August
03
2022
     07:39

KKP Targetkan Pengembangan 34 Kampung Nelayan Pintar

KKP Targetkan Pengembangan 34 Kampung Nelayan Pintar
ILUSTRASI. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pengembangan 34 kampung nelayan pintar (Smart Fisheries Village/SFV). Hal ini merupakan salah satu program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor kelautan dan perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, KKP telah menyiapkan model pengembangan Smart Fisheries Village. Model tersebut nantinya akan ditawarkan kepada industri dengan harapan agar industri dapat berinvestasi di program Smart Fisheries Village.

Sakti mengatakan, penerapan program ini melibatkan keterlibatan masyarakat. Nantinya industri dan masyarakat dapat bekerjasama yang saling menguntungkan.

Sakti menyebut, pengembangan SFV nantinya tidak hanya berfokus pada sektor perikanan. Akan tetapi juga pada pengembangan pariwisata, kuliner dan ekowisata.

"Saya minta tidak hanya satu lokasi yang dijadikan model, tapi juga di beberapa daerah," ucap Sakti dalam Rencana Kerja Teknis (Rakernis) Badan Riset SDM Kelautan Perikanan (BRSDM-KP), Selasa (2/8).

Baca Juga: KKP Targetkan Implementasi Program Ikan Terukur Terlaksana Mulai Agustus 2022

Merespon hal tersebut, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) I Nyoman Radiarta mengatakan, tahun ini pihaknya tengah fokus pada pilot project pengembangan SFV di Desa Penembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Setelah itu, rencananya pengembangan SFV akan diterapkan di 34 lokasi. KKP berharap mitra dapat berkontribusi pada pengembangan SFV ke depannya.

"Nanti model ini akan di copy-paste di lokasi-lokasi lain," ujar Radiarta.

Sebagai informasi, SFV merupakan konsep pembangunan desa perikanan berbasis teknologi informasi dan manajemen tepat guna.

Melalui program ini, KKP menargetkan peningkatan ekonomi masyarakat, serta kegiatan produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Untuk mengimplementasikan konsep SFV, BRSDM menggandeng berbagai pihak untuk bekerja sama. Karena itu pada Rakernis tersebut dilaksanakan penandatangan dokumen kerja sama sinergi pengembangan SFV antara BRSDM dengan Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; PT Bank Negara Indonesia Tbk; PT Telkom Indonesia Tbk serta PT XL Axiata Tbk.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2022 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved