termasuk semakin populernya kartu kredit dan skema Buy Now, Pay Later (BNPL) (26%).

Data Bank Indonesia juga menunjukkan jumlah transaksi kartu kredit di Tanah Air tumbuh 34,35% year-on-year pada Juni 2022, dengan volume transaksi hampir 28 juta transaksi di bulan yang sama[2]. Hal ini juga tercermin dalam survei Visa oleh YouGov, yang menemukan bahwa penggunaan kartu kredit telah meningkat sebesar 25% selama pandemi.

Riko Abdurrahman, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, mengatakan, “Temuan ini memperkuat tren yang kami lihat dipercepat oleh pandemi, di mana semakin banyak orang Indonesia yang menggunakan eCommerce dan metode pembayaran digital dengan alasan kenyamanan dan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengalaman berbelanja mereka. Kami melihat peningkatan minat dan adopsi pembayaran digital sebagai peluang besar untuk semakin mendorong inklusi keuangan di Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital.”

Studi tersebut juga mengungkap ketahanan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi akibat pandemi, di mana masyarakat menemukan sejumlah cara untuk mempertahankan kondisi keuangan mereka.

Lebih dari separuh responden berfokus pada pertumbuhan tabungan atau investasi mereka, khususnya di kalangan Milenial (59%) dan Gen Z (57%) . Emas masih dianggap sebagai tempat yang aman untuk investasi jangka panjang (57%), diikuti oleh saham (38%), reksa dana (34%), dan aset kripto atau NFT (30%). Milenial (39%) khususnya, memiliki rencana untuk berinvestasi di properti tahun ini.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi telah mempercepat gaya hidup digital-first di kalangan masyarakat Indonesia, terlihat dari preferensi untuk aktivitas sehari-hari yang bebas repot, fleksibel, tanpa kontak atau contactless, dan terhubung dalam jaringan. Visa berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan pembayaran digital di Indonesia. Kami berusaha untuk terus menghubungkan semua orang untuk membantu membangun ekonomi yang terbuka dan inklusif, serta memungkinkan bisnis dan individu untuk berkembang,” tutup Riko.

Baca Juga: Kartu Kredit Digibank VISA, Diskon Hotel & Tiket Pesawat PegiPegi hingga Rp 350.000

Tentang Visa Inc.

Visa (NYSE: V) adalah pemimpin dunia dalam pembayaran digital yang memfasilitasi transaksi antara konsumen, pedagang, lembaga keuangan, dan institusi pemerintah di lebih dari 200 negara dan wilayah. Misi kami adalah menghubungkan dunia melalui jaringan pembayaran yang paling inovatif, mudah, andal, dan aman, yang memungkinkan individu, pelaku usaha, dan perekonomian untuk terus berkembang. Kami meyakini bahwa ekonomi yang inklusif akan mampu memberdayakan semua orang di mana pun mereka berada. Kami juga meyakini bahwa akses merupakan fondasi utama untuk terus mendorong pergerakan uang di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2022 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved