January
19
2023
     20:36

Gobel Panen Padi Pupuk Organik

Gobel Panen Padi Pupuk Organik
ILUSTRASI. Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel, melakukan panen padi dengan pupuk organik  di lahan demplot di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, di areal seluas 2 ha. 

Sumber: Pressrelease.id | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel, melakukan panen padi dengan pupuk organik. “Ini uji coba implementasi pupuk organik, dan alhamdulillah berhasil. Hasilnya dua kali lipat dari biasanya. Ini bisa menjadi jalan untuk menyejahterakan petani,” katanya, Kamis, 19 Januari 2023.

Hal itu ia ungkapkan usai panen padi di lahan demplot di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, di areal seluas 2 ha. Uji coba ini melibatkan akademisi dari Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Gorontalo, Universitas Padjadjaran, dan PT Seruniandal Citramandiri. Tim ini dipimpin oleh Rustam Akili. Dalam panen tersebut, Gobel didampingi Gubernur Prefektur Ehime, Jepang, Tokihiro Nakamura, yang sedang menjadi tamu dirinya di Gorontalo. Panen bersama ini menjadi puncak kegiatannya selama berada di Gorontalo. Ehime adalah wilayah yang terkenal sebagai penghasil jeruk yang lezat di Jepang. Selain melakukan uji coba pada tanaman padi, pupuk organik tersebut juga diujicobakan pada tanaman jagung dan singkong. Namun dua jenis tanaman ini masih belum panen. Berdasarkan kalkulasi per ubin diperoleh perkiraan hasil panen mencapai 7,45 ton per hektar. Biasanya hanya diperoleh 4 ton per ha jika menggunakan pupuk kimia biasa.

Gobel mengatakan, melalui uji coba ini ia berharap akan menjadi massif dan menjadi solusi bagi petani di Gorontalo. Berdasarkan data BPS, keuntungan petani padi sekitar Rp 6,77 juta per ha. Namun dari uji coba ini keuntungan petani sekitar Rp 14,5 juta per ha.

Namun karena ini pupuk organi maka keuntungannya bisa lebih besar lagi karena harga beras organik lebih mahal daripada harga beras dengan pupuk kimia. Selain itu ada keuntungan lain, tanah makin sehat dan menghasilkan asupan makanan bagi manusia yang lebih sehat. “Ini artinya petani bukan sekadar petani pejuang, tapi petani sebagai pejuang pangan nasional. Padi juga menjadi simbol kesejahteraan dan kemakmuran. Panen padi bersama ini juga simbol kebahagiaan kita semua,” katanya.

Gubernur Ehime, Jepang, Tokihiro Nakamura, datang bersama para pengusaha, akademisi, birokrat, wartawan, dan anggota parlemen. Total berjumlah 37 orang. Selain itu, hadir pula Bupati Bone Bolango Hamim Pou dan Wakil Bupati Bone Bolango Merlan S Uloli. Petani yang mengelola lahan itu tampak sumringah. “Ini jenis padi bagendit, panjang malainya dua kali lipat dari biasanya saat menggunakan pupuk kimia. Jumlah anakannya pun banyak sekali,” kata Anton Idris, petani tersebut. Wajahnya tampak sumringah.

Tokihiro Nakamura, dalam sambutannya mengaku tak mengira diajak panen bersama dengan menghadirkan para petani dalam jumlah besar. “Saya mengira hanya panen padi biasa,” katanya. Ia juga menceritakan, dirinya mengenal Gobel sejak 10 tahun lalu saat masih menjadi pengusaha.

“Kini sudah menjadi politisi. Ada yang berubah. Sekarang jika berdialog selalu yang dibicarakan Gorontalo saja. Bapak dan Ibu beruntung memiliki pemimpin seperti ini. Yang Pak Rachmat pikirkan hanya bagaimana agar Gorontalo maju dan sejahtera,” katanya.

Inovasi penggunaan pupuk organik ini juga dipuji Nakamura. “Setiap hal baru selalu membutuhkan keberanian. Dan penguat keberanian adalah Bapak dan Ibu yang menjadi pemilihnya. Visi misi seorang politisi biasanya dinilai skeptis oleh pemilihnya, bahkan dianggap hanya sebagai pemanis bibir. Namun visi misi itu bisa diwujudkan jika ada dukungan dari para pemilihnya.

Jadi peran pemilih sangat penting. Namun Bapak dan Ibu sangat beruntung memiliki wakil rakyat seperti Pak Rachmat Gobel yang memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan visi-misinya,” katanya, yang disambut tepuk tangan para petani.  Pidato Nakamura menggunakan Bahasa Jepang, namun diterjemahkan oleh penerjemah yang ia ajak.

Pada kesempatan itu, Gobel juga membagikan traktor. Yaitu traktor roda empar berjumlah tiga buah dan traktor roda dua berjumlah 18 buah. “Modernisasi pertanian selain membutuhkan bibit yang unggul, juga membutuhkan teknik mengolah yang benar, irigasi yang baik, penggunaan pupuk dan pembasmi hama yang unggul, penanganan pasca panen yang modern, dan yang juga tak kalah penting adalah penggunaan alat dan mesin pertanian yang modern, termasuk traktor ini. Mari kita jaga alsintan ini. Kita majukan pertanian, membangun kedaulatan dan ketahanan pangan, dan menyejahterakan serta memakmurkan petaninya,” katanya.

Baca Juga: Gobel Usul Dirikan Sekolah Persahabatan Indonesia-Uzbekistan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Release Terkini


2023 © Kontan.co.id A subsidiary of KG Media. All Rights Reserved